Hukum

KPK Periksa Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama

JAKARTA-SBN.

Kamis (20/11/2014), lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (Kemenag) Tahun Anggaran (TA) 2012-2013.

Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis.

Sri Ilham Lubis bakal diperiksa terkait pengusutan kasus dugaan korupsi dalam penyelenggara ibadah haji tahun 2012-2013 yang menjadikan bekas Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) sebagai tersangka. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SDA (Suryadharma Ali)," ungkap Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/11/2014).

“Ada tiga orang yang akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SDA. Salah satunya, Sri Ilham Lubis,” beber Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha hari ini, Kamis (20/11/2014) seperti diberitakan.

Selain memanggil Sri Ilham Lubis, KPK juga memanggil Suryo Panilih, Kepala Subdirektorat Dokumen dan Perlengkapan Haji Dalam Negeri, dan Khazan Faozi, mantan Kasubdit Biaya Penyelenggaraan Haji atau staf Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah.

Sebelumnya, Sri Ilham Lubis sudah pernah diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013 yang menjerat mantan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka.

Ruang kerja Sri Ilham Lubis di kompleks Kementerian Agama sebelumnya sempat digeledah penyidik KPK.

Sri Ilham Lubis telah tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav C-1, Kuningan, Jakarta Selatan, namun ia tidak berkomentar mengenai pemeriksaannya tersebut dan tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK jilid 3 yang juga mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Zulkarnain, S.H., M.H. mengatakan waktu kejadian perkara tersebut berkembang ke periode 2010-2011. “Kita ekspose perkara itu, ternyata setelah dilakukan penyidikan, berkembang kasusnya periode tahunnya yang tadinya kita konsentrasi 2012-2013, ternyata 2010-2011 ada," kata mantan Jaksa karir tersebut, Zulkarnain, Jumat (14/11/2014).

Namun, alumnus Sarjana Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan alumnus Strata 2 Magister Hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM Jakarta, Zulkarnain enggan menjelaskan temuan KPK mengenai modus korupsi dalam periode 2010-2011.

KPK dalam kasus ini menduga ada pelanggaran dalam beberapa pokok anggaran yaitu Badan Penyelenggara Ibadah Haji, pemondokan, hingga transportasi di jamaah haji di Arab Saudi yang mencapai Rp 1 triliun pada 2012-2013.

Mantan Menteri Agama (Menag) RI ke-20 dengan masa jabatan 22 Oktober 2009-28 Mei 2014 yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggantikan Hamzah Haz, Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si. diduga mengajak keluarganya, unsur di luar keluarga, pejabat Kementerian Agama hingga anggota DPR RI untuk berhaji padahal kuota haji seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat yang sudah mengantre selama bertahun-tahun.

Total ada 34 orang dalam rombongan, di antaranya mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz dan mantan anggota Komisi X DPR RI dari fraksi PPP Reni Marlinawati; istri Suryadharma Ali, Wardhatul Asriah dan menantunya Rendhika Deniardy Harsono.

Terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2011-2012, KPK telah menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka sejak, Kamis (22/5/2014) saat masih menjabat Menteri Agama.

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 yang menelan anggaran Rp 1 triliun.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 65 Kitab UU Hukum Pidana.

Suryadharma Ali dianggap telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) selaku Menteri Agama terkait dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013.

Dua pejabat Kementerian Agama mengundurkan diri setelah KPK mengusut kasus tersebut. Pada 30 Mei 2014, Anggito Abimanyu mundur dari jabatan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, menyusul Suryadharma Ali yang lebih dahulu mundur dari jabatan Menteri Agama pada 28 Mei 2014. (ant/jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.684.205 Since: 05.03.13 | 0.1852 sec