Nasional

Romahurmuziy Terus Lakukan Konsolidasi

Wednesday, 10 Desember 2014 | View : 744

SEMARANG-SBN.

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-6 yang mulai menjabat sejak 16 Oktober 2014 hasil Muktamar VIII di Surabaya, Ir. H. Muhammad Romahurmuziy, S.T., terus melakukan upaya konsolidasi di tubuh partai berlambang kakbah untuk mencegah terjadinya perpecahan internal.

Putra KH. Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., anggota DPR-GR mewakili Partai Nahdlatul Ulama (NU) DIY zaman Orde Lama, M. Romahurmuziy mengemukakan silaturahim bersama para ulama di Jawa Tengah ini bagian upaya konsolidasi dalam menjalankan program hasil Muktamar Surabaya. Silaturahim dan konsolidasi juga sudah berlangsung di Jawa Timur, Aceh, Kalimantan Timur, dan juga provinsi lain.

"Konsolidasi di seluruh daerah yang sesuai dengan amanat AD/ART hasil Muktamar PPP di Surabaya ini diharapkan tidak terganggu dengan hasil muktamar di daerah lain yang tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat," urai mantan Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2011-2015 yang terpilih dalam Muktamar VII PPP tahun 2011, M. Romahurmuziy di Semarang, Rabu (10/12/2014).

Hal tersebut disampaikan ‘Gus’ Romi, panggilan akrab sehari-hari M. Romahurmuziy  usai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah kyai yang merupakan anggota Majelis syariah, Majelis Pertimbangan, dan Majelis Pakar DPW PPP Jateng di Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang.

Menurut mantan Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2011-2015 ini, Romahurmuziy, islah yang diinginkan kubunya adalah islah untuk perdamaian. Tentunya, islah damai bukannya tanpa pedoman. Pria yang akrab disapa Romy ini menjelaskan islah pada dasarnya adalah perdamaian yang harus ada pedomannya.

Menurut putra (alm.) KH Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., yang adalah pendiri IPNU (Ikatan Pelajar NU) tersebut, ada dua pedoman yang harus dipegang terkait dengan islah antardua kubu di tubuh PPP, yaitu yang sedikit bergabung dengan yang banyak dan yang tidak sah bergabung ke yang sah.

"Pada pedoman pertama, teman-teman yang menyatakan hasil Muktamar Jakarta harus jujur apakah mereka benar-benar memiliki peserta yang mayoritas jumlahnya. Sedangkan pedoman kedua akan menjadi sangat absurd jika yang sah justru bergabung ke yang tidak sah," terang mantan Ketua Komisi IV DPR RI mewakili Fraksi PPP membidangi masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, pangan, kelautan, dan perikanan ini.

"Islah untuk damai itu, yang sedikit harus bergabung dengan yang banyak. Kemudian, yang tidak sah harus bergabung dengan yang disahkan Pemerintah," tegas putra KH. Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., Rois Syuriah PBNU 1984-1986, M. Romahurmuziy.

Menurut ‘Gus’ Romi, panggilan akrab sehari-hari M. Romahurmuziy, pengurus DPP PPP hasil Muktamar Surabaya sudah disahkan Pemerintah.

Anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VII. Romy mengaku sudah menjalin komunikasi terkait dengan upaya konsolidasi dengan PPP kubu Djan Faridz, namun belum bisa diterima kedua pihak.

Cucu Menteri Agama RI ketujuh KH. Muhammad Wahib Wahab, Romy mengharapkan para pengurus PPP hasil Muktamar Jakarta tidak terus melakukan penyesatan informasi terkait dengan gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena dapat mengganggu upaya konsolidasi.

"Penyesatan informasi itu seolah-olah dengan adanya putusan sela PTUN pada 6 November 2014 itu mencabut SK Menkumham dan mengesahkan mereka (PPP kubu Djan Faridz)," tegas putra Dra. Hj. Umroh Machfudzoh, adalah pendiri IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU), Ketua DPW PPP DIY 1985-1995, dan Ketua Umum PP Wanita Persatuan 1993-1998.

Menurut mantan anggota Garda Bangsa PKB di Bandung, Jawa Barat, tahun 1998, seandainya PTUN mengkabulkan gugatan yang diajukan PPP kubu Djan Faridz maka bukan berarti pihak yang bersangkutan menjadi sah dalam kepengurusan partai.

"Apa yang digugat itu tidak ada hubungannya dengan hasil Muktamar Jakarta, karena yang digugat itu semata-mata (kepengurusan hasil Muktamar) Surabaya saja," pungkas putra (alm.) KH Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., Rois Syuriah PBNU 1984-1986. (tri/jos)

See Also

Pesantren Al Mawaddah Kudus Ciptakan Rekor Prestasi Dunia
Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.285.410 Since: 05.03.13 | 0.1953 sec