Internasional

Fadli Zon Sebut Jokowi Tidak Usah Banyak Bicara, Coba Satu Kapal Ditenggelamkan

Saturday, 06 Desember 2014 | View : 1165

RIAU-SBN.

Presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 terpilih bersama Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2014, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ yang sebelumnya telah menginstruksikan jajaran TNI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan pada hari Jumat (5/12/2014) hari ini.

Pada hari Jumat (5/12/2014), tiga kapal ikan asing kayu ketegori kecil yang melakukan pencurian di wilayah perairan Indonesia di perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau telah ditenggelamkan. Pemerintah Indonesia menenggelamkan tiga kapal asing yang mencuri ikan di wilayah laut Indonesia. Tiga kapal asing milik nelayan Vietnam itu dieksekusi Jumat (5/12/2014), sekitar pukul 10.20 WIB.

Tiga kapal asing itu ditembaki oleh kapal Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bersama TNI Angkatan Laut di perairan Anambas, Kepulauan Riau.

Tiga kapal asing itu berada di antara Pulau Tanjung Pedas dan Pulau Desa Lingai, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Tiga kapal eksekutor yaitu, Kapal Negara (KN) Bintang Laut milik Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Kapal Pemerintah (KP) Ketipas dan KP Napoleon milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Aksi peledakan tersebut dikawal KRI Sultan Hasanuddin, KRI Barakuda-633, dan KRI Todak-631. Ada juga helikopter yang berputar-putar di sekitar lokasi untuk memantau. Beberapa anggota TNI AU dari KRI Barakuda-633 memantau di 2 sekoci.

Peluru-peluru yang ditembakkan dari Kapal Navigasi Bintang Laut 4801 tersebut mengarah ke tiga kapal nelayan asing yang tertangkap mencuri ikan di Laut Natuna tersebut. Ketiga kapal tersebut diledakkan dengan senjata dari Kapal Navigasi Bintang Laut 4801 oleh Satuan Kopaska Koarmabar. Para nahkoda dan ABK kapal tersebut sudah lebih dulu dievakuasi ke KRI Barakuda-633.

Ketiga kapal kayu pencuri ikan itu ditembak menggunakan senjata mesin dari jarak 200 meter.

Tidak sampai di situ, pasukan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dari TNI Angkatan Laut (AL) yang menggunakan kapal kecil pun mulai mendekati kapal-kapal itu. Sebelum kapal diledakkan, tampak beberapa anggota Satuan Kopaska Koarmabar bergerak mendekati 3 kapal itu dengan sekoci. Setelah ditembaki, tiga kapal asing itu diledakkan menggunakan detonator yang dipasang oleh anggota Komando Pasukan Katak dari TNI Angkatan Laut.

Tiga kapal nelayan Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia akhirnya diledakkan. Ada 3 kapal Vietnam yang diledakkan, yakni KG 90433 TS. ATS 005, KG 94366 TS. ATS 006, dan KG 94266 TS. ATS 012.

Satu per satu kapal asing itu dipasangi peledak dan diledakkan. Diantara ketiga kapal, kapal bagian tengah yang lebih dahulu diledakkan. Suara dentuman terdengar hingga menimbulkan getaran di air Laut.

Pelan-pelan api pun mulai melalap kapal nelayan asing pencuri ikan tersebut. Api dan asap besar membumbung tinggi ke langit setiap kali kapal meledak. Kobaran api melalap kapal itu, hingga akhirnya tenggelam tak berbekas. Kapal-kapal itu kemudian tenggelam ke dasar laut. Sementara puingnya berserakan di atas laut.

Turut hadir menyaksikan operasi eksekusi tersebut Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI AL Widodo, Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya TNI AL DA Mamahit, dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayor Jenderal (Mayjen.) TNI AD Mochamad Fuad Basya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pada Sabtu (29/11/2014) yang lalu. Wakil Ketua DPR RI (2014-2019) bidang Politik dan Keamanan, Fadli Zon, S.S., M.Sc. mengungkapkan komentar. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, S.S., M.Sc. mengatakan seharusnya Presiden Joko Widodo tidak mengumbar kebijakan soal penenggelaman kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia.

Fadli Zon masuk dalam paket yang diajukan oleh lima fraksi dalam Koalisi Merah Putih yaitu Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat (PD), dan Partai Amanat Nasional (PAN), dengan pimpinan Drs. H. Setya Novanto.

“Jadi sebenarnya pemerintah Pak Jokowi nggak usah terlalu banyak omong lah. Coba dilakukan saja dulu, satu lah, dicontohin dulu satu. Saya pengin lihat. Satu coba kapal ditenggelamkan, nggak usah banyak-banyak,”tukas alumnus Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Fadli Zon di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/11/2014).

Terkait kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan tersebt, Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan dukungannya.

Menurut alumnus Master of Science (M.Sc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris, kebijakan tersebut merupakan kebijakan balasan (reciprocal) negara lain semisal Malaysia yang menenggelamkan kapal-kapal nelayan Indonesia.

Akan tetapi, Fadli Zon menegaskan penenggelaman kapal tersebut harus berdasarkan norma hukum. "Saya mendukung. Tentu tidak dengan orangnya ya, kapalnya saja. Itu bahaya kalau sama orangnya. Tetap harus melihat norma-norma aturan internasional yang ada," pungkas Fadli Zon.

Sekedar informasi, atas kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan, media Malaysia ramai memberitakan tindakan tersebut adalah tindakan yang angkuh. (jos)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.421 Since: 05.03.13 | 0.1422 sec