Hukum

Angelina Sondakh Dipanggil KPK Masih Terkait Wisma Atlet

Thursday, 11 Desember 2014 | View : 1532

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan anggota DPR RI, Angelina Patricia Pingkan Sondakh atau dipanggil Angie terkait pembahasan anggaran proyek Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang, provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pemenang kontes kecantikan Puteri Indonesia 2001, Angelina Sondakh diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumatera Selatan (Sumsel), Rizal Abdullah (RA).

Rizal Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna di Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun Anggaran (TA) 2010-2011.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RA (Rizal Abdullah),” kata Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (11/12/2014).

Pada saat pembangunan Wisma Atlet, Angelina Sondakh merupakan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat (PD) yang membidangi Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pendidikan.

Dalam kasus Wisma Atlet, mantan anggota DPR RI Republik Indonesia periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat (PD), Angelina Sondakh juga telah menjadi terpidana kasus suap terkait penganggaran proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi Wisma Atlet Sea Games ke-26 di Palembang. Lembaga superbody pimpinan Abraham Samad ini disebut-sebut telah meningkatkan status terhadap Rizal Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Asosiasi PSSI Sumsel. Pertanggungjawaban secara hukum lantaran diduga telah menerima uang PT. Duta Graha Indah. Uang itu disebutkan sebagai succses fee lantaran telah ikut meloloskan PT. Duta Graha Indah sebagai pemenang tender proyek tersebut. Saat proyek itu berlangsung, Rizal Abdullah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet.

Peningkatan status hukum Wakil Ketua Umum Asosiasi PSSI Sumsel periode 2009-2014 sekaligus Ketua Asosiasi PSSI Sumsel Periode 2014-2017 tersebut telah diputuskan dalam gelar perkara (ekspos) pimpinan KPK.

Rizal Abdullah sendiri sebelumnya mengakui telah menerima fee sebesar Rp 400 juta dari PT. Duta Graha Indah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan (Sumsel) ini mengakui jika pemberian uang secara tunai itu diberikan secara bertahap. "Buat saya sendiri ada Rp 400 juta," ungkap Rizal Abdullah saat bersaksi untuk Manager Marketing PT. Duta Graha Indah Tbk. Mohammad El Idris di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (12/8/2011).

Dikatakan Rizal Abdullah, pertama kali dirinya menerima Rp 250 juta secara tunai. Selanjutnya, dirinya menerima tiket perjalanan ke Singapura dan Australia, yang olehnya dinilai seharga Rp 50 juta saat mengembalikannya ke KPK, dan terakhir dirinya menerima Rp 100 juta tunai pada akhir 2010.

Uang tersebut sebagai succes fee pembangunan Wisma Atlet SEA Games atas keikutsertaan PT. Duta Graha Indah (DGI) pada proyek tersebut. "Terdakwa dalam pihak DGI minta ikut dalam pembangunan Wisma Atlet," ucap Rizal Abdullah.

Menurut Rizal Abdullah, permintaan untuk keikutsertaan PT. DGI juga sebelumnya sempat disampaikan oleh Sesmenpora, Wafid Muharam sebagai tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet tersebut. “Mohon nanti dibantu PT. DGI dalam pembangunan Wisma Atlet," imbuh Rizal Abdullah mengisahkan permintaan Wafid Muharam. Uang itu sendiri, sambung Rizal Abdullah, diterimanya langsung dari Mohammad El Idris di ruangan kerjanya. “Ini ada sesuatu," ujar Mohammad El Idris kala menyerahkan fee-fee itu seperti dituturkan Rizal Abdullah.

Namun, Rizal Abdullah mengaku uang itu sudah dikembalikannya kepada KPK. "Saya sadar itu bukan hak saya,” katanya. Rizal Abdullah juga sempat mengungkapkan adanya fee 2,5 persen untuk Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dari nilai uang muka proyek Rp 33 miliar yang didapat PT. Duta Graha Indah (DGI).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sebelumnya telah memastikan bahwa pihaknya terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

KPK masih terus mendalami dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam proyek itu. Rizal Abdullah yang juga menjadi Ketua Komite Pembangunan tersebut diduga melakukan mark up anggaran yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 25 miliar.

Seperti diketahui, dalam kasus ini Rizal Abdullah disangka dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.363.535 Since: 05.03.13 | 0.2167 sec