Hukum

KPK Jebloskan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Ke Tahanan

Friday, 19 Desember 2014 | View : 742

JAKARTA-SBN.

Setelah berkali-kali diperiksa penyidik lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Mineral (Sekjen ESDM) Waryono Karno, Kamis (18/12/2014) tadi malam, akhirnya ditahan.

Penahanan Waryono Karno diperkirakan dapat mengungkapkan pihak-pihak lain yang terlibat dalam gurita korupsi sektor minyak dan gas bumi.

Selama ini, Waryono Karno ikut membantu KPK untuk mengungkap keterlibatan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik dan mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana dalam dua kasus korupsi yang terkait sektor migas tersebut.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan penahanan Waryono Karno dilakukan setelah penyidik memeriksanya secara intensif sejak pukul 10.00 WIB hingga tadi malam sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi sektor energi dan sumber daya mineral, sosialisasi hemat energi, dan perawatan kantor Setjen Kementerian ESDM untuk Tahun Anggaran (TA) 2012.

Waryono Karno lantas ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Timur, Cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur. “Tersangka WK (Waryono Karyo) ditahan untuk 20 hari pertama,” papar Johan Budi SP. di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/12/2014) tadi malam. “Tersangka ditempatkan di rutan KPK cabang Guntur untuk 20 hari pertama,” tambah dia.

Johan Budi SP. berharap publik tidak mempermasalahkan KPK kenapa baru menahan Waryono Karno tadi malam, meski yang bersangkutan sudah berstatus tersangka sejak awal Januari 2014.

Juru Bicara KPK tersebut, Johan Budi SP. menegaskan, penahanan terhadap Waryono Karno ini dilakukan berdasarkan alasan subjektif dan objektif penyidik serta untuk kepentingan penyidikan. Alasan subjektifnya ada tiga, yakni tersangka Waryono Karno dikhawatirkan menghilangkan barang bukti atau bisa memengaruhi saksi-saksi, serta dikhawatirkan melarikan diri dan mengulangi perbuatannya.

Dalam korupsi pengadaan ini Waryono Karno diduga melawan hukum menyalahgunakan kewenangan dengan melakukan korupsi dalam proyek senilai Rp 25 miliar.

Johan Budi Sapto Prabowo membenarkan, pada pemberitahuan pertama sebagai tersangka, KPK menyampaikan kerugian negara Rp 9,8 miliar. “Di awal kan perhitungan sementara, dalam perkembangannya kami minta bantuan BPK atau BPKP untuk hitung kerugian negara. Nah, ada perkembangannya kerugian negara sebesar Rp 11 miliar,” paparnya.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP. mengatakan sebelumnya KPK menetapkan Waryono Karno sebagai tersangka dalam dua kasus korupsi. Johan Budi SP. membeberkan, Waryono Karno sebenarnya menjadi tersangka dua kasus. Pertama, Waryono Karno dijadikan tersangka untuk kasus dugaan pemberian hadiah atau janji.

Penetapan tersangka dilakukan setelah KPK menemukan uang US$ 200.000 saat melakukan penggeledahan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Penggeledahan dilakukan KPK untuk mengembangkan penyidikan setelah Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini ditangkap.

Satu lainnya kasus dugaan suap dan/atau gratifikasi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan di Kementerian ESDM.

Dari hasil pengembangan kasus berikutnya, KPK kembali menetapkan Waryono Karno sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan kegiatan sosialisasi sepeda sehat dan perawatan Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.

Dalam kasus ini Waryono Karno dituduh melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana.

Dalam kasus ini, diduga ada penggunaan anggaran di Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM pada Tahun Anggaran (TA) 2012 sekitar Rp 25 miliar terkait pengadaan barang/jasa. Dari beberapa kegiatan itu, diduga terjadi penggelembungan harga (mark-up) dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Waryono Karno. Akibatnya negara mengalami kerugian hingga Rp 11 miliar.

Johan Budi SP. menandaskan, dua perkara Waryono Karno bisa dijadikan dalam satu dakwaan.

Kasus Waryono Karno belum berhenti setelah penahanan, tetapi akan terus dikembangkan. Johan Budi SP. melanjutkan, penahanan Waryono Karno ini bukan akhir dari kasus di ESDM. Penyidik terus mengembangkannya sebagai konsekuensi dari penerapan Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana yang mengatur perbuatan bersama-sama atau turut serta dengan pihak lain.

Johan Budi SP. menegaskan, setelah menahan Waryono Karno, KPK memang belum menghentikan penyidikan kasusnya. "Saat ini perkaranya masih dikembangkan. Kemungkinan tersangka baru sangat terbuka sepanjang proses pengembangan penyidikan menemukan dua alat bukti yang cukup dan bisa disimpulkan keterlibatan pihak lain," tegas Johan Budi Sapto Prabowo.

Meski demikian, Johan Budi Sapto Prabowo belum bisa memastikan siapa pejabat ESDM yang bakal menjadi tersangka lagi. “Kemungkinan tersangka baru sangat terbuka sepanjang dalam proses pengembangan itu penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H. menyebutkan pihaknya masih terus mendorong Waryono Karno untuk dapat sepenuhnya membuka dan menjelaskan hal substantif yang diketahuinya. "WK (sebenarnya) bisa membuat seterang mungkin kasus yang ditangani KPK," tutupnya.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.289.030 Since: 05.03.13 | 0.1798 sec