Hukum

Rektorat Unhas Belum Bisa Beri Keterangan

Saturday, 15 Nopember 2014 | View : 1322

MAKASSAR-SBN.

Kasus yang mencoreng dunia pendidikan tinggi kembali terjadi. Seorang Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. DR. Musakkir, S.H., M.H., dan seorang dosen lainnya yang juga ikut tertangkap menjabat pula sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Unhas, Ismail Alrip, S.H., M.Kn., warga Jalan Kutacane Utara No.24, Baruga Antang bersama seorang mahasiswi bernama Nilam, warga Jalan Mawar, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan di di Hotel Grand Malibu kamar 312, Jumat (14/11/2014) dini hari tadi. Ketiga ditangkap saat mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di sebuah kamar hotel.

Pejabat rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) belum memberikan tanggapan atas ditangkapnya Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. DR. Musakkir S.H., M.H., warga kompleks Unhas Blok A1/8 yang saat menggunakan narkoba jenis sabu oleh aparat kepolisian bersama seorang mahasiswi di Hotel Grand Malibu kamar 312, Jumat (14/11/2014) dini hari tadi.

Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. DR. Musakkir S.H., M.H., sendiri diketahui merupakan Wakil Rektor III Unhas.

"Saya belum bisa memberi komentar, karena saya sedang di Batam sekarang. Mari kita ikuti saja proses hukum yang sedang berlangsung," kata Humas Unhas Prof. DR. Iqbal Sultan seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/11/2014).

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. DR. Dwia Aries Tina Pulubuhu juga tidak berada di Makassar, karena bersama enam rektor lainnya dari Makassar menghadap Presiden Ir. H. Joko Widodo di Jakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua Senat Unhas Ambo Ala mengaku sudah mendapat informasi terkait tertangkapnya Pembantu Rektor III dan seorang dosen terkait penangkapan kasus narkoba oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar itu. "Senat sudah mendapat infonya. Sementara dibahas oleh Majelis Etik Unhas. Terkait sanksinya, nanti diputuskan oleh Komisi," tuturnya.

Merebaknya pemberitaan kasus Narkoba yang melibatkan Wakil Rektor III Unhas itu setelah Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syamsul Arif melansir kasus tersebut. Dalam keterangan itu dilansir pihak kepolisian menangkap tangan Wakil Rektor III Unhas sedang memakai sabu bersama mahasiswinya di Hotel Grand Malibu, Makassar. "Saat kami mendapat laporan, anggota kami langsung melakukan pengintaian dan penggerebekan di kamar 312 dan saat itu ditemukan Prof. DR. Musakkir, S.H., M.H., bersama seorang dosen Ismail Alrip, S.H., M.Kn. Juga mahasiswinya yang bernama Nilam sedang berpesta sabu," tulis mantan Kasubdit Tehkom Bid IT, Polda Jatim ini dalam pesan singkatnya kepada wartawan.

Mantan Kasubdit Tehkom Bid IT, Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syamsul Arif mengungkapkan bahwa seluruh tersangka kini ditahan di Polrestabes Makassar.

"Benar ada penangkapan terhadap tiga orang itu (Prof. DR. Musakkir S.H., M.H., Ismail Alrip, S.H., M.Kn. dan seorang mahasiswi)," beber Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi (Kombes. Pol.) Ferry Abraham, M.M. saat dihubungi awak media, Jumat (14/11/2014).

Dari informasi mantan Kapolres Enrekang dan Kapolres Tana Toraja ini, Kombes Pol. Ferry Abrahama, selain menangkap tiga orang itu, polisi juga menangkap 3 orang lainnya. Jadi total yang ditangkap 6 orang.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita dua paket sabu, lengkap dengan alat isapnya. Sementara itu, kediaman Wakil Rektor III di Kompleks Unhas Tamalanrea tampak sepi dan belum ada satupun anggota keluarganya yang dapat dimintai tanggapannya.

"Ini hasil pengembangan, mereka ditangkap di Hotel Grand Malibu sekitar pukul 3 dini hari. Awalnya satu kamar kita gerebek, ternyata di kamar sebelahnya ada juga dan di sebelahnya ada juga. Jadi 3 kamar yang kita gerebek," terang mantan Kapolresta Depok, Jawa Barat tersebut.

Total yang diamankan berjumlah 6 orang, Prof. DR. Musakkir S.H., M.H., Ismail Alrip, S.H., M.Kn. dan dua mahasiswi serta dua orang lagi. "Mereka semua masih diperiksa oleh penyidik," urai mantan Analis Kebijakan Madya bidang Keamanan Negara Badan Intelkam Polri ini. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.299.158 Since: 05.03.13 | 0.1802 sec