Nasional

Brimob Gunakan Kembali Seragam Loreng

JAKARTA-SBN.

Kepolisian Negara RI menggunakan kembali seragam loreng pelopor untuk Korps Brigade Mobil Polri.

Keputusan pengenaan kembali seragam loreng Brimob itu sesuai keputusan Kapolri dan tertuang dalam surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Nomor: Kep/748/IX/2014 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Loreng bagi personel Korps Brimob Polri yang dikeluarkan pada 24 September.

Seragam itu resmi dikenakan kembali bertepatan di Hari Ulang Tahun (HUT) Brimob ke-69, Jumat (14/11/2014). Ajang perayaan HUT ke-69 Brimob, Jumat (14/11/2014), di Depok, Jawa Barat, menjadi peresmian penggunaan kembali seragam loreng itu. Pada perayaan itu, semua polisi dan anggota Brimob menggunakan seragam tersebut.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia/Polri (Kapolri) ke-21 yang mulai menjabat sejak 25 Oktober 2013, Jenderal Polisi (Pol) Drs. H. Sutarman menetapkan seragam loreng Brimob dikenakan kembali oleh personel korps baret biru dongker itu. Meski terkesan milteristik, namun Polri optimistis bahwa pihaknya akan tetap bersikap humanis kepada masyarakat.

Loreng pelopor atau loreng “darah mengering” berwarna dasar hijau dipadu loreng berwarna hitam, putih, dan kuning. Seragam itu pertama kali dipakai Brimob pada 1962 ketika ikut serta dalam Operasi Mandala.

Memasuki era reformasi, seragam itu dilarang digunakan seiring kedudukan Polri yang berpisah dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) sekaligus mengukuhkan Polri sebagai kekuatan sipil yang dipersenjatai. Seragam ini sempat “menghilang” seiring dengan reformasi di tubuh Polri.

Alasan pejabat Polri kala itu, jelas mantan ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid/Gus Dur (2000-2001), Jend. Pol. Drs. H. Sutarman usai upacara HUT Brimob di Kelapa Dua, adalah agar Brimob menjadi humanistis dalam bersikap dan menghadapi masyarakat.

Mantan Kaselapa Lemdiklat Polri (2008-2010) ini menegaskan, penggunaan baju dinas lapangan bermotif loreng guna mempertahankan nilai-nilai historis perjuangan Brimob.

Selain itu, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri dengan masa jabatan 6 Juli 2011-24 Oktober 2012 ini menganggap seragam itu efektif dipakai di tempat-tempat tertentu berkadar gangguan keamanan dan ketertiban tinggi, seperti hutan dan pegunungan.

Keputusan itu hasil evaluasi Polri terhadap korban jiwa anggota Brimob dalam upaya memberantas terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, Februari lalu. ”Untuk menghindari korban tambahan dari anggota Brimob, saya memberlakukan kembali penggunaan seragam loreng itu dalam tugas-tugas operasional,” tandas mantan Kapolda Metro Jaya dengan masa jabatan 7 Oktober 2010-6 Juli 2011, Jenderal Polisi Drs. H. Sutarman seusai menghadiri perayaan HUT Brimob.

“Humanis tetap menjadi perhatian Polri,” terang Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang mengemban amanat sejak 12 Juni 2013, Irjen. Pol. Drs. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H. saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (15/11/2014).

Mantan Karowasdik Bareskrim Polri (2010) ini, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie berharap masyarakat dapat memahami kegunaan atau fungsi pengenaan seragam loreng tersebut.

Menurut mantan Karo Ortala Sderenbang Polri (2010), sesuai aturan yang termaktub di dalam surat keputusan, seragam loreng hanya digunakan untuk personel yang bertugas di hutan atau perbatasan Papua. Alasannya, seragam tersebut cocok untuk penyamaran atau berkamuflase. Mantan Karo Ops Polda Metro Jaya (2009), Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie mencontohkan ketika personelnya mengejar pelaku teror di pegununan Poso atau pengejaran terhadap pelaku kriminal bersenjata di Papua.  “Berbeda dengan menghadapi massa di kota, kabupaten, kelurahan, atau kecamatan Brimob jangan memakai pakaian loreng, tetap pakai yang biasa,” beber mantan Kapolwiltabes Surabaya (2009), Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie.

Selain penggunaan di hutan, seragam loreng tersebut juga diperkenankan untuk dikenakan saat upacara. Ini memiliki arti sebagai pembangkit semangat serta bagian dari sejarah perjuangan Korps Brimob yang perlu dipertahankan. “Tapi setelah upacara harus diganti lagi, kembali ke fungsi seragam itu sendiri untuk kepentingan operasi tertentu,” ungkap mantan Kapolres Sidoarjo (2003) dan Dir Reskrim Polda Sumut (2005), Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie.

