Politik

Tak Dapat Jabatan Di Paket Pimpinan MPR, PPP Sebut Sadis Ditinggalkan KMP

Monday, 06 Oktober 2014 | View : 1024

JAKARTA-SBN.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) geram dengan keputusan Koalisi Merah Putih (KMP) yang tak memasukkan anggota fraksinya sebagai bagian dari paket pimpinan MPR RI. Koalisi Merah Putih (KMP) tak memasukkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam paket pimpinan MPR yang akan diajukan di paripurna.

Ketua DPP PPP Arwani Thomafi menyebutkan banyak anggota fraksinya yang kecewa atas keputusan tiba-tiba dari KMP tersebut. "Ketika PPP tidak dimasukkan dalam paket, tentu anggota fraksi bertanya kepada kami. Sebagian besar kecewa fraksi PPP kok tidak ada di paket pimpinan yang disampaikan tadi pagi oleh Fadli Zon,” beber Arwani Thomafi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014).

Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi membantah jika alasan batal dimasukkannya PPP dalam paket pimpinan adalah karena PPP tidak solid. Justru menurutnya, tidak ada satupun anggota PPP di DPR yang 'mbalelo' dengan KMP. "Mana nggak solid? Kapan nggak solid? (Pengesahan) UU MDR, Tatib, RUU Pilkada, mana ada anggota PPP terang-terangan menolak berdiri atau WO?" tanya sekretaris FPPP itu.

Pihaknya juga menolak jika alasan Fraksi PPP tak dimasukkan ke paket pimpinan MPR RI karena KMP sudah memasukkan anggota DPD yang juga kader PPP, Ahmad Muqowam. "Saya setuju jika Muqowam masuk dari DPD, tapi Fraksi PPP di mana?" ucap Arwani Thomafi.

Terkait bagi-bagi kursi pemimpin DPR RI dan MPR RI oleh Koalisi Merah Putih terhadap fraksi-fraksi yang mengusungnya di DPR RI, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang mengaku paling pertama mendukung KMP sampai saat ini merasa dianaktirikan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuziy menyampaikannya karena semenjak penentuan ketua DPR RI hingga nanti malam rapat paripurna membahas ketua MPR RI, partai berlambang ka'bah itu tidak juga masuk dalam paket ketua MPR RI yang diusung KMP. "Ya kalau merasa dianaktirikan atau tidak, kami merasakannya. Meskipun, kami menerima kalau dari sisi bahwa kita tidak mendapat jatah dalam pimpinan MPR,"
ungkapnya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2014).

Hal itu diungkapkan Romi, sapaan akrabnya, karena kader PPP di tingkat bawah melihat kondisi ini sebagai bentuk ketidakadilan KMP terhadap partainya. "Jadi kader PPP yang di DPW itu bertanya, kok PPP yang sejak awal di KMP tidak dimasukkan dalam paket pimpinan MPR. Jadi merasa dianak tirikannya disitu," papar Romi.

Hasil rapat sementara, PPP menyepakati mengusung Hasrul Azwar masuk dalam paket pimpinan MPR RI. "Rapat fraksi PPP menyepakati bulat yang dihadiri ketua dan anggota fraksi, dipimpin ketua umum dan sekjen DPP agar PPP memperjuangkan kader terbaik Pak Hasrul Azwar," tandas Sekjen PPP Romahurmuziy di sela rapat Fraksi PPP di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014).

Anggota Fraksi PPP, Romahurmuziy menambahkan, pengajuan nama Hazrul Azwar untuk masuk dalam paket pimpinan MPR tidak bisa ditawar lagi. "Kita komunikasikan ini (kepada Koalisi Merah Putih) sebagai komunikasi yang tidak bisa ditawar. Apakah keputusannya akan begini atau tidak biarlah KMP adakan rapat memutuskan itu. Insya Allah, KMP akan menerima," tegas Romi.

