Hukum

MA Lipat Gandakan Hukuman Asmadinata

Wednesday, 12 Nopember 2014 | View : 951

JAKARTA-SBN.

Mahkamah Agung (MA) melipatgandakan hukuman mantan Hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Asmadinata, yang semula 5 tahun penjara di pengadilan tingkat pertama menjadi 10 tahun penjara. MA menilai, perbuatan Asmadinata selaku hakim yang ikut membantu mengurus perkara korupsi telah mencederai kehormatan lembaga peradilan.

Putusan itu dijatuhkan pada Rabu (12/11/2014), di Jakarta, oleh Majelis Kasasi yang dipimpin Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Dr. H. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M. dengan Hakim anggota yang adalah Hakim ad hoc Tipikor yang bertugas di M.A., Hakim Agung M.S. Lumme, S.H., dan Hakim Agung Prof. Dr. Mohammad Askin, S.H.

Putusan dijatuhkan dengan suara bulat tanpa ada pendapat Hakim yang berbeda, do (dissenting opinion).

Seperti dikabarkan, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhkan pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Mantan Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Semarang, Asmadinata, divonis lima tahun penjara atau lebih ringan dari tuntutan Jaksa, 11 tahun penjara, dalam kasus suap korupsi mantan Ketua DPRD Grobogan M. Yaeni, di Pengadilan Tipikor Semarang.

Menurut Hakim Ketua Dwiarso Budi, selain hukuman penjara, terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta. Jika tidak dibayar, jumlah itu harus diganti dengan dua bulan penjara.

Asmadinata terbukti melanggar Pasal 12 c Undang-undang Pemberantasan Tipikor. “Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai Pasal 12 huruf c UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP,'” kata Hakim Ketua Dwiarso Budi.

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menyimpulkan bahwa Asmadinata telah melanggar seluruh unsur dalam ketentuan Pasal 12 huruf c tersebut. Unsur itu antara lain hakim menerima hadiah atau janji dan melakukan atau turut serta melakukan tindak pidana. Unsur Hakim, lanjut Hakim Ketua Dwiarso Budi, terpenuhi lantaran Asmadinata berstatus Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor.

Hukuman tersebut dinaikkan menjadi 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Semarang.

“Di MA, pidana menjadi 10 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Dengan pertimbangan judex facti kurang dalam pertimbangan hukumnya (onvoldoende gemotiveerd). Kurang mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 197 ayat (1) Huruf f Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana karena terdakwa sebagai Hakim ad hoc pengadilan korupsi telah mencederai kehormatan lembaga pengadilan,” ungkap Artidjo Alkostar kepada wartawan.

Menurut Artidjo Alkostar, Asmadinata selaku Hakim anggota yang tengah menangani perkara suap M. Yaeni, mantan Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah bertemu dengan Heru Kisbandono.

Heru Kisbandono adalah teman M. Yaeni yang mengurus perkara pidana yang bersangkutan agar dapat dibebaskan atau diringankan hukumannya.

Ia menjelaskan, dari komunikasi dengan para terpidana yang telah dihukum sebelumnya, yakni Heru Kisbandono serta mantan Hakim Kartini Marpaung, terdakwa sejak awal mengetahui perihal permintaan bantuan yang berkaitan dengan pananganan perkara kasus korupsi M. Yaeni yang ditanganinya.

Menurutnya, sebagai Hakim, menerima hadiah atau janji yang berkaitan dengan suatu perkara yang ditanganinya merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. “Terdakwa sebagai Hakim menerima hadiah atau janji yang berkaitan dengan suatu perkara yang ditanganinya,'” katanya.

“Terdakwa tidak pernah menolak permintaan Heru Kisbandono dan tetap bertemu lagi serta terdakwa menyatakan dissenting opinion terhadap putusan Majelis Hakim yang menyatakan M. Yaeni bersalah,” tambah Artidjo Alkostar.

Sementara itu, unsur menerima hadiah atau janji terbukti lantaran Asmadinata telah melakukan pertemuan dengan Heru Kisbandono dan Kartini Marpaung dua kali sebelum berangkat ke Malaysia. Pertemuan dilangsungkan di Gama Candi pada 8 Mei 2012 dan Hotel Agas Solo.

Kasus tersebut bermula dari penangkapan Hakim ad hoc Tipikor Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini Marpaung, dan Hakim ad hoc Tipikor di Pengadilan Tipikor Pontianak, Kalimantan Barat, Heru Kisbandono, pada 17 Agustus 2012 oleh lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya ditangkap terkait dengan perkara M. Yaeni.

MA sebelumnya sudah menjatuhkan hukuman 10 tahun untuk Kartini Marpaung.

Sedangkan, Heru Kisbandono telah dijatuhi hukuman pidana 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

Asmadinata ditangkap penyidik KPK di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/9/2013). Penyidik langsung menggiringnya ke Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C1 Kuningan, Jakarta Selatan.

Asmadinata didakwa ambil bagian uang Rp 150 juta yang diberikan Sri Dartuti, adik M. Yaeni. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.186.884 Since: 05.03.13 | 0.2179 sec