Hukum

Artha Merish Simbolon Divonis 3 Tahun Penjara

Thursday, 20 Nopember 2014 | View : 571

JAKARTA-SBN.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kamis (20/11/2014) menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta kepada Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (PT. KPI), Artha Merish Simbolon.

Vonis tersebut di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 150 juta.

Vonis dibacakan bergantian oleh Majelis Hakim yang terdiri dari Saiful Arif, S.H., M.H. selaku Hakim Ketua serta Hakim Casmaya, S.H., Hakim Supriyono, Hakim Adhoc Anwar, S.H., M.H., dan Hakim Adhoc Ugo, S.H., M.H.

Majelis Hakim menyatakan Artha Merish Simbolon terbukti menyuap Rudi Rubiandini selaku Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) senilai US$ 522.500 melalui pelatif golf Rudi Rubiandini Deviardi alias Ardi pada tahun 2013.

Penyuapan dilakukan agar Rudi Rubiandini merekomendasikan pengubahan formula harga jual gas untuk PT. KPI kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam analisis yuridisnya, Majelis Hakim menolak argumentasi yang diajukan Artha Merish Simbolon dan penasihat hukumnya dalam pleidoinya.

Dalam pleidoinya, Artha Merish Simbolon menyebut dirinya sebagai korban dari pengelolaan migas yang tidak benar.

Penasihat hukum Artha Merish Simbolon, Otto Hasibuan menyatakan masih mempertimbangkan untuk banding atau menerima putusan tersebut.

Dikabarkan sebelumnya, Majelis Hakim mencecar terdakwa Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (KPI) Artha Merish Simbolon saat diperiksa dalam kasus dugaan pemberian suap.

Dugaan suap sebesar US$ 522.500 itu ditujukan kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). "Kenapa surat permintaan penurunan harga harus disampaikan ke Rudi Rubiandini sebagai Kepala SKK Migas, apa hubungannya dengan SKK Migas bukan diberikan ke Menteri ESDM?," tanya anggota Majelis Hakim Supriyono dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Artha Merish Simbolon sejak awal mengaku hanya mengajukan surat permohonan penurunan harga gas amoniak untuk perusahaannya ke Menteri ESDM.

Ia juga menjelaskan tidak mengenal mantan pelatih golf Rudi Rubiandini, Deviardi, padahal berdasarkan rekaman pembicaraan telepon antara Artha Merish Simbolon dan Deviardi terdengar jelas ada perjanjian transaksi pemberian uang. "Saya berkali-kali ngomong saya tahu Pak Rudi sebagai Wakil Menteri ESDM," jawab Artha Merish Simbolon.

"Kenapa surat harus disampaikan ke Rudi?" tanya Hakim Supriyono.

"Saya tidak menyampaikan ke Kepala SKK Migas, saya hanya mengutarakan keinginan saya untuk aa...mengembangkan industri amoniak," jawab Artha Merish Simbolon.

"Tapi tadi Anda mengatakan dua kali ketemu Rudi di Jawa Timur dan mengenai harga gas amoniak, saya ikuti saja, tapi kenapa ke Rudi Rubiandini?" tanya Hakim Supriyono.

"Karena beliau dulu di Kementerian ESDM bapak Hakim," jawab Artha Merish Simbolon.

"Tapi kenapa bertemu di kantor SKK Migas? Untuk apa?" tanya Hakim Supriyono.

"Waktu itu saya dan Direksi diundang rapat tentang penyesuaian harga formula gas, awal 2013 tapi saya tidak ingat detail. Itu undangan dari Kementerian ESDM," jawab Artha Merish Simbolon.

"Tapi kan saya tanya SKK Migas," tanya Hakim Supriyono.

"Karena saya pikir SKK Migas itu Kementerian ESDM," jawab Artha Merish Simbolon.

"Masalah saudara lah," imbuh Hakim Supriyono.

Artha Merish Simbolon juga membantah pernah bermain golf dengan Rudi Rubiandini di Gunung Geulis Bogor, padahal dalam dakwaan Jaksa KPK disebutkan bahwa pertemuan pada 24 Maret 2013. "Saudara tadi katanya tidak mengenal Deviardi, tapi di satu sisi Deviardi kenal. Di satu sisi saksi Rudi Rubiandini mengatakan memperkenakan Deviardi di lapangan golf Gunung Geulis? Jadi bagaimana?" tanya Hakim Supriyono.

"Saya tidak ingat," jawab Artha Meris Simbolon.

"Tidak ingat dan tidak kenal beda!" kata Hakim Supriyono.

"Saya tidak ingat dikenalkan, saya makan siang bersama anak dan orang tua saya," jawab Artha Merish Simbolon.

"Terserah saudara lah," imbuh Hakim Supriyono

Sedangkan Hakim Adhoc Ugo, S.H., M.H. meminta agar Artha Merish Simbolon berkata terus terang. "Memang tidak diwajibkan terdakwa menyatakan benar, tapi keterangan terdakwa jadi pertimbangan untuk memutus, hampir semua saksi ada kaitan satu dengan yang lain, saya tidak meminta terdakwa jujur tapi Majelis bisa melihat dan memutus. Jadi bagaimana mengenai keterangan Rudi?" kata Hakim Adhoc Ugo, S.H., M.H.

"Keterangan Pak Rudi tidak benar pak Hakim," kata Artha Merish Simbolon.

Artha Merish Simbolon didakwa memberikan total uang US$ 522.500 kepada Rudi Rubiandini sehingga dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal itu mengatur mengenai memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana penjara 1-5 tahun dan denda Rp 50-250 juta. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.001.784 Since: 05.03.13 | 0.2144 sec