Nasional

Panglima TNI Larang Jajaran TNI Beri Pernyataan Hasil Investigasi Insiden TNI Dan Brimob Di Batam

Sunday, 05 Oktober 2014 | View : 2105

SURABAYA-SBN.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjabat sejak 30 Agustus 2013 menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono, Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan pernyataan secara tegas, tidak ada pihak yang boleh memberikan pernyataan terkait hasil tim investigasi kasus tertembaknya empat anggota TNI dari Batalyon Yonif 134 Tuah Sakti oleh oknum anggota Brimob Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada tanggal 21 September 2014 di kawasan Tembesi, Batu Aji, Batam yang lalu.

Mantan Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi ke-30 yang menjabat sejak Oktober 2010-Agustus 2011, Jenderal TNI Dr. Moeldoko melarang jajarannya memberikan pernyataan terkait hasil tim investigasi kasus tertembaknya anggota TNI oleh oknum Brimob di Batam.

Empat anggota TNI dari Batalyon Yonif 134 Tuah Sakti tertembak pada tanggal 21 September 2014 di kawasan Tembesi, Batu Aji, Batam yang lalu saat aparat Kepolisian melakukan penggerebakan lokasi penimbunan BBM ilegal.

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko melarang pihak lain selain TNI-Polri memberikan pernyataan soal kasus tertembaknya empat anggota TNI dari Batalyon Yonif 134 Tuah Sakti oleh anggota Brimob Polda Kepulauan Riau (Kepri) pada tanggal 21 September 2014 di kawasan Tembesi, Batu Aji, Batam yang lalu.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-28 sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013 yang menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo ini mengingatkan, agar semua pihak tidak memberikan keterangan terlebih dahulu soal kasus bentrokan tersebut.

Menurut Jenderal TNI Dr. Moeldoko, perkembangan kasus bentrokan antaroknum TNI-Polri di Batam saat ini telah menjadi wewenang tim investigasi.

"Dari awal saya sudah bersepakat dengan Kapolri, agar tidak ada yang memberikan statement tentang hasil investigasi. Jika ada yang memberikan statement, itu akan mengganggu objektivitas investigasi," kata Jenderal TNI Dr. Moeldoko, menanggapi pertanyaan salah satu wartawan saat jumpa pers gladi bersih Peringatan ke-69 Hari TNI di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2014) lalu.

Imbauan ini ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko untuk memastikan tidak ada kesan intervensi TNI terhadap hasil penyelidikan yang tengah berlangsung.

Jenderal TNI Dr. Moeldoko menjelaskan, imbauan ini bertujuan untuk memastikan agar tak ada kesan intervensi TNI terhadap hasil penyelidikan yang tengah berlangsung. Mantan Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura ke-1 dengan masa jabatan Juni 2010-Oktober 2010 ini menegaskan pasca terbentuknya Tim Investigasi Gabungan TNI-Polri, maka segala sesuatu yang terkait hasil temuan akan diserahkan sepenuhnya kepada tim. "Saya saja sebagai Panglima TNI tidak mau komentar macam-macam. Makanya yang lain jangan macam-macam,” tandas mantan Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad dengan masa jabatan Januari 2010-Juni 2010.

Sikap TNI dan Polri akan objektif menyikapi kasus yang bermula dari operasi penggerebekan tempat penimbunan BBM ilegal tersebut.

Panglima TNI tersebut pun berjanji bahwa hasil investigasi insiden di Batam akan diumumkan setelah puncak peringatan HUT TNI tanggal 7 Oktober 2014 yang akan datang. "Kalau ada anggota nakal, kita umumkan nakal, dan akan kita beri sanksi disiplin," tegasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengultimatum bawahannya untuk tidak lagi mengeluarkan komentar tentang kasus penembakan empat anggota Yonif 134 Tuah Sakti, Batam, yang dilakukan oleh aparat Brimob Polda Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/9/2014) malam silam. "Jajaran saya tidak akan lagi memberikan komentar agar tidak mempengaruhi hasil investigasi," tegas Panglima TNI, di sela-sela kegiatan pembuatan lubang biopori di Lapangan GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/9/2014).

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengancam bawahannya yang mengomentari hasil investigasi tim gabungan TNI dan Polri, terkait kasus perkelahian yang melibatkan anggota TNI dan polisi. "Kalau ada anak buah saya yang nakal, kalau dipidana ya dipidana. Dikenai sanksi, ya sanksi. Yang lain jangan macem-macem mengomentari," tegas peraih penghargaan Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama 1981 ini di Komando Armada RI Wilayah Timur, Surabaya, Sabtu (4/10/2014).

Sebab, menurut Jenderal TNI Dr. Moeldoko, jika ada pihak yang berkomentar selain dirinya dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-22 yang mulai menjabat sejak 25 Oktober 2013, Jenderal Polisi (Pol.) Drs. Sutarman dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil investigasi yang sedang berlangsung. Ditakutkan pula, akan membuat informasi menjadi simpang siur dan membingungkan bagi masyarakat. "Nanti setelah tanggal 7 Oktober, setelah acara HUT TNI saya akan diumumkan bersama dengan Kapolri," jelasnya.

Kasus penembakan yang dilakukan polisi terhadap anggota TNI berawal saat Direktorat Kriminal Khusus beserta Detasemen Gegana Brigade Mobil Polisi Kepulauan Riau menggerebek gudang penimbunan solar milik N. di Perumahan Cipta Asri, Batam, Minggu (21/9/2014) silam. Polisi menyita sejumlah barang bukti dan memboyong sejumlah saksi.

Namun saat hendak meninggalkan perumahan, tim yang mengendarai satu mobil dan sepeda motor dihadang sekelompok orang berpakaian preman. Mereka merusak mobil tim dan mengeroyok polisi yang mengendarai sepeda motor. Polisi berusaha membubarkan penghadang dengan menembak satu kali ke arah jalan. Beruntung, tembakan tersebut berhasil melepaskan polisi dari hadangan. Anggota Ditkrimsus pun kembali ke kantor Polisi Barelang, sedangkan anggota Brimob pulang ke markas.

Ternyata massa penghadang mengejar tim ke markas Brimob. Di markas, mereka menghajar anggota Brimob yang sedang berjaga. Maka bentrok berlanjut. Polisi menangkap satu orang di antaranya. Saat pemeriksaan, diketahui orang tersebut anggota Batalion 134 TNI AD. (tem/tri/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.681.131 Since: 05.03.13 | 0.2244 sec