Hukum

Pengacara Pembunuh Sisca Yofie Siapkan Gugatan PK

Wednesday, 12 Nopember 2014 | View : 924

JAKARTA-SBN.

Penasihat hukum Wawan alias Awing (39), Dadang Sukma Wijaya, mengaku baru mengetahui vonis hukuman mati dari Mahkamah Agung (MA) atas kliennya dari media massa. Menurut advokat Dadang Sukma Wijaya, vonis tersebut sangat mengecewakan dan menciderai keadilan.

Divonis lebih berat dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung yakni kurungan seumur hidup, pengacara Dadang Sukma Wijaya menilai hukuman mati tidak pantas untuk pembunuh Sisca Yofie tersebut. Terlebih, selama proses hukum, kliennya bersifat sangat kooperatif.

“Wawan bukan pembunuh bayaran. Dia menjambret, kemudian korbannya meninggal," tukas pengacara Dadang Sukma Wijaya, Rabu (12/11/2014).

Menurutnya, tidak ada niatan dari Wawan alias Awing dan pelaku lainnya, Ade Ismayadi alias Epul (24) untuk menghabisi nyawa Kepala Cabang Bandung, PT. Verena Multi Finance Tbk., Bandung, Jawa Barat, korban yang bernama Franceisca Yofie alias Sisca (34) di Jalan Cipedes Tengah RT07/RW01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat pada penghujung bulan suci Ramadhan 2013 yakni Senin (5/8/2013) silam.

Wawan alias Awing (39) sendiri divonis hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada 24 Maret 2014 lalu setelah terbukti sebagai pelaku pembunuhan Franceisca Yofie atau Sisca Yofie pada 5 Agustus 2013 lalu. Wawan kemudian mengajukan banding ke PengadilanTinggi (PT) Jawa Barat. Vonisnya tidak berkurang.

Belum puas, Wawan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Hasilnya, Selasa (11/11/2014) kemarin, MA mengeluarkan vonis hukuman mati bagi Wawan.

“Rasa keadilan tidak hanya untuk korban, tetapi juga untuk tersangka. Hukuman mati tidak pantas bagi Wawan. Masih ada hukuman lain yang lebih pantas," papar advokat Dadang Sukma Wijaya.

Penasihat hukum Wawan alias Awing (39), Dadang Sukma Wijaya mengaku belum mendapat salinan putusan atau petikan vonis MA secara jelas. Namun begitu mendapat berita di media, advokat Dadang Sukma Wijaya mengaku pihaknya langsung menyiapkan gugatan. “Proses di MA memang tertutup. Tapi sudah tahu dari media jadi kita siapkan gugatan," cetus pengacara Dadang Sukma Wijaya.

Advokat Dadang Sukma Wijaya belum mau memaparkan materi gugatan yang sedang disiapkan timnya. Apakah bukti baru atau saksi baru. Namun menurutnya, materi yang disiapkan bakal menunjukan bahwa kliennya tidak pantas dihukum mati.

Mahkamah Agung (MA) sendiri merupakan peradilan tertinggi di negeri ini.  Namun menurut pengacara Dadang Sukma Wijaya, vonis MA atas Wawan belum bersifat final dan kliennya masih bisa mengajukan Peninjauan Kembali (PK). “Prosesnya nanti PK. Semoga nanti hakim yang menanganinya memperhatikan rasa keadilan. Setelah PK ada grasi. Kita tempuh semua cara," pungkas penasihat hukum kedua terdakwa pembunuhan sadis terhadap Sisca Yofie tersebut. (jos)

See Also

Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
OC Kaligis Dipindahkan Ke LP Sukamiskin
Gubernur Sultra Tersangka KPK
Pelimpahan Berkas Korupsi La Nyalla Mahmud Mattalitti Ke Pengadilan Tipikor Ditunda
Cegah Pelanggaran Kodim 0716/Demak Gelar Suluh Hukum Dari Korem 073/Makutarama
Keluarga Hilang Kontak Dengan Mahasiswa FK Unair Terduga ISIS
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.835.885 Since: 05.03.13 | 0.2906 sec