Internasional

Presiden Jokowi Tegaskan Tolak Grasi 64 Terpidana Mati Narkoba

Thursday, 11 Desember 2014 | View : 770

BUSAN-SBN.

Presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 terpilih bersama Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2014, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ menegaskan, ditolaknya grasi 64 terpidana mati kasus narkoba merupakan upaya penegakan hukum untuk memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Presiden Joko Widodo menolak permohonan grasi yang diajukan oleh 64 terpidana mati kasus narkoba. Menurut “Jokowi” sapaan Presiden Joko Widodo saat ini sebagian dari permohonan grasi terpidana narkoba itu sudah ada di mejanya. Tetapi tidak akan diproses lebih lanjut.

Meski diwarnai pro dan kontra, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menandasan, eksekusi hukuman mati akan segera dilaksanakan. Menurut mantan Wali Kota Surakarta ini, setiap hari setidaknya 40 orang meninggal dunia karena penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.  “Sekarang 64 orang yang sudah diputuskan mati, sudah bertahun-tahun diambangkan," cetus Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di Universitas Kyungsung, Busan, Korea Selatan, Kamis (11/12/2014) malam.

Presiden RI ke-7 tersebut, Joko Widodo menambahkan, dari 64 orang itu sesuai putusan pengadilan, hukuman yang dijalani adalah hukuman mati dan grasi yang diajukan sudah ditolak. Oleh karena itu, proses eksekusinya harus dijalankan sesuai proses hukum yang berlaku.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia sudah sampai ke tahap darurat narkoba. Menurut Presiden Jokowi, kesalahan para terpidana kasus narkoba sulit untuk dimaafkan karena umumnya adalah para bandar besar yang demi keuntungan pribadi dan kelompoknya telah merusak masa depan generasi penerus bangsa. "Memang ada tekanan dari sana sini. Tapi tidak ada ampunan," tukas Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo menekankan Pemerintah memandang serius upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang karena merupakan ancaman serius bagi masa depan Indonesia.

Penolakan permohonan grasi itu, menurut Presiden Joko Widodo, sangat penting untuk menjadi shock therapy bagi para bandar, pengedar, maupun pengguna.

Presiden Jokowi mengaku, dia mendapatkan laporan, sedikitnya ada 4,5 juta masyarakat Indonesia telah menjadi pemakai narkoba. Dari jumlah itu, 1,2 juta sudah tidak bisa direhabilitasi karena sudah sangat parah dan antara 30 sampai 40 orang setiap harinya meninggal dunia karena narkoba. “Tantangan kita sekarang adalah narkoba, lebih dari 4,5 juta orang dalam proses rehabilitasi, tetapi yang 1,2 juta sudah tidak bisa karena sudah sangat parah,” pungkasnya.

Dalam dialog ini, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, serta beberapa menteri di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D., Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI ke-15 Dr. H. Yuddy Chrisnandi, M.E., serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman. 

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.282.419 Since: 05.03.13 | 0.1786 sec