Nasional

Menpora Cerita Ramalan Gus Dur Pada Ahok

JAKARTA-SBN.

Menteri ‎Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Kabinet Kerja Jokowi-JK sejak 27 Oktober 2014, H. Imam Nahrawi, S.Ag. (41 tahun) mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. atau Ahok.

Sekjen DPP PKB kelahiran Bangkalan pada 8 Juli 1973 ini, Imam Nahrawi resmi ditunjuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi JK periode 2014-2019.

Sebagai seorang Gusdurian atau pengikut Gus Dur, Imam Nahrawi bercerita, jabatan Gubernur yang diemban Basuki Tjahaja Purnama sekarang ini telah diprediksi mantan Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur beberapa tahun lalu.

Pada kesempatan itu, politisi PKB, Imam Nahrawi mengungkapkan rahasia yang tidak banyak diketahui khalayak ramai. Menurutnya, naiknya Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur sudah diprediksi mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menurut alumnus Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Bahasa Arab,  Universitas Islam Negeri dulu IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1998 ini, Imam Nahrawi, kala itu, Gus Dur sesumbar, Basuki Tjahaja Purnama yang berasal dari suku dan keyakinan minoritas di Indonesia kelak akan menjadi seorang Gubernur di suatu wilayah. “Sebagai orang sahabat dan orang yang disebut-sebut Gus Dur waktu itu, bakal jadi Gubernur DKI, saya tentu harus mengucapkan selamat. Karena sebelum beliau jadi Gubernur, Gus Dur sudah pernah bilang, Pak Ahok akan jadi Gubernur. Nah ini cita-cita Gus Dur kesampaian," beber mantan Ketua Umum DKN Garda Bangsa.

Mendengar ucapan lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan pada tahun 1991 tersebut, Imam Nahrawi, Basuki Tjahaja Purnama yang berdiri di sebelah Imam Nahrawi nampak tersipu malu dan tak membantahnya. Dia pun terharu mendengarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengiyakan kalau Presiden ke-4 itu pernah meramalnya akan menjabat Gubernur. Dan, ucapan Gus Dur pun menjadi kenyataan. "Jadi cita-cita Gus Dur bener-bener kesampaian ya. Teman-teman yang bantu nyalonin aku dulu nih pada kesampaian cita-citanya deh," sahut Basuki Tjahaja Purnama sembari tersenyum.

Mantan Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur rupanya mendapat tempat khusus di hati Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebabnya, saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Bangka Belitung pada 2007, Gus Dur tampil mendukung Basuki Tjahaja Purnama maju.

Bahkan, Gus Dur turun mendukung dan ikut berkampanye untuk Basuki Tjahaja Purnama. "Beliau orang yang paling nekat mendukung saya jadi Gubernur. Dan dia pokoknya habis-habisan mendukung saya. Gus Dur sebenarnya sudah tidak mau kampanye lagi. Begitu tahu saya maju, beliau mau kampanye," kata Basuki Tjahaja Purnama kepada awak media, Rabu (25/12/2013).

Mantan anggota Komisi II DPR RI ini sebelumnya pernah bercerita mengenai peran sosok Gus Dur yang selalu membelanya, kala orang lain mendiskriminasikannya. Cerita tersebut dimulai ketika Basuki Tjahaja Purnama saat itu memutuskan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Bangka Belitung belasan tahun silam. "Waktu itu saya mundur sebagai Bupati Belitung Timur karena saya mau mencalonkan diri sebagai Gubernur Bangka Belitung," ungkap Basuki Tjahaja Purnama dalam testimoninya dalam acara Haul ke-4 Gus Dur di Pondok Pesantren Jagakarsa, Ciganjur, Jakarta Selatan beberapa bulan lalu, Sabtu (28/12/2013) malam dikunjungi oleh sekitar 4.000 orang dari sejumlah Pesantren, Majelis Taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Sebagai minoritas, tentu sulit bagi Basuki Tjahaja Purnama mendapat dukungan. Apalagi di Bangka Belitung mayoritas adalah Islam. Namun, ia justru mendapat dukungan penuh dari Gus Dur untuk maju. "Tidak ada partai yang mau dukung saya," beber mantan anggota Komisi II DPR RI ini.

Dukungan dari Gus Dur itu bermula saat Basuki Tjahaja Purnama bertemu dengan putri Gus Dur, Yenny Wahid untuk membicarakan mengenai keinginannya mencalonkan diri sebagai calon Gubernur.

