Nasional

Cak Imin Minta FPI Bersikap Realistis

JAKARTA-SBN.

Aksi penolakan Front Pembela Islam (FPI) terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok menuai kritik dari banyak pihak.

Salah satunya dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, FPI harusnya bersikap realistis bahwa penetapan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur sudah sesuai konstitusi.

"Mari kita bersikap realistis, Pak Ahok Gubernur itu enggak bisa diganjal siapapun. Itu diatur Undang-undang," tegas mantan anggota DPR RI 2004-2009, Cak Imin di Jakarta, Selasa, (11/11/2014).

Alumnus Master Bidang komunikasi Universitas Indonesia (UI), Muhaimin Iskandar menilai jabatan Gubernur DKI Jakarta sesuai konstitusi memang akan dijabat Basuki Tjahaja Purnama yang saat ini masih menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta. Muhaimin Iskandar menegaskan FPI tak bisa menolak hal tersebut dan sebaiknya melihat kinerja Basuki Tjahaja Purnama ke depan. "Pak Ahok itu tidak bisa diganjal siapa pun. (Pelantikan sebagai Gubernur) Itu (sesuai) UU," terang Muhaimin Iskandar di sela acara ulang tahun ke-3 Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Kantor DPP NasDem Jalan RP. Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2014).

Alumnus Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang, Muhaimin Iskandar menyebut, saat Jokowi melepas jabatan Gubernurnya maka secara otomatis Ahok akan menggantikannya. Sebagai Wakil Gubernur, sambung mantan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI (1999-2004), Ahok layak untuk mengganti posisi Ir. H. Joko Widodo yang telah meninggalkan jabatannya di DKI Jakarta.

Alumnus FISIP UGM tahun 1992, Muhaimin Iskandar lantas memberi saran pada FPI. Daripada menolak Ahok menjadi Gubernur padahal sudah ditetapkan dalam UU, ia meminta agar melihat produktivitas kerja pria asal Belitung Timur itu. Menurut mantan Pimpinan Badan Musyarawarah DPR RI (1999) ini, lebih bijak untuk melihat prestasi apa yang Ahok bisa lakukan untuk pembangunan agama di Jakarta.

"Mari kita bersikap realistis dan mari menunggu prestasi Ahok untuk pembangunan agama di Jakarta. Jangan liat siapa Ahok tapi (lihatlah) kualitas kinerjanya dan produktivitasnya," tandas alumnus Sarjana Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) tersebut.

"Maka carilah saluran yang sehat, demokratis, disahkan UU dan aturan dalam menyampaikan kehendak-kehendaknya. Karena polisi hanya tahu, barang siapa yang melakukan kriminal, dia harus berhadapan dengan hukum‎," imbuh alumnus Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta.

Politikus yang pernah menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) sejak 22 Oktober 2009, Cak Imin menegaskan pemikiran FPI yang mewacanakan Gubernur tandingan sangat tidak relevan dengan Undang-undang yang berlaku saat ini. Isu membuat Gubernur tandingan oleh FPI pun disebutnya melanggar UU dan tidak relevan. "(Buat Gubernur tandingan) Itu tidak relevan dan tidak sesuai UU kita," tutup mantan anggota BURT DPR RI (1999).

Dikabarkan sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang bernama lengkap Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab bertekad tetap menolak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan diangkat menjadi orang nomor satu untuk memimpin Ibu Kota menggantikan posisi Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Shihab, ngotot menolak Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’ sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ia mengancam pihaknya akan mengajukan Gubernur tandingan sebagai orang yang dinilainya lebih layak daripada mantan Bupati Belitung Timur dan mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyebutkan sebuah nama yang akan dijadikan Gubernur tandingan melawan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat akan menutup unjuk rasa di depan Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (10/11/2014).

Nama yang disebut dan digadang-gadang oleh FPI adalah Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), K.H. Fahrurrozi Ishaq.

