Hukum

Demo Ricuh Di Balai Kota DKI, FPI Bawa Sajam

JAKARTA-SBN.

Massa Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta dan Gedung DPRD Jakarta.

Massa FPI menolak ‘Ahok’ panggilan akrab Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ir. H. Joko Widodo yang terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia dengan Wakil Presidennya Jusuf Kalla (JK).

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sendiri masih berada di Korea Selatan dan Gubernur DKI Jakarta yang adalah Presiden Terpilih periode 2014-2019, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ sedang menuju ke Solo, Jawa Tengah.

Demo penolakan terhadap Ir. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta berlangsung sejak pukul 14.00 WIB. Demo tiba-tiba ricuh ketika personel polisi dipukul massa FPI. Polisi lalu membalas mendorong dan terjadilah pelemparan batu, beling, dan kotoran.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Rikwanto menyebutkan anggota-anggota FPI yang terlibat kerusuhan dan pengrusakan saat berunjuk rasa di Gedung Balai Kota DKI Jakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta pada Jumat (3/10/2014) siang, diduga sengaja membuat keributan dan mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam (sajam) dan alat berbahaya lainnya.

Mantan Wakapolwil Banyumas ini, Kombes Pol. Rikwanto menduga para demonstran telah merencanakan unjuk rasa berujung rusuh karena telah menyiapkan batu, senjata tajam dan alat bahaya lainnya.

“Anggota-anggota FPI yang berunjuk rasa di Gedung Balai Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta pada Jumat (3/10/2014) siang, diduga sengaja membuat keributan dan mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam dan alat berbahaya lainnya,” ungkap mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto seperti dikutip dari antara, Jumat (3/10/2014).

Mantan Wakapolwil Banyumas ini pun menyampaikan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) telah meringkus 20 anggota Front Pembela Islam (FPI). "Hingga saat ini anggota FPI yang diamankan sekitar 20 orang dan dilakukan pemeriksaan di Markas Polda Metro Jaya," ucap dia.

Selain menangkap anggota FPI, lanjut Kombes Pol. Rikwanto, polisi juga menyita dua unit mobil yang digunakan para pengunjuk rasa.

Mantan Kapolres Klaten ini mengungkapkan para pengunjuk rasa menuntut penolakan penunjukan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ir. H. Joko Widodo yang terpilih menjadi Presiden.

Kerusuhan yang terjadi dalam unjuk rasa itu, menurut Kombes Pol. Rikwanto, juga mengakibatkan 11 polisi terluka.

Saat ini, pihak Kepolisian tengah memburu dua penanggung jawab aksi unjuk rasa FPI yang berujung rusuh di Gedung Balai Kota DKI Jakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

"Kita sedang cari untuk diminta pertanggungjawabannya berkaitan aksi FPI yang berujung rusuh," Kombes Pol. Rikwanto menjelaskan.

Berdasarkan pemberitahuan aksi yang disampaikan ke Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto mengatakan, koordinator aksi bernama Habib Syahab Anggawi dan Habib Novel Bamukmin.

Polda Metro Jaya mencari dua orang pemimpin FPI yang menjadi penanggung jawab aksi demonstrasi yang berujung rusuh di Gedung Balai Kota DKI dan DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/10/2014). Keduanya yakni Habib Syahab Anggawi dan Habib Novel Bamukmin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto mengatakan, pihaknya sedang mencari kedua koordinator aksi untuk diminta pertanggungjawabannya. “Dua orang itu adalah penanggung jawab aksi berdasarkan pemberitahuan aksi yang disampaikan ke Polda Metro Jaya," tegas Kombes Pol. Rikwanto.

Menurut Kombes Pol. Rikwanto, para anggota FPI itu terindikasi melanggar Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan.

Polisi akan memeriksa 20 anggota massa FPI selama 1x24 jam untuk memastikan status hukum para pengunjuk rasa rusuh tersebut.

Seperti diberitakan, bentrok bermula dari aksi demonstrasi yang digelar gabungan tiga ormas Islam di depan Gedung DPRD DKI. Massa yang terdiri dari anggota Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) dan Gerakan Masyarakat Pembela Umat Rasullulah (Gempur) itu mendesak pengangkatan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok sebagai Gubernur dibatalkan. (ant/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.484.463 Since: 05.03.13 | 0.2795 sec