Lalu Basuki Tjahaja Purnama juga bertemu dengan Muhaimin Iskandar juga untuk membicarakan apakah Gus Dur mau mendukungnya maju sebagai caGub. "Waktu itu Muhaimin bilang, mana mungkin Gus Dur mau mendukung kamu," kenang Ahok menirukan ucapan Muhaimin Iskandar.

Namun, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak patah arang. Ia memberanikan diri untuk bertemu dengan Gus Dur dan memaparkan program-program yang dicanangkan jika terpilih sebagai Gubernur. Kala itu, Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden RI. "Saya diskusi dan bilang saya mau adakan pensiun pertama di Bangka Belitung. Lalu Gus Dur tertarik," urai Basuki Tjahaja Purnama.

Gus Dur, lanjut Basuki Tjahaja Purnama, merupakan orang yang memiliki nasionalisme tinggi. Kepada Basuki Tjahaja Purnama, cucu pendiri Nahdhatul Ulama Hasyim Asyari itu mengaku ingin melihat ada Gubernur keturunan China pertama di Indonesia. "Gus Dur berani membela. Saya bilang, 'Enggak bisa lah Gus.' Gus Dur jawab, 'Kenapa enggak bisa? Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi Gubernur? Jadi Presiden saja kamu aja bisa kok, siapa yang bilang enggak bisa?'" kata Basuki Tjahaja Purnama seraya menirukan ucapan Gus Dur saat memberi testimoni di haul ke-4 Gus Dur di Pondok Pesantren Jagakarsa, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2013) malam.

Kampanye Gus Dur untuk Basuki Tjahaja Purnama pada saat Pilgub Bangka Belitung 2007 silam itu juga diunggah di situs YouTube. Video itu tercatat diunggah pada Kamis (16/8/2012).

"Kita semua akan memilih Ahok karena cinta," kata mantan Presiden yang hanya menjabat 21 bulan dalam tayangan itu. Video berdurasi 1 menit 52 detik itu diambil dari siaran stasiun televisi Metro TV.

Dalam kampanye Basuki Tjahaja Purnama saat itu, Gus Dur mengutip salah satu ayat Al-Quran tentang penciptaan laki-laki dan perempuan, serta menjadikan manusia dengan beragam suku dan bangsa. "Allah menciptakan kalian dalam rupa perempuan dan lelaki. Ahok itu lelaki atau perempuan?" kata Gus Dur yang duduk di kursi roda. Pertanyaan itu sontak dijawab oleh sejumlah orang di sekitarnya, "Lelaki."

Gus Dur yang mengenakan peci dan batik berwarna cokelat menambahkan, keadaan masyarakat yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa itu ditujukan supaya mereka saling mengetahui dan mengenal. "Kalau sudah mengenal bisa menjadi sayang dan cinta," ujarnya. "Jadi kenapa memilih Ahok? Karena cinta."

Meski warga Bangka Belitung menentang keras dukungan Gus Dur terhadap Basuki Tjahaja Purnama. Saat mendapat penolakan dari berbagai pihak, kepercayaan diri Basuki Tjahaja Purnama menipis begitu mengetahui ia merupakan warga minoritas.

Karena dianggap mendukung seorang 'kafir'. Namun, Gus Dur meminta agar Basuki Tjahaja Purnama tak memedulikan hal itu. "Saya jual nama Gus Dur, saya bilang saya sudah dapat restu dari Gus Dur. Tapi tetap saja, kampanye dalam sayembara itu menyakitkan, sampai Gus Dur dibilang Kyai palsu, dukung kafir," kata dia.

"Gus Dur meminta saya membiarkan hal tersebut. Lalu beliau bilang biarin saja. Mereka tidak mengerti Al-Quran, kata Gus Dur, Islam enggak seperti itu. Biarin saja," ucap Ahok menirukan Gus Dur.

Walaupun akhirnya gagal menjadi Gubernur Bangka Belitung, Basuki Tjahaja Purnama sangat berkesan saat-saat dirinya berjuang dibantu Gus Dur. Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku bersyukur bisa mengenal Gus Dur. Sebab, Gus Dur pula yang mempengaruhinya terjun ke dunia politik. (jos)

See Also

Pesantren Al Mawaddah Kudus Ciptakan Rekor Prestasi Dunia
Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.503.628 Since: 05.03.13 | 0.2875 sec