Hukum

Tewasnya Sri Wahyuni, Polisi Temukan 2 Alat Bukti Baru

Friday, 21 Nopember 2014 | View : 748

JAKARTA-SBN.

Saat mayat ditemukan tidak ada bukti-bukti seputar identitas sesosok mayat wanita itu, kecuali kartu identitas sekolah dengan nama Anggia Faradira (15), seorang pelajar kelas 10 SMA Cendrawasih 1, Jakarta Selatan kelahiran Bandung 29 April 1999. Sementara, mayat wanita itu diperkirakan berusia 40 tahun.

Kepala Unit (Kanit) Identifikasi Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), AKP Eko Soeharto mengatakan, awalnya mendapatkan informasi dari pihak Angkasa Pura. "Kami dapat laporan dari pihak Angkasa Pura yang mencurigai sebuah kendaraan di kawasan parkir, setelah kami datangi benar saja ditemukan sesosok mayat di dalam mobil," katanya.

Akhirnya terungkap identitas mayat yang ditemukan membusuk, Rabu (19/11/2014) pukul 08.30 WIB pagi di dalam mobil Honda Freed warna abu-abu bernopol B 136 SRI yang terparkir di area parkir Terminal 2D1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, provinsi Banten.

Berdasarkan penyidikan dengan ditemukannya kartu pelajar itu atas nama Anggia Faradira (15), alamat Jalan Lebak Bulus Adiaksa IV Cilandak, Jakarta Selatan. Diketahui ternyata jenazah itu ialah Sri Wahyuningsih (42), warga Perumahan Grand Cirendeu Blok D.202, Jl. Taruma Negara No.101, Ciputat, Tangerang.

Identitas korban terkuak berdasarkan keterangan dari saksi bernama Yan Arief Siregar (42) yang adalah mantan suami korban. Ditambah keterangan dari anak korban, Anggia Faradira. “Untuk memastikan identitas korban, penyidik melakukan tes DNA pada anak korban agar benar-benar valid," beber Kepala Bidang (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum.

Petugas kepolisian dari Bandara mengakui, agak sulit untuk mendapatkan hasil identifikasi awal dari jenazah korban.

Sementara itu mengenai penyebab kematian, penyidik belum bisa menyimpulkan karena masih menunggu proses otopsi terhadap jenazah korban.

Pihaknya mengaku kesulitan untuk menemukan luka pada tubuh korban yang menjadi penyebab kematiannya, karena kondisi jasad tersebut sudah membusuk. "Jasadnya sudah membusuk dan bengkak, jadi kita tidak bisa lihat jelas ada luka atau tidak. Untuk itu, jasad korban dibawa ke RSCM Jakarta agar diotopsi," papar Humas Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Iptu Sunarto Agus.

Untuk bekas jeratan atau tanda kekerasan lainnya masih harus melalui hasil otopsi.

Polisi yang enggan disebutkan namanya itu juga masih menanti hasil otopsi korban. "Prediksi awal korban sudah 5 hari tewas. Badan kurus udah membengkak jadi sulit. Untuk jeratan belum bisa dipastikan, soal kepala sampai leher sudah hitam," ungkap petugas kepolisian yang mengenakan baju merah.

Ada pun dugaan korban dibunuh dengan cara dicekik terindikasi dari tanda-tanda di mana lidahnya menjulur keluar, dan juga tak ada penganiayaan lain di tubuh korban. Polisi tengah mendalami penyebab korban meninggal, apakah karena dicekik atau dengan cara lain.

"Sekali lagi kami katakan masih diselidiki. Soal lidahnya terjulur keluar bisa jadi diduga korban dibunuh, namun bisa juga lidah tersebut keluar lantaran cairan tubuhnya yang sudah membengkak itu, membuat lidahnya terjulur keluar. Atau, bisa juga terjadi tersendatnya saluran pernapasan," jelas penyidik.

Jenazahnya saat ini tengah divisum oleh pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian menemukan adanya petunjuk tanda-tanda dugaan pembunuhan wanita muda yang ditemukan di dalam mobil Honda Freed nopol B-136-SRI di area parkir Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta. "Ada bercak darah pada tangan korban, tapi belum bisa disimpulkan, ini luka karena perlawanan atau hal lain," kata Humas Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Iptu Agus Sunarto, Rabu (19/11/2014).

Polda Metro Jaya akhirnya menemukan dua alat bukti baru terkait penyelidikan kematian Sri Wahyuni (42). Alat bukti tersebut berupa cairan muntah dan luka memar kebiruan di leher Sri. "Ada cairan bekas muntah dan sampelnya sudah diambil pihak laboratorium forensik. Saat ini sedang dicocokkan dengan cairan di lambung korban,” ungkap Dosen di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. Jumat (21/11/2014).

Mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Drs. Rikwanto menambahkan, analisa kepolisian sejauh ini belum menemukan adanya bukti-bukti kekerasan ataupun dugaan-dugaan kematian lainnya karena warna kulitnya sudah berubah dan berair. (jos)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.640.935 Since: 05.03.13 | 0.2168 sec