Habib Rizieq Shihab mengancam akan mengangkat K.H. Fahrurrozi Ishaq, Koordinator Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), sebagai Gubernur tandingan.

Tokoh ulama Betawi, K.H. Fahrurrozi Ishaq yang juga adalah merupakan anggota dari Forum Umat Islam (FUI). Adapun yang berpartisipasi dalam unjuk rasa kali ini adalah FPI, FUI, dan GMJ.

"Kalau pemerintah ngotot dan arogan melantik Ahok, masyarakat Jakarta akan ngotot untuk mengangkat Gubernur pilihan rakyat, Kiai Haji Fahrurrozi," cetus Habib Rizieq Shihab saat orasi di tengah demo GMJ di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11/2014).

"Kalau Ahok tetap dijadikan Gubernur (DKI), kami ajukan saja Gubernur tandingan, ini Ketua GMJ, Ustadz Fahrurrozi Ishaq," teriak Habib Rizieq Shihab di depan massa.

Dalam orasinya, Habib Rizieq Shihab mengancam akan berdemo setiap hari jika Basuki Tjahaja Purnama benar-benar dilantik sebagai Gubernur.

Selain itu, Habib Rizieq Shihab mengajak agar masyarakat segera tunduk pada Gubernur tandingan, K.H. Fahrurrozi Ishaq, dan bukan kepada Basuki Tjahaja Purnama. "Kalian siap setia pada Kiai Haji?" tanya Habib Rizieq Shihab sambil menunjuk K.H. Fahrurrozi Ishaq yang berada di sampingnya. K.H. Fahrurrozi Ishaq secara spontan langsung mengangkat tangan kanannya dengan jari mengepal. Ia pun tersenyum dianggap sebagai Gubernur baru.

Sepanjang unjuk rasa, Habib Rizieq Shihab dan beberapa petinggi lainnya menyerukan agar Basuki Tjahaja Purnama tidak dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, tak hanya itu, mereka mengancam dan berjanji bakal akan melempari dengan berbagai barang-barang apapun kepada Basuki Tjahaja Purnama apabila dia datang blusukan ke kawasan kumuh.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi seusai orasi, K.H. Fahrurrozi Ishaq mengatakan bahwa rencana itu adalah ucapan spontanitas Habib Rizieq Shihab. "Itu spontanitas yang timbul dari suatu penolakan. Sangatlah naif kalau suara masyarakat seperti ini ditolak juga," tutur K.H. Fahrurrozi Ishaq. Menurut dia, hal tersebut didasari oleh situasi yang terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. "DPR juga malah ngajarin,” tambah dia.

K.H. Fahrurrozi Ishaq mengaku ucapan Habib Rizieq Shihab tersebut belum pernah dirapatkan dalam organisasinya. Namun ia mengaku siap jika nantinya dirinya benar menjadi DKI-1. "Saya siap, jadi presiden saja bisa," tegasnya.

Ustadz Fahrurrozi Ishaq menuturkan bahwa dia siap bila diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia juga yakin bahwa masyarakat akan lebih memilihnya dibandingkan dengan memilih Basuki Tjahaja Purnama kembali. "Kalau (pencalonan) itu memang harus, kenapa tidak? Oleh karena itu, DPRD dan Kemendagri harus menyikapi ini," tukas Ustadz Fahrurrozi Ishaq saat dikonfirmasi.

"Kalau Ahok dicalonkan lagi, dia juga pasti enggak bakal terpilih. Paling-paling cuma satu persen suara," ucap dia.

Belum dijelaskan secara rinci apakah Ustadz Fahrurrozi Ishaq benar akan diusung oleh FPI, FUI, dan GMJ untuk jadi Gubernur DKI Jakarta. Meski demikian, Ustadz Fahrurrozi Ishaq memastikan akan berusaha sekuat tenaga untuk menentang Basuki Tjahaja Purnama jadi Gubernur DKI Jakarta. (kom/tem/jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.182.915 Since: 05.03.13 | 0.2276 sec