Romi mengungkapkan, keputusan itu akan disampaikan kembali dalam rapat Koalisi Merah Putih malam ini yang kemungkinan dihadiri seluruh ketua umum. Pihaknya berkukuh, nama Hasrul Azwar harus masuk paket. "Keputusan ini bulat yang tidak bisa ditawar. Soal caranya biar kami komunikasikan ke KMP dan apakah keputusannya demikian atau tidak biar malam ini akan rapat lagi di antara ketua umum untuk putuskan itu," tegasnya. "Dari PPP harga mati pimpinan MPR Pak Hasrul," imbuhnya menegaskan.

Bagaimana kalau tetap ditolak oleh KMP? "Insya Allah menerima. Amanat kepada pimpinan fraksi PPP memperjuangkan duduk di pimpinan MPR," jawab Romi.

Romi menegaskan, PPP akan memperjuangkan kursi pimpinan MPR RI dengan segala cara. Romi menilai PPP berhak atas satu dari 9 kursi pimpinan parlemen, terlebih lagi PPP sudah menunjukkan loyalitasnya terhadap KMP. "Loyalitas PPP dilihat oleh masyarakat. Kader kami tidak ada yang walk out. Hazrul Azwar harus diperjuangkan dengan cara apapun," cetus Romi.

Terkait dengan potensi merapat ke kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) apabila KMP menolak, Romi hanya memberi isyarat bahwa PPP akan memperjuangkan kursi Pimpinan MPR RI dengan berbagai cara. "Amanat rapat, kita duduk di pimpinan MPR. (Apakah akan merapat ke KIH) Semua kemungkinan akan ditempuh," tukas Romi.

Dia melanjutkan, paket ketua MPR RI yang akan diusung KMP ini akan menjadi penentu apakah nanti PPP tetap akan di KMP atau nanti malah memilih mendukung Koalisi Indonesia Hebat (KIH). "Itu jawabannya nanti usai siapa yang akhirnya jadi dalam paket pimpinan MPR yang diusung KMP nanti malam," tegasnya.

PPP akan mengomunikasikan nama Hazrul Azwar kepada KMP malam ini. Namun, Romi enggan menyebut lokasi rapat KMP akan dilakukan. "Malam ini masih akan rapat dengan KMP untuk mengusung Pak Hazrul," tutup Romi.

Anggota Fraksi PPP, Suharso Manoarfa menyebutkan, PPP akan tetap mengajukan satu nama untuk menduduki jabatan pimpinan MPR RI. Nama tersebut nantinya akan diusung untuk menduduki kursi Ketua MPR RI atau Wakil Ketua MPR RI.

Nama Hazrul Azwar akan diperjuangkan PPP untuk masuk dalam paket pimpinan MPR RI. “Tadi sudah diputuskan PPP akan tetap mengusulkan salah satu pimpinan MPR. Wakil atau Ketua, akan kita perjuangkan. Yang kita ajukan adalah Pak Hazrul Azwar," tutur Suharso Manoarfa di Kantor Fraksi PPP, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014).

Wakil Ketua Umum (‎Waketum) PPP Hasrul Azwar menyebut Koalisi Merah Putih (KMP) sadis karena partainya tak mendapat jatah posisi pimpinan baik di DPR RI maupun MPR RI.

Setelah tidak dapat kursi pimpinan DPR RI, PPP terancam kembali 'ditinggalkan' Koalisi Merah Putih (KMP) di paket pimpinan MPR RI.

Hasrul Azwar tidak terima dan menganggap itu sebagai hal yang sadis. "Kalau satu tidak diterima, keterlaluan. Masa dari sembilan kursi (5 kursi pimpinan DPR dan 4 kursi pimpinan MPR), masa PPP tidak dapat. Kalau itu terjadi, sadis!" pungkas Hasrul Azwar.

Mekanisme pengajuan nama calon pimpinan MPR RI adalah sistem paket yang berisi 5 calon pimpinan. Tiap paket yang diusung harus menyertakan unsur DPD RI. Sementara itu, DPD RI masih rapat dan akan mengusung satu nama saja untuk diusung dalam paket.

Akibat lobi yang belum selesai dan masing-masing fraksi juga DPD RI masih perlu rapat, maka paripurna penetapan pimpinan MPR RI ditunda hingga Selasa (7/10/2014) besok pukul 10.00 WIB. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.397 Since: 05.03.13 | 0.1798 sec