Internasional

Polisi Prancis Gerebek Kantong Kelompok Jihadis

Monday, 15 Desember 2014 | View : 1323

PARIS-SBN.

Satuan khusus dan anti teror Kepolisian Prancis menggerebek sejumlah lokasi di Toulouse di Prancis Selatan, Normandia di Utara dan beberapa lokasi di sekitar Paris, Prancis, Senin (15/12/2014).

Polisi menyisir sejumlah tempat itu untuk membongkar jaringan pengiriman jihadis yang direkrut ke Suriah.

Namun, belum diketahui pasti berapa orang yang telah ditangkap dalam aksi penggerebekan itu.

Prancis yang menjadi salah satu kantong populasi Muslim terbesar di Barat, menghadapi fakta bahwa ratusan warganya secara terbuka telah bergabung dengan kelompok radikal paling berpengaruh saat ini, kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sekarang Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Huruf "S" dalam singkatan ISIS berasal dari bahasa arab "al-Sham", yang merujuk ke wilayah Damaskus (Suriah) dan Irak. Tetapi dalam konteks jihad global disebut Levant yang merujuk kepada wilayah di Timur Tengah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, wilayah Palestina, dan juga wilayah Tenggara Turki.

Fakta terbaru itu mengguncang Prancis, terutama setelah beredar video terkait NIIS pada pertengahan November lalu. Dalam video itu tampak tiga warga Prancis, sambil menggenggam senjata laras panjang buatan Rusia, membakar paspor mereka dan mengajak semua Muslim di Prancis untuk bergabung dengan mereka atau melancarkan serangan di Prancis.

Sebuah video yang menunjukkan eksekusi mati yang mengerikan dirilis pada sekitar waktu yang sama.

Setidaknya tampil satu warga negara Prancis yang berasal dari sebuah desa kecil di Normandia, bahwa dia memeluk Islam pada usia remaja.

Hampir 1.000 warga Prancis dari sejumlah latar belakang sosial diperkirakan telah meninggalkan negaranya untuk bergabung dengan kelompok jihadis di Irak dan Suriah. Mereka termasuk sekitar 400 orang yang sedang bergerilya di lapangan dan sekitar 50 orang lagi tewas dalam pertempuran jihad mereka. Pada umumnya, mereka adalah warga keturunan Arab atau Afrika Utara.

Menurut surat kabar Le Monde, yang dipublikasikan pada November lalu, sekitar seperempat dari kelompok orang yang bergabung dengan NIIS dan telah menjadi Muslim itu berasal dari keluarga biasa di Prancis. Mereka adalah orang-orang desa dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.

Dikabarkan sebelumnya, Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (31/10/2014), mengungkapkan jumlah jihadis yang berperang bersama kelompok ekstrem di Suriah di Irak mencapai 15 ribu, rekor yang tak pernah terjadi sebelumnya. Hampir seluruh dari jumlah itu bergabung berperang dengan bendera ISIS. Hanya sedikit yang memilih kelompok lain; Jabhat Al Nusra, atau Al Qaeda. Seluruh dari jihadis asing itu berasal dari 80 negara yang sebelumnya tidak memberi kontribusi terhadap terorisme internasional. Menurut DK PBB, militan asing yang datang ke Irak dan Suriah kebanyakan anak-anak. Sejak akhir September, Amerika Serikat (AS) dan koalisi membom ISIS. Namun beberapa negara yang tergabung dalam koalisi diketahui sebagai pendukung ISIS. (jos/afp)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.443.610 Since: 05.03.13 | 0.2146 sec