Hukum

Pejabat Nindya Karya Dituntut 10 Tahun Penjara

Monday, 01 Desember 2014 | View : 667

JAKARTA-SBN.

Terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan Dermaga Sabang, Heru Sulaksono, dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, perbuatan mantan Kepala PT. Nindya Karya (Persero)  Cabang Sumatra Utara dan Aceh itu memenuhi unsur memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi.

Tidak hanya itu, perbuatan terdakwa dalam proyek tersebut juga secara sah dan meyakinkan menyebabkan kerugian negara.

“Terdakwa Heru Sulaksono terbukti korupsi sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Jaksa Riyono saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (1/12/2014).

“Oleh karenanya, kami meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara 10 tahun dan denda 600 juta subsidair 6 bulan kepada Terdakwa,” tambah JPU dari KPK, Riyono, dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (1/12/2014).

Selain tuntutan tersebut, Jaksa KPK juga menuntut Heru Sulaksono dikenakan pidana tambahan. Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Casmaya, JPU dari KPK meminta Majelis Hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada Terdakwa berupa uang pengganti sejumlah Rp 23,12 miliar, dikurangi nilai harta benda Heru Sulaksono yang telah disita dan dirampas untuk negara. Uang pengganti senilai dana proyek yang dikorupsi Heru Sulaksono. Dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti tersebut dalam satu bulan, maka pengadilan akan menyita dan melelang harta benda milik yang bersangkutan.

“Jika harta bendanya tidak mencukupi, maka hukuman Terdakwa akan ditambah dengan lima tahun penjara,” tutur Jaksa Riyono.

Dalam proyek Pembangunan Dermaga Bongkar Sabang Tahun 2006-2011, Heru Sulaksono bertindak selaku kuasa Nindya Sejati Jo, perusahaan yang melaksanakan proyek. Perusahaan itu merupakan kerja sama antara BUMN PT. Nindya Karya dan perusahaan lokal PT. Tuah Sejati.

Proyek Pembangunan Dermaga Bongkar Sabang adalah proyek yang dikelola Badan Pengusaha Kawasan Sabang (BPKS).

Dalam surat tuntutannya, Jaksa KPK menyebutkan pembangunan Proyek Dermaga Sabang berlangsung tahun 2006-2011, dan menimbulkan kerugian negara Rp 313,34 miliar.

Kerugian berasal dari selisih penerimaan riil dan biaya riil Rp 287,27 miliar. Selain itu, proyek itu juga kekurangan volume terpasang hingga Rp 15,91 miliar. Nilai proyek juga digelembungkan mencapai Rp 10,16 miliar.

Menurut Jaksa Riyono, Heru Sulaksono berhasil meraup keuntungan pribadi secara ilegal sebesar Rp 34 miliar dari proyek Pembangunan Dermaga Bongkar Sabang, Aceh, selama 2006-2011.

Tuntutan Jaksa KPK juga merinci, uang yang dikorupsi mengalir ke sejumlah pihak, antara lain Heru Sulaksono, T. Syaiful Achmad selaku Kepala BPKS sebesar Rp 7,49 miliar, dan Sabir Said selaku kepala proyek dengan nilai Rp 12,72 miliar.

Sebagian dari uang haram itu kemudian digunakan terdakwa untuk membeli mobil Volkswagen dan Honda Civic; membayar iuran klub golf di Bogor, serta; untuk keperluan lain-lainnya sehingga total keseluruhannya mencapai Rp 20 miliar.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menilai, selain terbukti korupsi dana proyek pembangunan Dermaga Bongkar Sabang di Aceh yang anggarannya dari APBN 2006-2011, dia juga melakukan pencucian uang hasil korupsi.

 “Oleh karenanya, terdakwa Heru Sulaksono juga secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), sehingga diancam dengan pidana sesuai UU TPPU,” ujar Jaksa Riyono.

Terkait pencucian uang, Heru Sulaksono melanggar Pasal 3 ayat (1) huruf b, c, dan d UU No.15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta Pasal 3 UU No.8/2010 tentang TPPU.

Menurut Jaksa, dalam proyek itu terdapat upaya yang melanggar hukum. Selain penunjukan langsung, pelaksanaan proyek pun tak sesuai kontrak.

Mantan Kepala PT. Nindya Karya (Persero) Cabang Sumatera Utara ini, Heru Sulaksono juga terbukti mengalihkan pekerjaan utama (subkontrak) kepada pihak lain. Hal ini bertentangan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Seusai pembacaan tuntutan, Heru Sulaksono mengatakan pihaknya akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi pada persidangan berikutnya.

Sementara itu, terdakwa lainnya, mantan Deputi BPKS Ramadhani Ismy, dituntut 7 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, selain dituntut uang pengganti Rp 3,2 miliar. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.186.770 Since: 05.03.13 | 0.3029 sec