Internasional

Presiden Jokowi Bertemu Pengusaha Korea Selatan

Thursday, 11 Desember 2014 | View : 1022

BUSAN-SBN.

Presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 terpilih bersama Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2014, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan Ibu Negara Iriana Widodo berkunjung ke Busan, Korea Selatan (Korsel). Rombongan Presiden Joko Widodo melakukan lawatan selama dua malam pada 10-12 Desember 2014 di Busan, Korea Selatan.

Di Busan, Korea Selatan, Rabu (10/12/2014) malam, Presiden Jokowi bertemu sejumlah pemimpin perusahaan di Korea Selatan (Korsel) yang perusahaannya beroperasi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pengusaha besar Korea Selatan yang berniat ingin melakukan investasi di Indonesia, dalam kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan pada hari pertama, Rabu (10/12/2014) kemarin.

Selain membahas perkembangan perusahaan mereka di Indonesia, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah rencana investasi.

Sebagai informasi, di Busan, Korea Selatan, agenda utama kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Busan, Korsel ini adalah guna untuk menghadiri perayaan hubungan ASEAN-Korea Selatan/ASEAN Republic of Korea (ASEAN ROK) Summit 2014 yang berlangsung di Busan, Kamis (11/12/2014) hingga Jumat (12/12/2014).

Selain menghadiri perayaan hubungan ASEAN-Korea Selatan, dalam kunjungan selama tiga hari ini, yakni pada 10-12 Desember 2014, Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan melakukan serangkaian agenda kunjungan lain yakni pertemuan bilateral.

Selain mengikuti acara tersebut, seperti dilaporkan wartawan sebagaimana dirilis situs Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (11/12/2014), bahwa Presiden Joko Widodo memanfaatkan kehadirannya di Korea Selatan dengan bertemu para pengusaha Korea Selatan dan akan mengunjungi beberapa tempat di Korea Selatan.

Pada hari pertama kunjungannya ke Busan, Korea Selatan (Korsel), Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para pengusaha setempat. Pada malam setibanya di Busan, Korea Selatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para pengusaha Korea Selatan (Korsel) di Hotel Haeundae Grand, Busan, Rabu (10/12/2014) malam.

Seusai bertemu mereka, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut dilakukan dengan para investor yang sangat berminat menanamkan modal di Indonesia. Misalnya industri baja, pembangkit listrik, dan kimia, termasuk pembangunan pabrik pupuk untuk mendukung pertanian demi terwujudnya swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, para pengusaha Korsel memang menyatakan minatnya untuk terus berinvestasi di Indonesia, terutama di sektor industri, kelistrikan dan kimia. Presiden Joko Widodo mengungkapkan, para perusahaan ini telah memahami rencana Pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia, terutama di sektor industri. “Kita memang membutuhkan seperti industri kelistrikan, industri baja, industri-industri kimia,” terang mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menurut Presiden Jokowi, para perusahaan itu menangkap rencana Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki atmosfer investasi di tanah air, terutama di sektor industri. “Memang kelihatan sekali atmosfer investasi yang kita bangun ditangkap oleh investor di sini, terutama industri,” papar mantan Wali Kota Solo tersebut.

Untuk lokasi investasi agar investasi tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa saja, Presiden Jokowi menyatakan jangan hanya dibangun di Jawa, tetapi juga di Indonesia timur, seperti Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan berupaya untuk dapat menentukan lokasi investasi sehingga mampu menjamin persebaran investasi yang merata di seluruh Indonesia dan tidak terpusat di Jawa. “Tadi saya sampaikan, lokasinya ada di mana, sekarang ini jangan mereka menentukan lokasi, tetapi kita menentukan lokasi sehingga ada persebaran investasi, tidak hanya di Jawa," kata Presiden Joko Widodo seusai bertemu dengan sejumlah pengusaha Korea di hotel tempatnya menginap di Busan, Korea Selatan, Hotel Haeundae Grand.

Oleh karena itu, dalam kesempatan kunjungannya ke Korea Selatan (Korsel) tersebut, Presiden Joko Widodo mengaku mendorong para pengusaha Korsel itu untuk terus berinvestasi di Indonesia, khususnya di luar Jawa, sehingga ekonomi bisa tumbuh merata. Hal ini penting untuk memastikan pemerataan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pengusaha Korsel menyampaikan minatnya untuk terus berinvestasi di Indonesia.  Menanggapi hal itu, Presiden RI ke-7 tersebut, Joko Widodo mengatakan, Pemerintah Indonesia mendorong agar investasi dilakukan di luar pulau Jawa dalam rangka pemerataan pembangunan. Presiden Jokowi juga menegaskan, ingin memperkenalkan Indonesia sebagai negara ramah investasi. “Jangan hanya investasi di Jawa, tapi didorong ke Indonesia, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera itu yang akan kita lakukan. Yang paling penting persepsi ramah investasi,” pinta Presiden Jokowi dalam pertemuan yang didampingi Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi dilansir dari laman Setkab RI.

