Hukum

Keluarga Sisca Yofie Minta Wawan Jujur Dan Terbuka

Thursday, 13 Nopember 2014 | View : 1636

JAKARTA-SBN.

Wawan alias Awing (39) mendapat vonis hukuman mati oleh Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA). MA mengubah hukuman penjara seumur hidup menjadi hukuman mati kepada Wawan Selasa (11/11/2014).

Vonis mati tersebut diketok oleh tiga Hakim Agung, yakni oleh Ketua Majelis Kasasi, Dr. H. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M. dengan anggota Prof. Dr. Topane Gayus Lumbuun, S.H., M.H., dan H. Margono S.H., M.Hum., M.M. di Jakarta.

Hukuman mati dijatuhkan di tengah-tengah masyarakat dengan mudah menghabisi nyawa orang lain.

Hukuman ini lebih berat dibandingkan putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, yaitu hukuman penjara seumur hidup atas kasus penjambretan yang menyebabkan manajer cantik asal Bandung, Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, Franceisca Yofie atau Sisca tewas di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam.

Wawan dinilai telah membunuh Sisca Yofie secara sadis.

Keluarga mendiang Sisca Yofie mengapresiasi putusan mati terhadap Wawan alias Awing oleh Mahkamah Agung (MA) Selasa (11/11/2014). Padahal saat banding di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Jabar, terpidana Wawan diputus penjara seumur hidup. Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Bandung juga memvonis hukuman penjara seumur hidup kepada Wawan pada Maret 2014 silam.

Kakak Sisca Yofie, Elfie menyambut baik hasil putusan ini. Ia menilai dengan memberikan hukuman yang lebih berat kepada Wawan membuktikan bahwa kasus ini masih tanda tanya. "Saya mengapresiasi MA yang memberikan putusan kepada Wawan. Ini pembuktian bahwa Sisca bukan korban penjambretan biasa," ucap Elfie saat dihubungi wartawan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/11/2014). "Kami tentu apresiasi langkah hukum di Indonesia ini. Mulai dari PN, PT bahkan sampai ke MA," kata Elfie kakak mendiang Sisca Yofie, di RM Bale Kambang, Jalan Bungur, Rabu (12/11/2014).

Elfie menyebut dengan diperberatnya putusan di tingkat MA membuktikan bahwa Sisca Yofie tewas dibunuh, bukan karena korban penjambretan, seperti yang diberitakan di media massa saat ini. "Sejak awal keluarga besar ini yakin bahwa ini adalah pembunuhan bukan penjambretan atau kecelakaan," terangnya. “Dengan dijatuhkan hukuman mati oleh MA, makin mengukuhkan kasus ini bukan sekadar penjambretan biasa,” sambungnya.

Keluarga korban menduga kuat kematian Sisca Yofie telah direncanakan. Indikasinya, dari lima telepon seluler Sisca Yofie, tiga ponsel dibuang terpidana dan dua yang lain dijual. “Kami mencurigai ini pembunuhan berencana. Kami meyakini, Wawan hanya eksekutor, ada aktor intelektualis di belakang mereka,” jelas Elfie (45), kakak Sisca Yofie, di kota Bandung. Ia didampingi suaminya, Andi Tanuwijaya (46). “Keterangan Wawan, Apple iPhone 4 milik Yofie dibuang di Waduk Saguling. Logikanya, kalau mereka memang mau menjambret, mengapa barang mahal seperti iPhone tidak dijual, tetapi malah dibuang. Dimungkinkan pada iPhone itu ada banyak data yang bisa berbicara, tetapi lalu dihilangkan,” tutur Elfie.

Elfie menjelaskan kejanggalan kasus ini adalah latar belakang dan motif Wawan membunuh Sisca Yofie yang tidak masuk akal, terlebih keduanya tidak saling kenal satu sama lain. “Pengakuan Wawan sebagai penjambret itu aneh. Kalau iya betul kenapa membuang barang berharga milik Sisca? Kalau jambret kan pasti dibawa. Itu kejanggalan kami sampai saat ini," beber dia.

Salah satu ponsel Sisca Yofie yang sempat dijual ke toko ponsel, menurut penuturan orang yang kemudian membelinya, semula ada kartu memori dan kartu GSM. Namun, dalam keterangan penyidik, kartu memori dan kartu GSM tidak ada.

Karena itu, Elfie meminta agar Wawan untuk berterus terang dan bisa memberikan keterangan kepada pihak yang berwajib tentang siapa dalang di balik kasus ini. "Hukuman apa pun bagi kami yang penting adalah apa motifnya membunuh Sisca dan berharap agar Wawan mau membuka tabir yang sesungguhnya," ujar Elfie. “Kami hanya ingin mereka mau mengakui kasus yang sebenarnya,” lanjutnya.

Saat disinggung apakah putusan maksimal itu sudah memenuhi harapan? Elfie menjawab itu bukan urusan puas atau tidak. "Tapi bagaimana hukum yang ada seperti itu," paparnya.

Keluarga Sisca Yofie juga sesungguhnya sudah mengampuni perbuatan Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat (24). Bagi mereka, yang terpenting jujur dan terbuka mau mengungkapkan kasus ini yang sebenarnya.

Kakak sulung Sisca Yofie ini juga menambahkan bahwa keluarga tidak memiliki dendam lagi terhadap Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat (24). "Sejak awal kami sudah memberi pengampunan, kami sudah memaafkan," ungkapnya. “Kami sudah mengampuni perbuatan terpidana dan kami tidak mempermasalahkan seberapa berat hukuman buat mereka,” tambah dia. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.496 Since: 05.03.13 | 0.1651 sec