Politik

Giliran Menpora Sambangi Gubernur DKI Jakarta

JAKARTA-SBN.

Menteri ‎Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia periode 2014-2019 Kabinet Kerja Jokowi-JK sejak 27 Oktober 2014, H. Imam Nahrawi, S.Ag. menyambangi Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok), di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/12/2014) siang.

Menpora Imam Nahrawi datang sekitar pukul 11.15 WIB seusai Gubernur DKI Jakarta tersebut Basuki Tjahaja Purnama kembali dari Istana Negara dalam rangka penyerahan DIPA Tahun 2015 dan alokasi dana transfer daerah dari Presiden.

Sebelum Menpora Imam Nahrawi, ada dua Menteri yang pernah mengunjungi Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI. Mereka adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Dr. H. Yuddy Chrisnandi, M.E. serta Menteri Koperasi dan UKM, Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Imam Nahrawi datang dengan menggunakan setelan batik berwarna putih kecokelatan. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya kepada awak media di Balai Kota. Setelah itu, ia beserta para pengawal pribadinya masuk ke dalam ruang kerja Gubernur.

Kunjungan Menpora ke Basuki Tjahaja Purnama ini tidak terjadwal dalam agenda resmi Pemprov DKI. Pertemuan yang dilakukan antara keduanya dilakukan secara mendadak, sebab tidak tercantum dalam agenda Gubernur pada hari ini. Pertemuan itu pun hanya berlangsung singkat, yakni sekitar 10 menit. Belum diketahui maksud dan tujuan kedatangan Imam Nahrawi ke Balai Kota.

Dalam kesempatan itu, Imam Nahrawi melakukan pertemuan tertutup dengan Basuki Tjahaja Purnama.

Setelah 10 menit berselang, Imam Nahrawi pun kemudian terlihat keluar dari ruang tempat pertemuan tersebut dilakukan.

Kepada wartawan, Imam Nahrawi mengaku kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi. Politisi PKB itu mengaku kedatangannya untuk bersilaturahmi dan mengucapkan selamat atas dilantiknya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur pada 19 November. Usai mengikuti acara di Istana Negara, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Iman Nahrawi tiba-tiba membelokkan mobil dinasnya dan mampir ke kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok. “Tadi saya rapat di Istana bersama seluruh Kementerian dan Pemerintah Daerah. Kemudian karena jaraknya Istana begitu dekat dengan Balai Kota, saya harus mampir ke sini. Karena sejak beliau dilantik menjadi Gubernur DKI, saya belum mengucapkan selamat, kecuali waktu di Istana pas pelantikan," aku Imam Nahrawi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/12‎/2014).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tertawa bahagia mendengar kabar yang dibawa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kepadanya. Kabar itu perihal pencabutan gugatan Menpora sebelumnya, Roy Suryo, kepada Pemprov DKI perihal pembongkaran Stadion Lebak Bulus yang akan digunakan untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT).

"Oh, sudah kami tanda tangan. Karena saya tidak ingin dianggap menghambat pembangunan MRT di DKI," beber Imam Nahrawi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/12/2014).

"Dua gugatan ke saya dan gugatan Kemenpora kepada Pemprov DKI di Bareskrim Polri sudah dicabut. Ha-ha-ha," timpal Basuki Tjahaja Purnama sambil tertawa.

Saat ini, sambung dia, proses pembongkaran Stadion Lebak Bulus masih dalam tahap proses tender. Pembongkaran itu tidak boleh tertunda dari agenda awal. Sebab, realisasi program MRT juga tidak boleh mundur dari tahun 2018.

Imam Nahrawi yang berdiri di samping Basuki Tjahaja Purnama mengimbau Pemprov DKI untuk menyediakan stadion pengganti Stadion Lebak Bulus. "Yang pasti ketika Lebak Bulus dibongkar harus ada (stadion) penggantinya dan sudah ada di (Stadion) BMW. Kalau di Stadion BMW ada persoalan, silakan Pemprov DKI selesaikan (masalahnya)," tandas Imam Nahrawi.

Pencabutan gugatan itu, tambah dia, dilakukan karena substansi persoalan berupa permohonan penerbitan rekomendasi pengalihfungsian Stadion Lebak Bulus menjadi depo MRT telah selesai.

Dikabarkan sebelumnya, Roy Suryo atas nama Kemenpora melaporkan Basuki Tjahaja Purnama serta Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Ratiyono ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran kebohongan publik. Keduanya dilaporkan ke Mabes Polri atas pelanggaran Pasal 310 dan atau Pasal 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.009.857 Since: 05.03.13 | 0.4445 sec