Presiden Joko Widodo menambahkan dalam pertemuan tersebut, persepsi terkait investasi yang dibangun Pemerintah diterima positif. Ada banyak keinginan untuk melakukan investasi di Indonesia. Mulai dari sektor industri petrokimia, pembangkit listrik dan sektor lainnya. "Kelihatan sekali atmosfer investasi yang kita bangun, persepsi yang kita bangun itu ditangkap investor sini terutama skala besar," papar Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pihaknya berharap agar pengusaha Korsel tersebut menanam invetasinya tidak hanya terkosentrasi di wilayah tertentu.

Dilansir dari laman Setkab, Kamis (11/12/2014), Presiden Jokowi mendorong pengusaha Korsel agar investasinya tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa saja. “Kita ketemu dengan investor-investor yang sangat berminat dengan Indonesia. Mereka sangat berminat dengan Indonesia. Sangat ingin masuk ke Indonesia di bidang industri, di bidang power plant (pembangkit listrik), terutama kimia, termasuk pembangunan pabrik pupuk,” demikian disampaikan Presiden Jokowi  seusai bertemu dengan para pengusaha Korsel, yang dilaksanakan di Hotel Haeundae Grand, Busan, Korea Selatan, Rabu (10/12/2014) tadi malam sebagaimana dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Semalam, saat bertemu dengan para pengusaha Korsel itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.A.L.D., Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, dan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Korea Selatan John Aristianto Prasetio dalam rangka untuk bertemu satu per satu dengan pimpinan lima perusahaan di Korea.

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan para pengusaha tersebut, didampingi juga oleh Deputi BKPM Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan H. Djojokusumo dan Deputi Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Luky Eko Wuryanto.

Presiden Jokowi yang bertemu dengan sejumlah para pengusaha papan atas Korea Selatan tersebut, hadir diantaranya pengusaha dari Posco yang dulu bernama Pohang Iron and Steel Company, Hyosung Corporation, Lotte Group (Lotte Co. Ltd.), BK Group (BK Energy), Hanwa Group, dan Daewoo Logistics Corp.

Sementara itu, hadir di antara para pengusaha Korsel tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi pada Rabu (10/12/2014) malam itu antara lain adalah Chief Executive Officer (CEO) Posco, Oh Joon-Kwon yang ditemani Senior Executive Vice President/Wakil Presiden Senior Posco, Chang In-Hwan, serta President sekaligus CEO Daewoo Logistics Corp., Ahn Yong Nam, Chairman Lotte Group Dong-Bin Shin, President dan CEO Lotte Mart Byung Yong Noh, Presiden dan CEO Lotte Chemical Soo Young Huh, Chairman BK Group Joung In Park, dan Managing Director BK Energy Young Saeng Kim.

Pengusaha Posco dan Pengusaha Lotte Group pada umumnya ingin melakukan investasi di Indonesia seperti industri pupuk.

Pertemuan bisnis antara Presiden Jokowi dan CEO Posco Oh Joon-Kwon dan Senior Executive Vice President Chang In-Hwan membahas rencana investasi Posco tahap II yang bekerja sama dengan PT. Krakatau Steel dengan nilai investasi US$ 3,3 miliar.

Saat bertemu dengan pimpinan Hyosung Corporation, Presiden Jokowi membahas rencana bidang infrastruktur, di antaranya proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall) dan proyek enam ruas tol dalam kota Jakarta. “Pak Jokowi juga menawarkan investasi pembangunan pabrik pupuk di beberapa daerah,” ungkap Rio Sarwono dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bergerak di bidang properti.

Seperti dikabarkan sebelumnya, para pengusaha Korea Selatan disebut mengeluhkan lokasi lahan untuk pembangunan pabrik di Indonesia. Selain akses yang tak gampang, izin pembebasan lahan juga menjadi keluhan lain.

Presiden Joko Widodo menyatakan investasi yang tengah dijajaki para pengusaha Korea Selatan tersebut sangat dibutuhkan Indonesia dalam rangka menggenjot pertumbuhan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Retno Lestari Priansari Marsudi disela-sela mempersiapkan Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN-Korea Selatan, melakukan pertemuan dengan pemilik perusahaan Kapal Oryong 501 yang tenggelam.

Menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia pada tahun 2005, Retno LP Marsudi, dari pertemuan itu diperoleh informasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) selamat, serta 14 jenazah korban tenggelamnya Kapal berukuran 83 meter tersebut Oryong 501 dengan 60 awak kapal diantaranya 35 pelaut Indonesia, kini sedang dibawa ke Busan, Korea Selatan. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, pada tanggal 1 Desember 2014, aksi operasi penyelamatan internasional hanya 3 anak buah kapal dari Filipina, 3 anak buah kapal dari Indonesia, dan 1 nakhoda asal Rusia yang mampu diselamatkan. (setkabri/jos)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.378.710 Since: 05.03.13 | 0.2151 sec