Mantan Kapolda Jawa Barat dengan masa jabatan 6 Juni 2010-7 Oktober 2010, Jenderal Pol. Drs. H. Sutarman menyatakan, keputusan penggunaan seragam itu diatur oleh Kepala Korps (Kakor) Brimob Irjen Pol. Robby Kaligis yang dipromosikan pada 29 Januari 2014.

Seragam tersebut akan digunakan dalam upacara dan penugasan khusus. Adapun untuk penugasan di kota, mantan Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim (2004-2005) dan Kapolda Kepri (2005-2008) mengimbau anggota Brimob tetap berseragam resmi Polri.

Mantan Kabag Ops di Polresta Manado yang juga pernah mengikuti tes pasukan Garuda 10 di Namibia  Afrika Selatan (Afsel) sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Irjen. Pol. Robby Kaligis mengungkapkan, penggunaan seragam loreng merupakan hal wajar bagi polisi yang melaksanakan operasi khusus. “Hal itu juga berlaku di negara lain, seperti Thailand, Filipina, dan Malaysia,” tambah mantan Wakapolda Bangka Belitung (2009) dan Wakapolda Jambi (2010) tersebut, Irjen. Pol. Robby Kaligis.

Penggunaan seragam loreng, imbuh mantan Kapolres Purbalingga dan Kapolres Surakarta, merupakan penunjang tugas Brimob. ”Jangan hanya dilihat seragam apa yang kami pakai, tetapi bagaimana dampaknya terhadap keberhasilan tugas kami. (Seragam) Ini hanyalah sarana agar tugas tercapai dan berjalan lebih baik,” pungkas mantan Irwil V Itwasum Polri (2012) dan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen. Pol. Robby Kaligis yang menggantikan Brigjen. Pol. Dicky Atotoy.

Sebelum diputuskan memakai PDL loreng, Mabes Polri telah menyusun “Naskah Pengaturan Penggunaan Pakaian Dinas Lapangan di Lingkungan Korps Brimob” yang diterbitkan Tim Perumus dari Mabes Polri pada November 2013 lalu, sebagaimana dikutip dari situs http://www.tsc-jatim.com/. TSC alias Teratai Shooting Club adalah komunitas olahraga menembak di bawah binaan Brimob Polda Jatim.

Dalam situs yang memuat “Naskah Pengaturan” itu, seragam motif loreng disebut juga “Camouflage” karena fungsinya memang bisa membuat penyamaran di medan-medan berat. Dalam bab “Kesimpulan” disebutkan bahwa seragam loreng atau “Camouflage” itu direkomendasikan untuk, “Dapat digunakan sebagai Seragam Kepolisian di lingkungan Korps Brimob Polri”. (kom/jos)

See Also

Danramil 11/Sayung Hadiri Gebyar Pasar Murah
Dosen Dimotivasi Untuk Giat Penelitian Dan Pengabdian
Kodim 0716/Demak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110
Widjanarko, Dosen Fakultas Psikologi UMK Raih Doktor
Latgab Selesai, Danramil 03/Wonosalam Beri Arahan Anggota Saka Wira Kartika
Demi Keamanan Wilayah, Tiga Pilar Demak Kota Rutin Gelar Patroli
Kesigapan Babinsa Dalam Mengatasi Si Jago Merah
Babinsa Ramil 02/Bonang Takziah Ke Rumah Rekan Satu Koramilnya
Yudiono KS Berbagi Pengalaman Menulis Kepada Mahasiswa PBSI UMK
Kodim 0716/Demak Bersama Pemkab Bersih Pantai Istambul
Makna Penting Upacara Bendera Hari Senin Kodim 0716/Demak
Di HUT Ke-72, Persit Kodim 0716/Demak Menerima Hadiah
Dandim 0716/Demak Hadiri Pengajian Umum Di Serambi Masjid Agung Demak
10 Tim Beradu Gagasan Di Grand Final MSC 2018
Jumat Bersih Ala Kodim 0716/Demak Di Ponpes Raden Said
Tim Dalprog Kodam IV/Diponegoro Kunjungi Kodim 0716/Demak
Secara Resmi TMMD Sengkuyung I Dibuka Oleh Bupati Demak
Secara Resmi Jabatan Danramil 04/Dempet Dan Danramil 11/Sayung Diserahkan Ke Dandim 0716/Demak
Keakraban Selalu Terjalin Antara TNI-Polri Dalam Menjaga Kamtibmas
Konservasi Hutan, Kodim 0716/Demak Tanam Ribuan Bibit Pohon
PKPA UMK Gelar Workshop Karier
Ingin Lebih Dekat Dengan TNI, Anak-anak TK Kunjungi Kodim 0716/Demak
Lagi-lagi Kodim 0716/Demak Menyandang Predikat Juara 1
Babinsa 06/Wedung Dampingi Pembagian Kartu Penerima PKH
Patroli Bersama Babinsa Dan Babinkamtibmas Wonosalam Ciptakan Kondusifitas Wilayah
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.560.825 Since: 05.03.13 | 0.2328 sec