Nasional

Ahok Didukung MUI

Thursday, 13 Nopember 2014 | View : 872

JAKARTA-SBN.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa ‘Ahok’ sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. (HC) K.H. Ma'ruf Amin, lembaganya mendukung mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut lantaran taat pada konstitusi. “Kami sesuai dengan aturan saja. Kalau kemudian yang terjadi seperti itu (Ahok Gubernur), kita harus bisa terima,” tandas Dr. (HC) K.H. Ma'ruf Amin ketika dihubungi awak media, Kamis (13/11/2014).

Menurut K.H. Ma’ruf Amin, MUI menyerahkan sepenuhnya mekanisme penyelesaian polemik pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta.

MUI, sambung dia, berurusan dengan Ahok hanya untuk hubungan formal. Dia mencontohkan saat acara rapat kerja MUI DKI Jakarta Rabu (12/11/2014) kemarin. Sesuai tradisi, lanjut K.H. Ma'ruf Amin, MUI selalu mengundang Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan pengarahan saat pembukaan acara. Kebetulan, tambah dia, yang menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta adalah Ahok.

Meski demikian, Dr. (HC) K.H. Ma'ruf Amin menegaskan MUI tak terlibat dalam kisruh pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dia optimis DPRD punya landasan berpikir tersendiri dan akan menghasilkan kesepakatan yang tidak melenceng dari konstitusi. “ Nanti kalau ada penyelesaiannya di sana, kami akan dukung,” ujarnya.

Akhir-akhir ini, massa Front Pembela Islam (FPI) berdemo menolak pelantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Massa FPI menggelar unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dan Balai Kota DKI Jakarta. Dalam aksi itu, massa menuntut DPRD DKI Jakarta tidak melantik Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam aksi yang digelar pada Senin (10/11/2014) lalu, pimpinan FPI berorasi yang berisi cacian kepada Basuki Tjahaja Purnama. Bahkan seorang Ustadz yang biasa berceramah di televisi saat berorasi dalam aksi kemarin menyebut Ahok Iblis.

Tak hanya di jalanan, menjegal Basuki Tjahaja Purnama juga terjadi di kursi parlemen. Di antaranya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ir. Triwisaksana, M.Sc. dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Mayjen. TNI (Purn.) H. Ferrial Sofyan dari Partai Demokrat (PD), serta Lulung Abraham Lunggana atau Haji Lulung dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

FPI dikenal sebagai organisasi masyarakat yang kerap unjuk rasa dengan cara kekerasan. Selain sweeping, ormas yang dimotori Imam Besar sekaligus mantan Ketua Umum DPP FPI yang juga pendiri Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab yang biasa dipanggil Habib Rizieq  ini juga sering bentrok dengan aparat keamanan ketika turun ke jalan. Alasan itulah yang kemudian memicu tuntutan agar FPI dibubarkan.

Sikap FPI seperti yang ditunjukkan dalam aksi itu, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, kerap menimbulkan gesekan dan berujung kerusuhan.

Dengan alasan itulah mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengeluarkan surat rekomendasi pembubaran FPI. Surat itu dikirim ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Basuki Tjahaja Purnama pun membuat rekomendasi pembubaran FPI yang dikirim ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM).

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah mengirim surat permohonan pembubaran FPI ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Selasa (11/11/2014). Surat bernomor 2513/-072.25 per tanggal 11 November 2014 itu ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Dalam surat itu, mantan anggota Komisi II DPR RI ini menyampaikan alasan pembubaran FPI. Surat Basuki Tjahaja Purnama tersebut berisi empat poin alasan pembubaran FPI. Yaitu antara lain karena kerapnya ormas itu melakukan demonstrasi tindakan yang anarkistis dan menebarkan kebencian dengan menghalang-halangi pelantikannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, serta menimbulkan kemacetan lalu lintas, hingga melanggar konstitusi. Adapun FPI menolak Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta karena mantan Bupati Belitung Timur itu tak beragama Islam atau non Muslim. (tem/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.535.507 Since: 05.03.13 | 0.2815 sec