Nasional

Menag Sebut Tengah Susun RUU Perlindungan Umat Beragama

Monday, 10 Nopember 2014 | View : 595

JAKARTA-SBN.

Menteri Agama (Menag) Indonesia yang menjabat sejak 9 Juni 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II dan kembali menjadi Menteri Agama di Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan tengah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perlindungan umat beragama.

Menurut alumnus Sarjana (S1) Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta, pada tahun 1990, Lukman Hakim Saifuddin, RUU ini merupakan salah satu jalan bagi pemerintah untuk menjamin kebebasan warga negara Indonesia untuk memeluk serta menjalankan ajaran agama dan keyakinannya. "Kemenag mencoba menginisiasi lahirnya RUU tentang perlindungan umat beragama," beber Lukman Hakim Saifuddin yang pada 9 Juni 2014 resmi dilantik oleh mantan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama (Kemenag) di kantornya, Jakarta, Senin (10/11/2014).

Anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan RUU ini akan menggantikan seluruh regulasi yang ada terkait perlindungan umat beragama.

Menurut mantan Wakil Sekretaris, Kepala Bidang Administrasi Umum, Koordinator Program Kajian dan Penelitian, Koordinator Program Pendidikan dan Pelatihan di Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU pada tahun 1988-1999, seluruh regulasi yang sudah ada belum mampu memberikan jaminan perlindungan bagi setiap warga negara untuk memeluk agama sekaligus menjalankan ajarannya. "Inilah dua hal yang oleh konstitusi merupakan amanah yang harus dijabarkan oleh pemerintah dan DPR," ungkap mantan Ketua Badan Pengurus di Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU periode 1996-1999.

Selanjutnya, Menteri Agama Republik Indonesia ke-22, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan masih terdapat permasalahan dalam kehidupan umat beragama baik penganut Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Persoalan tersebut hingga saat ini belum bisa diselesaikan. "Misalnya persoalan rumah ibadah yang sampai sekarang masih menjadi persoalan. Lalu persoalan tentang penyebarluasan atau penyiaran agama seperti yang belakangan ini mulai santer seperti acara Car Free Day lalu di YouTube muncul ada banyak persoalan. Itu kan hal-hal seperti itu. Jadi, di internal penganut enam agama itu belum selesai," urai mantan Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) periode 1985-1988.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014, Lukman Hakim Saifuddin menerangkan RUU ini nantinya tidak hanya mengatur kebebasan penganut enam agama tersebut. Tetapi, RUU ini juga akan memberikan perlindungan terhadap penganut keyakinan di luar enam agama yang sudah ada. "Yang penting adalah bagaimana perlindungan setiap kita, negara mau mengakui atau tidak mengakui, ada jaminan perlindungan pada setiap warga negara terhadap agama yang dipeluknya dan terhadap bagaimana cara dia menjalankan ajaran agamanya itu," tambah dia.

Di samping itu, secara tegas mantan anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili Jawa Tengah, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kehadiran RUU ini juga untuk menjembatani adanya perbedaan pandangan terkait kehidupan umat beragama.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Program Yayasan Saifuddin Zuhri sejak tahun 1994 hingga sekarang berharap dengan adanya RUU ini yang ditargetkan akan selesai pada bulan April 2015, perbedaan cara pandang tersebut dapat diatasi. "RUU ini harapannya bisa menyamakan persepsi di antara kita semua agar semua itu mendapatkan perlindungan yang sama sehingga keadilan itu betul-betul bisa dirasakan," tutup alumnus Pesantren Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1983. (mer/tri/jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.011.081 Since: 05.03.13 | 0.172 sec