Nasional

Romahurmuziy Terus Lakukan Konsolidasi

Wednesday, 10 Desember 2014 | View : 582

SEMARANG-SBN.

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-6 yang mulai menjabat sejak 16 Oktober 2014 hasil Muktamar VIII di Surabaya, Ir. H. Muhammad Romahurmuziy, S.T., terus melakukan upaya konsolidasi di tubuh partai berlambang kakbah untuk mencegah terjadinya perpecahan internal.

Putra KH. Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., anggota DPR-GR mewakili Partai Nahdlatul Ulama (NU) DIY zaman Orde Lama, M. Romahurmuziy mengemukakan silaturahim bersama para ulama di Jawa Tengah ini bagian upaya konsolidasi dalam menjalankan program hasil Muktamar Surabaya. Silaturahim dan konsolidasi juga sudah berlangsung di Jawa Timur, Aceh, Kalimantan Timur, dan juga provinsi lain.

"Konsolidasi di seluruh daerah yang sesuai dengan amanat AD/ART hasil Muktamar PPP di Surabaya ini diharapkan tidak terganggu dengan hasil muktamar di daerah lain yang tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat," urai mantan Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2011-2015 yang terpilih dalam Muktamar VII PPP tahun 2011, M. Romahurmuziy di Semarang, Rabu (10/12/2014).

Hal tersebut disampaikan ‘Gus’ Romi, panggilan akrab sehari-hari M. Romahurmuziy  usai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah kyai yang merupakan anggota Majelis syariah, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Pakar DPW PPP Jateng di Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang.

Menurut mantan Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2011-2015 ini, Romahurmuziy, islah yang diinginkan kubunya adalah islah untuk perdamaian. Tentunya, islah damai bukannya tanpa pedoman. Pria yang akrab disapa Romy ini menjelaskan islah pada dasarnya adalah perdamaian yang harus ada pedomannya.

Menurut putra (alm.) KH Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., yang adalah pendiri IPNU (Ikatan Pelajar NU) tersebut, ada dua pedoman yang harus dipegang terkait dengan islah antardua kubu di tubuh PPP, yaitu yang sedikit bergabung dengan yang banyak dan yang tidak sah bergabung ke yang sah.

"Pada pedoman pertama, teman-teman yang menyatakan hasil Muktamar Jakarta harus jujur apakah mereka benar-benar memiliki peserta yang mayoritas jumlahnya. Sedangkan pedoman kedua akan menjadi sangat absurd jika yang sah justru bergabung ke yang tidak sah," terang mantan Ketua Komisi IV DPR RI mewakili Fraksi PPP membidangi masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, pangan, kelautan, dan perikanan ini.

"Islah untuk damai itu, yang sedikit harus bergabung dengan yang banyak. Kemudian, yang tidak sah harus bergabung dengan yang disahkan Pemerintah," tegas putra KH. Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., Rois Syuriah PBNU 1984-1986, M. Romahurmuziy.

Menurut ‘Gus’ Romi, panggilan akrab sehari-hari M. Romahurmuziy, pengurus DPP PPP hasil Muktamar Surabaya sudah disahkan Pemerintah.

Anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VII. Romy mengaku sudah menjalin komunikasi terkait dengan upaya konsolidasi dengan PPP kubu Djan Faridz, namun belum bisa diterima kedua pihak.

Cucu Menteri Agama RI ketujuh KH. Muhammad Wahib Wahab, Romy mengharapkan para pengurus PPP hasil Muktamar Jakarta tidak terus melakukan penyesatan informasi terkait dengan gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena dapat mengganggu upaya konsolidasi.

"Penyesatan informasi itu seolah-olah dengan adanya putusan sela PTUN pada 6 November 2014 itu mencabut SK Menkumham dan mengesahkan mereka (PPP kubu Djan Faridz)," tegas putra Dra. Hj. Umroh Machfudzoh, adalah pendiri IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU), Ketua DPW PPP DIY 1985-1995, dan Ketua Umum PP Wanita Persatuan 1993-1998.

Menurut mantan anggota Garda Bangsa PKB di Bandung, Jawa Barat, tahun 1998, seandainya PTUN mengkabulkan gugatan yang diajukan PPP kubu Djan Faridz maka bukan berarti pihak yang bersangkutan menjadi sah dalam kepengurusan partai.

"Apa yang digugat itu tidak ada hubungannya dengan hasil Muktamar Jakarta, karena yang digugat itu semata-mata (kepengurusan hasil Muktamar) Surabaya saja," pungkas putra (alm.) KH Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., Rois Syuriah PBNU 1984-1986. (tri/jos)

See Also

Basarnas Telah Mengetahui Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Kementerian Sosial Sediakan Logistik Untuk Pencarian Korban KM Sinar Bangun
Kecelakaan Tragis Mobil Menabrak Baja Pembatas Jalan
Mendagri Lantik Penjabat Gubernur Sumatera Utara
Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Nahkoda KM Sinar Bangun Diamankan
Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas Dalam Apel Pengecekan Personel Jelang Pilkada
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Terkendala Kedalaman Danau Toba
Kodim 0716/Demak Gelar Apel Pengecekan Usai Cuti Lebaran
Arus Balik Di Jalan Arteri Karawang Padat Merayap
Daftar Korban Hilang KM Sinar Bangun
Mendagri Lantik Plt Gubernur Jawa Barat
Jasad Seorang Wanita Ditemukan Dalam Perut Ular Sanca
Perempuan Ditelan Ular Sanca
Kronologi Perempuan Tewas Dimakan Ular
Truk Sampah Dinas LH DKI Hampir Jatuh Dari Jalan Tol Layang
Babinsa Koramil 02/Bonang Bantu Bagikan Sembako Saat Jelang Lebaran
Prajurit Kodim 0716/Demak Tes Urine Secara Acak
Babinsa Terus Dampingi Petani Saat Pengubinan
Danramil 11/Sayung Hadiri Gebyar Pasar Murah
Dosen Dimotivasi Untuk Giat Penelitian Dan Pengabdian
Kodim 0716/Demak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110
Widjanarko, Dosen Fakultas Psikologi UMK Raih Doktor
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.991.346 Since: 05.03.13 | 0.2154 sec