Hukum

Penembakan Di Paniai, Kapolri Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan Polisi

Thursday, 11 Desember 2014 | View : 1366

ENAROTALI-SBN.

Mabes Polri dan jajarannya masih mendalami hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait bentrokan yang menewaskan empat warga sipil di Lapangan Karel Gobai, Kampung Ipakiye, Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, provinsi Papua, pada Senin (8/12/2014) pagi.

Kepolisian Negara Republik Indonesia membantah ada keterlibatan polisi terhadap kasus pengintaian yang menyebabkan kematian empat pemuda di Kampung Ipakiye, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, provinsi Papua.

Penyelidikan dilakukan guna mengungkap siapa yang melakukan penembakan yang menyebabkan empat korban jiwa dari warga sipil.

"Belum dapat disimpulkan siapa pelaku dari penembakan itu. Karena masih dalam rangkaian penyelidikan, Mudah-mudahan ada petunjuk, Jadi Polda Papua dibantu Mabes Polri masih lakukan olah TKP di beberapa tempat," jelas Kepala Biro Penum Mabes Polri, Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, Kamis (11/12/2014).

Untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab, Polri mengirim tim yang terdiri dari Divisi Profesi dan Pengamanan serta Inspektur Pengawasan Umum.

Rabu (10/12/2014) di Jakarta, Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol. Drs. Sutarman menegaskan penembak dari empat korban jiwa dalam kerusuhan di Paniai itu bukanlah polisi. Jajaran Polda Papua bertugas hanya mengamankan massa di depan Polres Paniai.

Tim Polri diberangkatkan ke Papua Senin (8/12/2014) lalu. “Investigasi dilakukan oleh tim itu. Diharapkan secepatnya terungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa itu,” tegas Jenderal Pol. Drs. Sutarman.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kabar tewasnya empat orang warga Kabupaten Paniai, provinsi Papua ketika terjadi kerusuhan di wilayah itu, Senin (8/12/2014) pagi. Kehadiran tim itu, sambung mantan Kapolda Metro Jaya (2010) dan mantan Kabareskrim Polri (2011-2013) ini, tak hanya mengungkap pelaku, tetapi juga untuk mengungkap penyebab peristiwa itu.

Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Drs. Badrodin Haiti menyatakan karena akses menuju lokasi kejadian itu sulit dan ada gangguan cuaca, tim baru mulai bekerja hari Rabu (10/12/2014).

Komjen Pol. Drs. Badrodin Haiti juga memastikan tidak ada tembakan yang dilakukan oleh polisi. Sejumlah anggota kepolisian justru terluka akibat lemparan batu dan panah dari warga.

"Jadi terjadi perkelahian fisik, setelah itu terdengar suara tembakan, pelaku penembakan ini masih kita didalami lebih lanjut. Peristiwa tersebut terjadi pukul 20.00 WIT, dikarenakan dekat kuburan jadi suasananya sepi. Setelah itu, akibat peristiwa ini ada warga yang tidak menerima, kemudian ada warga sekitar 400 sampai 500 orang melakukan perusakan kantor polsek dan koramil pukul 2.30 WIT dinihari," urai mantan Kabagpenum Ropenmas Div Humas (2010), Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar.

Menurutnya selain warga sipil, ada tiga anggota polisi dan tiga anggota koramil mengalami luka-luka. "Akibat penyerbuan atau perusakan fasilitas milik kantor Polri dan TNI," ungkap mantan Karopenmas Div Humas Polri (2012), Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar.

Hingga kini, Mabes Polri belum bisa memberikan kesimpulan terkait siapa yang melakukan penembakan tersebut karena masih dalam proses.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009), Brigjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar juga mengimbau warga agar tidak terprovokasi oleh kejadian ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI ke-15 yang menjabat sejak 27 Oktober 2014, Laksamana (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan situasi Papua setelah insiden penembakan di Paniai berangsur kondusif.

Aparat telah membuat kesepakatan dengan tokoh masyarakat setempat tentang penyelesaian kasus itu secara adat.

Investigasi tetap dilakukan untuk mengetahui pelaku penembakan yang menewaskan empat warga itu. “Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat, ada tembakan dari atas juga. Ini dari mana, kami harus lihat. Jangan selalu salahkan aparat,” tandas mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2008-2009. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.282.408 Since: 05.03.13 | 0.1795 sec