Nasional

Kolom Agama, PKS Tidak Sependapat Dengan Mendagri

JAKARTA-SBN.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak sependapat dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-28 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Tjahjo Kumolo, soal diperbolehkannya pengosongan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Sebab hal tersebut dianggap menyakiti penganut agama di Indonesia. "Saya kira ada 98 persen yang memiliki agama yang diakui Indonesia. Namun kepada hanya sekitar dua persen dapat menyakiti yang 98 persen. Jadi itu bukan sesuatu yang bijak," kata Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, saat berbincang dengan awak media, Minggu (9/11/2014).

Sebetulnya, lanjutnya, ini pelajaran besar untuk siapapun penyelengga negara, agar kita tidak sembarangan berpendapat sebelum ada keputusan hukum tetap. "Mengelola negara ada aturan mainnya. Enggak bisa seseuai kehendak masing-masing harus konsultasi dengan DPR," imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, warga Negara Indonesia (WNI) penganut kepercayaan yang belum diakui secara resmi oleh Pemerintah boleh mengosongi kolom agama di e-KTP.

Hal ini demi mengakomodir rakyat Indonesia yang memeluk keyakinan selain enam agama yaitu Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Menurut Tjahjo Kumolo, Kemendagri masih melakukan pencatatan terkait kepercayaan apa saja yang dianut masyarakat. Namun demikian, kepercayaan tersebut saat ini belum dapat dimasukkan ke dalam kolom agama di KTP. "Saat ini di KTP-nya bisa dikosongkan dulu," ungkap Tjahjo Kumolo. "Itu kepercayaan, sementara kosong, sedang dinegosiasikan. Kami akan segera ketemu Menteri Agama untuk membahas ini. Pemerintah tidak ingin ikut campur pada WNI yang memeluk keyakinannya sepanjang itu tidak menyesatkan dan mengganggu ketertiban umum," sambung Tjahjo Kumolo di Gedung Kemendagri Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Dengan demikian, artinya WNI pemeluk keyakinan seperti Kejawen, Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Malim, namun di KTP tertera sebagai salah satu penganut agama resmi boleh mengoreksi kolom agama mereka.

Dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 sebagai perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan disebutkan bahwa agama yang dicantumkan dalam KTP adalah agama resmi yang diakui Pemerintah.

Sehingga, untuk mengisi kolom agama dengan keyakinan memerlukan waktu untuk melakukan perubahan atas UU tersebut.

"Dalam Undang-undang jelas ada enam agama yang boleh dicantumkan dalam e-KTP atau KTP-el, sehingga kalau ingin ditambah akan memerlukan waktu untuk mengubahnya. Tapi kalau mereka mau mengkosongkan kolom itu ya tidak masalah," tambahnya.

Selain enam agama yang sudah diatur undang-undang, sebagian masyarakat Indonesia juga merupakan penghayat aliran kepercayaan. Namun, aliran kepercayaan yang jumlahnya sangat banyak itu tidak bisa dicantumkan dalam KTP.

Penghayat aliran kepercayaan harus memilih salah satu di antara enam agama yang sudah diatur untuk dicantumkan dalam kolom agama di KTP. (jos)

See Also

Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.795.104 Since: 05.03.13 | 0.1439 sec