Agama & Masyarakat

Imam Besar Masjid Istiqlal Katakan FPI Jangan Buat Kemunkaran Baru Dengan Memaki Ahok

JAKARTA-SBN.

Imam Besar Masjid Istiqlal ke-4 yang mulai menjabat sejak Desember 2005, Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya'qub, M.A. berharap Front Pembela Islam (FPI) tak mencaci maki Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. atau yang akrab disapa ‘Ahok’ dalam aksi unjuk rasanya. Ali mengingatkan jangan sampai aksi unjuk rasa justru membuat kemunkaran baru. "Beramar maruf nahi munkar jangan menimbulkan kemunkaran yang baru," tegas Ali Musthafa Ya’qub yang juga ahli bidang syariah dan ilmu hadist lulusan Universitas King Saud ini saat berbincang dengan awak media, Senin (10/11/2014).

K.H. Ali Musthafa Ya’qub menyayangkan bila dalam unjuk rasa FPI sampai mencaci maki dan mengata-ngatai Ahok dengan kata-kata yang tak pantas. "Itu dilarang menurut hukum agama," pinta lulusan pondok pesantren Tebuireng, Jombang pada 1969-1971 ini.

Imam Besar Masjid Istiqlal ke-4 yang mulai menjabat sejak Desember 2005, Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya'qub, M.A. meminta FPI mematuhi koridor hukum positif. Bila FPI menolak Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. atau Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, silakan berjuang pada pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 mendatang. "Saya sudah sampaikan berkali-kali, sekarang ini bukan saatnya memilih. Nanti pemilihan 2017 mendatang, Alquran sudah memberikan pengarahan yang baik menurut Allah," jelas alumnus Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang, 1972-1975, Senin (10/11/2014).

"Kalau FPI memilih sesuai tuntutan Allah, pada 2017 jangan memilih yang tidak disukai Allah. Jangan memilih yang menurut Allah yang tidak bagus," tambah alumnus Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia (S1), 1976-1980.

FPI sebagai ormas Islam mesti bersabar. Masa Pilgub DKI 2017 mendatang bisa memberikan calon yang terbaik. Saat ini ikuti aturan hukum positif. "Saya sampaikan kalau Pilgub sudah selesai, masa memilih sudah selesai," tukas alumnus Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (S3), 2005-2008.

Ali Musthafa Ya'qub yang lahir di Kemiri, Batang, provinsi Jawa Tengah pada tanggal 2 Maret 1952 ini menguraikan saat ini baiknya FPI mengikuti hukum positif. Beramarmaruf nahi munkar jangan sampai membuat kemunkaran yang baru. Dipersilakan berunjuk rasa dengan tertib karena sesuai hukum dan demokrasi, menyampaikan pendapat adalah hak.

"Demo tidak melakukan anarkisme, jangan memakai radikalisme. Jangan mencaci maki. Ikuti aturan hukum positif dan hukum agama," jelas alumnus Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia, Spesialisasi Tafsir Hadits (S2), 1980-1985.

Menurut Guru Besar Madya Ilmu Hadis Institut Ilmu Al-Qur'an ke-1 yang mulai menjabat sejak September 1999 ini, sebagai muslim, FPI harus menunjukkan sikap yang baik dan terpuji. Jangan sampai justru menodai kesantunan umat Islam. "Jangan anarkis, jangan mencaci maki dan sebagainya. Silakan demo asalkan sesuai koridor hukum positif dan hukum Islam," terang Ali Musthafa Ya’qub yang juga Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi) ini. "Amar maruf nahi munkar diwajibkan, tapi ada persyaratan yakni tidak membuat kemunkaran yang baru," tutup Khadim Ma'had Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah ke-1 yang mulai menjabat sejak September 1999 ini. (jos)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.182.988 Since: 05.03.13 | 0.2189 sec