Hukum

Penembakan Di Paniai, Kapolri Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan Polisi

Thursday, 11 Desember 2014 | View : 1298

ENAROTALI-SBN.

Mabes Polri dan jajarannya masih mendalami hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait bentrokan yang menewaskan empat warga sipil di Lapangan Karel Gobai, Kampung Ipakiye, Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, provinsi Papua, pada Senin (8/12/2014) pagi.

Kepolisian Negara Republik Indonesia membantah ada keterlibatan polisi terhadap kasus pengintaian yang menyebabkan kematian empat pemuda di Kampung Ipakiye, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, provinsi Papua.

Penyelidikan dilakukan guna mengungkap siapa yang melakukan penembakan yang menyebabkan empat korban jiwa dari warga sipil.

"Belum dapat disimpulkan siapa pelaku dari penembakan itu. Karena masih dalam rangkaian penyelidikan, Mudah-mudahan ada petunjuk, Jadi Polda Papua dibantu Mabes Polri masih lakukan olah TKP di beberapa tempat," jelas Kepala Biro Penum Mabes Polri, Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, Kamis (11/12/2014).

Untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab, Polri mengirim tim yang terdiri dari Divisi Profesi dan Pengamanan serta Inspektur Pengawasan Umum.

Rabu (10/12/2014) di Jakarta, Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol. Drs. Sutarman menegaskan penembak dari empat korban jiwa dalam kerusuhan di Paniai itu bukanlah polisi. Jajaran Polda Papua bertugas hanya mengamankan massa di depan Polres Paniai.

Tim Polri diberangkatkan ke Papua Senin (8/12/2014) lalu. “Investigasi dilakukan oleh tim itu. Diharapkan secepatnya terungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa itu,” tegas Jenderal Pol. Drs. Sutarman.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kabar tewasnya empat orang warga Kabupaten Paniai, provinsi Papua ketika terjadi kerusuhan di wilayah itu, Senin (8/12/2014) pagi. Kehadiran tim itu, sambung mantan Kapolda Metro Jaya (2010) dan mantan Kabareskrim Polri (2011-2013) ini, tak hanya mengungkap pelaku, tetapi juga untuk mengungkap penyebab peristiwa itu.

Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Drs. Badrodin Haiti menyatakan karena akses menuju lokasi kejadian itu sulit dan ada gangguan cuaca, tim baru mulai bekerja hari Rabu (10/12/2014).

Komjen Pol. Drs. Badrodin Haiti juga memastikan tidak ada tembakan yang dilakukan oleh polisi. Sejumlah anggota kepolisian justru terluka akibat lemparan batu dan panah dari warga.

"Jadi terjadi perkelahian fisik, setelah itu terdengar suara tembakan, pelaku penembakan ini masih kita didalami lebih lanjut. Peristiwa tersebut terjadi pukul 20.00 WIT, dikarenakan dekat kuburan jadi suasananya sepi. Setelah itu, akibat peristiwa ini ada warga yang tidak menerima, kemudian ada warga sekitar 400 sampai 500 orang melakukan perusakan kantor polsek dan koramil pukul 2.30 WIT dinihari," urai mantan Kabagpenum Ropenmas Div Humas (2010), Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar.

Menurutnya selain warga sipil, ada tiga anggota polisi dan tiga anggota koramil mengalami luka-luka. "Akibat penyerbuan atau perusakan fasilitas milik kantor Polri dan TNI," ungkap mantan Karopenmas Div Humas Polri (2012), Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar.

Hingga kini, Mabes Polri belum bisa memberikan kesimpulan terkait siapa yang melakukan penembakan tersebut karena masih dalam proses.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009), Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar juga mengimbau warga agar tidak terprovokasi oleh kejadian ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI ke-15 yang menjabat sejak 27 Oktober 2014, Laksamana (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan situasi Papua setelah insiden penembakan di Paniai berangsur kondusif.

Aparat telah membuat kesepakatan dengan tokoh masyarakat setempat tentang penyelesaian kasus itu secara adat.

Investigasi tetap dilakukan untuk mengetahui pelaku penembakan yang menewaskan empat warga itu. “Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat, ada tembakan dari atas juga. Ini dari mana, kami harus lihat. Jangan selalu salahkan aparat,” tandas mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2008-2009. (jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.648.103 Since: 05.03.13 | 0.1937 sec