Politik

Zulkifli Hasan Jadi Ketua MPR RI, KMP Kuasai Pimpinan MPR RI

Wednesday, 08 Oktober 2014 | View : 1321

JAKARTA-SBN.

Koalisi Merah Putih (KMP) kembali menyapu habis Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dalam persaingan di Parlemen.

Setelah sebelumnya menyapu bersih posisi pimpinan DPR RI, kini KMP memenangi persaingan memperebutkan posisi pimpinan MPR RI periode 2014-2019 melalui proses voting.

Dalam proses pemungutan dan penghitungan suara yang digelar selama empat jam lebih Rabu (8/10/2014) dini hari, KMP yang mengusung Paket B, yakni H. Zulkiflli Hasan, S.E., M.M. dari Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai calon Ketua MPR RI dengan wakil Ketua MPR RI antara lain mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ke-11 menjabat dari 1 Oktober 2004 hingga 1 Oktober 2009, deklarator dan Presiden ke-2 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan masa jabatan 21 Mei 2000-11 Oktober 2004 yang juga anggota DPR RI mewakili Jawa Tengah V (2009-2014), anggota DPR RI mewakili DKI Jakarta II (2014-2019), Dr. H.  Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A. dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II, mantan Pangdam VIII/Trikora,  Ketua Komisi II DPR RI periode 2004-2009, dan Gubernur Sulawesi Utara periode 1995-2000 menggantikan Cornelis John Rantung, Letnan Jenderal TNI (Purn) Evert Erenst (E.E.) Mangindaan dari Partai Demokrat (PD), Ketua DPP Partai Golongan Karya bidang Organisasi dan Daerah serta mantan Bupati Kutai Timur ke-2 periode 2003-2006, Wakil Bupati Kutai Timur (2001-2003) yang juga anggota komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada periode 2009-2014 dari Partai Golongan Karya (Golkar) H. Mahyudin, S.T., M.M., dan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) (2010-Sekarang), wakil Ketua MPR RI periode 1999-2004, Oesman Sapta Odang dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD), menang atas Paket A yang diusung KIH.

Dalam proses voting itu, KIH mengusung paket  Oesman Sapta Odang sebagai calon Ketua MPR RI dengan wakil Ketua MPR RI antara lain anggota DPR RI pada periode 2009-2014 menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi mewakili daerah Jawa Timur setelah menang dengan perolehan 54.152 suara di Dapil Jawa Timur 3 meliputi Kab. Bondowoso, Kab. Banyuwangi, Kab. Situbondo yang juga Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah, H. Imam Nahrawi, S.Ag. dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Azwar, dan H. Patrice Rio Capella, S.H. dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Hengkangnya PPP dari KMP ternyata tak membuat koalisi pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di pemilu presiden (pilpres) itu kalah dari KIH.

Sebab, ada suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang juga mengalir ke KMP. Dari perhitungan total, KMP unggul 17 suara dari KIH.

Total, KMP mengantongi 347 suara, unggul 17 suara. Sedangkan KIH mendapat 330 suara. Adapun satu suara dinyatakan abstain.

Perhitungan suara terlihat sengit sejak awal. Perolehan suara KIH sempat unggul pada awal-awal penghitungan.

Namun, KMP sudah leading ketika perolehan suaranya sudah di atas 100. Selanjutnya, KMP terus memimpin perhitungan suara hingga akhir. 

Pendukung KMP sudah bersorak ketika perolehan suara "Paket B" mencapai 340.  Satu per satu anggota KMP pun menyalami Zulkifli Hasan, mantan Menteri Kehutanan Indonesia (2009-2014) sejak 22 Oktober 2009 menggantikan Malem Sambat Kaban (M.S. Kaban) yang juga bekas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2005-2010. 

“Dengan demikian, pemilihan pimpinan MPR periode 2014-2019 dimenangkan oleh paket B,” kata anggota MPR RI, Maimunah Umar yang memimpin proses voting saat membacakan hasil pemilihan.

Akhirnya, paket pimpinan dari Koalisi Merah Putih (KMP), yakni Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Mahyudin dari Partai Golongan Karya (Golkar), E.E. Mangindaan dari Partai Demokrat (PD), Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Oesman Sapta Odang yang merupakan wakil Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendapat 347 suara dari total 678 suara yang diberikan anggota MPR RI pada siang paripurna.

Sementara itu, paket pimpinan Koalisi Indonesia Hebat yang terdiri atas Calon Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang dari DPD, dan empat calon wakil ketua, yakni Ahmad Basarah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Imam Nahrawi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Patrice Rio Capella dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Hazrul Azwar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mendapat 330 suara. Adapun satu suara lainnya dinyatakan abstain.

