Hukum

Keluarga Sisca Yofie Minta Wawan Jujur Dan Terbuka

Thursday, 13 Nopember 2014 | View : 1409

JAKARTA-SBN.

Wawan alias Awing (39) mendapat vonis hukuman mati oleh Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA). MA mengubah hukuman penjara seumur hidup menjadi hukuman mati kepada Wawan Selasa (11/11/2014).

Vonis mati tersebut diketok oleh tiga Hakim Agung, yakni oleh Ketua Majelis Kasasi, Dr. H. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M. dengan anggota Prof. Dr. Topane Gayus Lumbuun, S.H., M.H., dan H. Margono S.H., M.Hum., M.M. di Jakarta.

Hukuman mati dijatuhkan di tengah-tengah masyarakat dengan mudah menghabisi nyawa orang lain.

Hukuman ini lebih berat dibandingkan putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, yaitu hukuman penjara seumur hidup atas kasus penjambretan yang menyebabkan manajer cantik asal Bandung, Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, Franceisca Yofie atau Sisca tewas di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam.

Wawan dinilai telah membunuh Sisca Yofie secara sadis.

Keluarga mendiang Sisca Yofie mengapresiasi putusan mati terhadap Wawan alias Awing oleh Mahkamah Agung (MA) Selasa (11/11/2014). Padahal saat banding di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Jabar, terpidana Wawan diputus penjara seumur hidup. Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Bandung juga memvonis hukuman penjara seumur hidup kepada Wawan pada Maret 2014 silam.

Kakak Sisca Yofie, Elfie menyambut baik hasil putusan ini. Ia menilai dengan memberikan hukuman yang lebih berat kepada Wawan membuktikan bahwa kasus ini masih tanda tanya. "Saya mengapresiasi MA yang memberikan putusan kepada Wawan. Ini pembuktian bahwa Sisca bukan korban penjambretan biasa," ucap Elfie saat dihubungi wartawan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/11/2014). "Kami tentu apresiasi langkah hukum di Indonesia ini. Mulai dari PN, PT bahkan sampai ke MA," kata Elfie kakak mendiang Sisca Yofie, di RM Bale Kambang, Jalan Bungur, Rabu (12/11/2014).

Elfie menyebut dengan diperberatnya putusan di tingkat MA membuktikan bahwa Sisca Yofie tewas dibunuh, bukan karena korban penjambretan, seperti yang diberitakan di media massa saat ini. "Sejak awal keluarga besar ini yakin bahwa ini adalah pembunuhan bukan penjambretan atau kecelakaan," terangnya. “Dengan dijatuhkan hukuman mati oleh MA, makin mengukuhkan kasus ini bukan sekadar penjambretan biasa,” sambungnya.

Keluarga korban menduga kuat kematian Sisca Yofie telah direncanakan. Indikasinya, dari lima telepon seluler Sisca Yofie, tiga ponsel dibuang terpidana dan dua yang lain dijual. “Kami mencurigai ini pembunuhan berencana. Kami meyakini, Wawan hanya eksekutor, ada aktor intelektualis di belakang mereka,” jelas Elfie (45), kakak Sisca Yofie, di kota Bandung. Ia didampingi suaminya, Andi Tanuwijaya (46). “Keterangan Wawan, Apple iPhone 4 milik Yofie dibuang di Waduk Saguling. Logikanya, kalau mereka memang mau menjambret, mengapa barang mahal seperti iPhone tidak dijual, tetapi malah dibuang. Dimungkinkan pada iPhone itu ada banyak data yang bisa berbicara, tetapi lalu dihilangkan,” tutur Elfie.

Elfie menjelaskan kejanggalan kasus ini adalah latar belakang dan motif Wawan membunuh Sisca Yofie yang tidak masuk akal, terlebih keduanya tidak saling kenal satu sama lain. “Pengakuan Wawan sebagai penjambret itu aneh. Kalau iya betul kenapa membuang barang berharga milik Sisca? Kalau jambret kan pasti dibawa. Itu kejanggalan kami sampai saat ini," beber dia.

Salah satu ponsel Sisca Yofie yang sempat dijual ke toko ponsel, menurut penuturan orang yang kemudian membelinya, semula ada kartu memori dan kartu GSM. Namun, dalam keterangan penyidik, kartu memori dan kartu GSM tidak ada.

Karena itu, Elfie meminta agar Wawan untuk berterus terang dan bisa memberikan keterangan kepada pihak yang berwajib tentang siapa dalang di balik kasus ini. "Hukuman apa pun bagi kami yang penting adalah apa motifnya membunuh Sisca dan berharap agar Wawan mau membuka tabir yang sesungguhnya," ujar Elfie. “Kami hanya ingin mereka mau mengakui kasus yang sebenarnya,” lanjutnya.

Saat disinggung apakah putusan maksimal itu sudah memenuhi harapan? Elfie menjawab itu bukan urusan puas atau tidak. "Tapi bagaimana hukum yang ada seperti itu," paparnya.

Keluarga Sisca Yofie juga sesungguhnya sudah mengampuni perbuatan Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat (24). Bagi mereka, yang terpenting jujur dan terbuka mau mengungkapkan kasus ini yang sebenarnya.

Kakak sulung Sisca Yofie ini juga menambahkan bahwa keluarga tidak memiliki dendam lagi terhadap Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi alias Eful bin Yeyet Ruhiyat (24). "Sejak awal kami sudah memberi pengampunan, kami sudah memaafkan," ungkapnya. “Kami sudah mengampuni perbuatan terpidana dan kami tidak mempermasalahkan seberapa berat hukuman buat mereka,” tambah dia. (jos)

See Also

Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.160.451 Since: 05.03.13 | 0.1659 sec