Nasional

Pemerintah Tidak Berniat Hapus Kolom Agama Di KTP

JAKARTA-SBN.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Indonesia ke-28 yang menjabat dari 27 Oktober 2014 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Tjahjo Kumolo menegaskan, Pemerintah tidak berniat menghapus kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Kolom agama itu pasti ada karena sudah ada di Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Tidak ada niat kami (Pemerintah) untuk menghapus itu," jelas Tjahjo Kumolo usai Rapat Kerja dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Kampus IPDN Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2014).

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI-P di DPR RI dan juga menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi di DPR RI Tjahjo Kumolo menyatakan kolom agama dalam KTP tidak mungkin dihapus. Ini karena pencantuman kolom agama merupakan ketentuan yang sudah diatur dalam Undang-undang (UU). “Kalau dihapuskan enggak mungkin. Saya harus berpegang yang enam itu wajib masuk," tukas mantan anggota DPR RI Fraksi Golkar dengan masa jabatan 1987-1998, Tjahjo Kumolo di kantornya, Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Ketua Fraksi PDIP DPR RI dengan masa jabatan 1 Oktober 2004-13 Januari 2012 mengatakan kolom agama hanya akan dikosongkan. Itu pun hanya berlaku bagi warga negara yang memeluk kepercayaan di luar enam agama diakui negara yaitu Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. "Agama kayak saya (anut), Islam, harus masuk. Tetapi kami harus berpikir yang di luar enam agama itu," beber mantan Lembaga Ketahanan Nasional, Tjahjo Kumolo.

Selanjutnya, almamater Universitas Diponegoro tersebut, Tjahjo Kumolo menerangkan pengosongan ini bukan dimaksudkan untuk tidak mengakui adanya agama. Menurut dia, meski Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. "Negara ini bukan negara sekuler karena ada Kemenag yang mengatur dan ada tokoh-tokoh agama yang mengeluarkan fatwa yang mana yang dilarang sesuai aqidah dan sebagainya," papar mantan anggota DPR RI Fraksi PDIP dengan masa jabatan 1999-2014.

Mantan Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2009-2014 dengan masa jabatan 8 April 2010-29 Oktober 2014, Tjahjo Kumolo menjelaskan, kebijakan pengosongan kolom agama tersebut diberlakukan oleh warga negara Indonesia yang menganut aliran kepercayaan non-agama resmi, karena selama ini mereka "dipaksa" menuliskan satu dari enam agama resmi pemerintah di KTP.

Akibat paksaaan bagi penganut kepercayaan atau keyakinan untuk mengisi kolom agama di KTP, Tjahjo Kumolo menambahkan, banyak warga yang memilih untuk tidak memiliki KTP.

Sehingga, sambung politikus PDI Perjuangan itu, hal tersebut menghambat kegiatan pencatatan kependudukan yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kemendagri.

"Saya mendapat laporan bahwa ada warga di daerah menolak membuat KTP karena harus ditulis Islam, Kristen, Buddha, Hindu atau Khonghucu. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak punya agama dalam artian penganut kepercayaan, bagaimana mereka mau dapat KTP-el kalau mereka tidak bisa menuliskan keyakinan mereka," ungkap mantan Ketua Umum KNPI dan anggota Partai Golongan Karya (Golkar), Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (10/11/2014).

Meski demikian, Tjahjo Kumolo mengaku masih perlu berkonsultasi dengan para tokoh agama. Hal ini lantaran pengosongan kolom agama juga masih menjadi perdebatan. Oleh karena itu, Mendagri akan segera berkoordinasi dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait hal tersebut. “Saya kira belum ada persepsi yang sama. Saya harus menunggu fatwa agama,” pungkas Tjahjo Kumolo yang terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009–2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I. (jos)

See Also

Pesantren Al Mawaddah Kudus Ciptakan Rekor Prestasi Dunia
Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.366.738 Since: 05.03.13 | 0.2044 sec