Kekalahan Koalisi Indonesia Hebat dalam mengisi kursi pimpinan MPR menegaskan rendahnya kualitas dan keterampilan berpolitik pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Demikian disampaikan Ketua SETARA Institute Hendardi melalui pesan singkat, Rabu (8/10/2014).

"Apalagi, Koalisi Indonesia Hebat juga kalah dalam pemilihan pimpinan DPR salah satu penyebabnya adalah sikap "gede rasa" KIH dengan kemenangan Jokowi-JK dan melupakan konstituen, relawan, dan masyarakat sipil dalam proses politik di parlemen," kata Hendardi.

Menurut Hendardi, KIH semakin berjarak dengan kelompok kritis yang selama ini mengawal dan mendukung kemenangannya dalam Pilpres.

Kalau KIH bisa membawa keluar suksesi kepemimpinan di DPR dan MPR sebagai diskursus publik dan partisipasi berkualitas, kata Hendardi, semestinya KIH bisa kembali mengulang kemenangan.

"Kanal komunikasi publik ini yang semestinya dibangun untuk memperoleh dukungan, meski secara formal publik tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan. Ini pelajaran penting bagi KIH dan Jokowi-JK," tuturnya.

Ia mengatakan KIH juga terlalu percaya diri dengan dukungan PPP dan DPD yang sebenarnya belum teruji soliditasnya. Pasalnya, tutur Hendardi, mereka bukanlah mitra koalisi yg strategis, seperti PKB, NasDem, dan Hanura.

"PDIP juga diam-diam menghendaki voting setelah mendapat dukungan PPP dan DPD, padahal gagasan untuk musyawarah mufakat semestinya tetap menjadi pilihan yang diutamakan," imbuhnya. "Setelah ada dukungan DPD dan PPP, KIH juga sama nafsunya untuk berkuasa seperti KMP," pungkasnya.

Usai pemilihan pimpinan DPR RI, DPD RI, dan MPR RI, Hendardi mengatakan kini saatnya bekerja dan publik akan mengawasi kinerja parlemen dalam membangun bangsa.

"Jangan pernah sedikitpun berniat dan bertindak mengembalikan iklim demokrasi yang sudah diraih. Apalagi berpikiran mengubah sistem pemilihan presiden dari langsung menjadi tidak langsung," ungkapnya.

Koalisi Indonesia Hebat melihat kekalahan di pemilihan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dikarenakan tidak bulatnya suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menjadi penyebabnya. "Kami terlalu mempercayai DPD dengan logika kami bahwa mereka tidak akan lari (ke Paket Calon Pimpinan MPR Koalisi Merah Putih). Itu kekhilafan kami," tukas anggota Koalisi Indonesia Hebat yang juga Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, Rabu (8/10/2014).

Kegagalan untuk merebut kursi pimpinan MPR RI, sambung dia, karena pihaknya terlalu percaya dengan prediksi akan terakumulasinya secara bulat suara dari seluruh anggota DPD.

Keyakinan itu datang setelah Koalisi Indonesia Hebat dengan mantap mengusung wakil Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang sebagai Calon Ketua MPR 2014-2019 beserta empat wakil dari Koalisi Indonesia Hebat.

Selain itu, Abdul Kadir Karding mengakui kemampuan lobi pihaknya juga memang tidak maksimal untuk mengumpulkan suara dari DPD.

Ketua DPD Irman Gusman menilai faktor utama kalahnya paket yang diajukan Koalisi Indonesia Hebat (PIH) pada sidang paripurna MPR RI, bukan berasal dari suara DPD yang pecah tetapi ada juga anggota KIH yang mendukung Koalisi Merah Putih (KMP).

"Suara DPD itu sesuai dengan target tapi jangan lupa juga dari fraksi partai pendukung (Jokowi) juga ada yang merembes juga tentunya," ucap Irman Gusman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Menurut Irman Gusman, kalau dilihat suara murni dari paket A dari KIH bersama PPP sesungguhnya suara dasarnya hanya 247. Namun, kalau paket B dari KMP sebanyak 313 suara. "Jadi suara yang tersolid masuk sampai masuk 330, itu justru dikontribusi dari DPD," pungkasnya.

Adanya suara partai pengusung Jokowi yang secara diam-diam mendukung opsi paket B dari KMP, Irman Gusman tidak dapat menjelaskan dari fraksi mana yang melakukan penyebrangan suara tersebut.

"Saya mendapatkan informasi dari dalam, tapi kan tidak etis menyebut partainya apa. Kita tidak perlu menyalahkan satu sama lain. Apa yg terjadi semalam perbedaan sangat tipis sekali, itu menandakan bahwa terjadi perimbangan kekuatan," tutup Irman Gusman. (tri/mer/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.200.713 Since: 05.03.13 | 0.2126 sec