Olah Raga

Ahsan/Hendra Sumbang Emas Ke-2 Untuk Indonesia

Sunday, 28 September 2014 | View : 852

INCHEON-SBN.

Akhirnya lagu Indonesia Raya untuk kali kedua berkumandang di Asian Games VII/2014, Incheon, Korea Selatan (Korsel), Minggu (28/9/2014). Adalah pasangan ganda Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan yang berhasil menyumbangkan medali emas dengan merebut medali emas kedua bagi kontingen Garuda setelah dalam final ganda putra mengkandaskan impian pasangan Negeri Ginseng, Korea Selatan (Korsel) yang diunggulkan di tempat pertama, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.

Dalam pertandingan final ganda putra di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korea Selatan, pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mempersembahkan medali emas kedua bagi cabang bulu tangkis di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan (Korsel), setelah berhasil menekuk pasangan tuan rumah Korea Selatan (Korsel) Yoo Yeon Seong/Lee Yong Dae melalui rubber set 21-16, 16-21, dan 21-17, Minggu (28/9/2014).

Bagi Hendra Setiawan ini merupakan medali emas Asian Games kedua. Empat tahun lalu di Guangzhou, China, ia merebut medali emas bersama pasangannya, Markis Kido.

Kedua pasangan ini sebelumnya sudah enam kali bertemu. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sendiri baru satu kali mencatat kemenangan.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil melaju ke babak final usai menundukkan pasangan Korea Selatan lainnya, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang dengan skor 19-21, 21-16, 21-18.

Dikabarkan sebelumnya, nomor ganda putra hanya meloloskan satu wakil ke babak semifinal Asian Games XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan.

Pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melaju ke babak empat besar, setelah memetik kemenangan atas pasangan India, Sumeeth Reddy Buss/Manu Attri dengan skor 21-12, 21-19.

“Kami bersyukur bisa masuk semifinal dan berharap tampil lebih baik di semifinal,” ucap Mohammad Ahsan seperti dilansir badmintonindonesia.

Ganda putra peringkat dua dunia itu bertemu wakil tuan rumah, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang. Pasangan rangking lima dunia itu menundukkan pasangan dari Negeri Matahari Terbit, Jepang Keigo Sonoda/Takeshi Kamura dengan skor 21-15, 21-15.

“Pasangan Korea Selatan ini unggul di bola-bola no lob. Kami harus bermain lebih sabar dari biasanya,” ujar Hendra Setiawan.

Namun, keberhasilan juara dunia 2013 itu melaju ke semifinal tidak berhasil diikuti juniornya, Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Pasangan peringkat ke-12 dunia itu takluk atas wakil tuan rumah Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dengan skor 16-21, 11-21.

Herry Iman Pierngadi, pelatih nomor ganda putra mengatakan sebetulnya Angga Pratama/Rian Agung Saputro punya kans untuk menang di game pertama, apalagi Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong kelihatan tegang.

“Namun Angga/Rian tak dapat memanfaatkan keunggulan mereka dan banyak mati-mati sendiri. Terutama setelah skor imbang 16-16, Angga/Rian banyak sekali error-nya,” terang pelatih Herry Iman Pierngadi.

Sebelumnya, Indonesia meraih dengan memperoleh medali emas pertama lewat pasangan ganda putri Greysia Polii dan Nithya Krishinda Maheswari yang di babak final menghempaskan pasangan Negeri Sakura, Jepang, unggulan pertama, Matsutomo Misaki dan Takahashi Ayaka dengan skor 21-15, 21-9, Sabtu (27/9/2014) kemarin.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Minggu (28/9/2014) malam waktu setempat, di set pertama, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sempat tertinggal cukup jauh 6-10. Namun, setelah mengubah strategi lewat adu drive dan netting, pasangan Indonesia berbalik unggul 11-10.

Kepiawaian Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan dalam melakukan smash dan drive akhirnya membuahkan hasil. Setelah unggul 18-15, pasangan Indonesia menutup set pertama dengan skor 20-16 dalam waktu 23 menit.

Di set kedua, pertandingan tetap berjalan dengan ketat. Kedua pasangan silih berganti memimpin angka. Namun, titik balik permainan terjadi saat skor imbang 15-15.

Pasangan Korea Selatan lewat smash kerasnya mampu unggul 18-15.

Kegagalan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan dalam mengembalikan smash Lee Young Dae membuat set ini dimenangkan pasangan Korea Selatan dengan skor 16-21 dalam waktu 21 menit.

Laga berjalan menegangkan di set ketiga. Poin demi poin diraih kedua pasangan dengan sangat ketat melalui adu rally dan smash.

Awalnya, pasangan Korea Selatan yang didukung publiknya sendiri berpeluang meraih medali emas setelah unggul 15-13 saat Hendra Setiawan mengembalikan drive Yoo Yeon Seong.

Namun, ketika pasangan Korea Selatan melakukan servis yang membuat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan merapatkan jarak menjadi 14-15, kendali permainan langsung berubah. Lewat smash keras Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan ganti memimpin 19-17. Dua kali smash keras yang gagal dikembalikan pasangan Korea Selatan membuat Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan menutup set ketiga dengan skor 21-17 dalam waktu 25 menit.

Pasangan Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan menyatakan kemenangannya dalam final ganda putra di Asian Games 2014 Incheon menjadi pengalaman tersendiri dan cukup mengesankan.

"Kemenangan ini menjadi pengalaman dan cukup mengesankan bagi kami, karena kami belum tentu empat tahun lagi masih bisa main di Asian Games," kata Hendra Setiawan seusai pertandingan final di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korsel, Minggu (28/9/2014).

Dikatakannya, Asian Games di Korsel ini menjadi motivasi pasangan itu untuk semakin kompak. "Asian Games ini menjadi motivasi kami, meskipun kami sudah biasa bermain di event internasional lainnya," tambah Hendra Setiawan.

“Melawan Lee/Yoo memang harus sabar sekali, tidak bisa asal main kencang saja. Kami harus bisa mengatur tempo. Sebetulnya Yoo adalah yang paling berbahaya dibanding Lee, permainannya safe, jarang membuat kesalahan sendiri,” jelas Hendra Setiawan soal lawan di final.

Sedangkan, Mohammad Ahsan mengatakan, kemenangan di final ini menjadi hadiah bagi pelatih pasangan ganda putra Indonesia itu. "Ini untuk pelatih (Hari Iman Pierngadi) yang telah membantu kami mewujudkan target medali emas," tutur Mohammad Ahsan.

Sementara itu, pelatih ganda putra Hari Iman Pierngardi mengatakan, pemain sudah melakukan strategi yang telah dia instruksikan saat pertandingan final melawan pasangan Korsel.

"Pemain saya sarankan untuk tidak mengangkat bola, dan mereka telah menjalankan instruksi itu dengan baik," kata pelatih ganda putra itu.

Berikut Daftar Perolehan Medali Sementara

No       Negara                         Emas    Perak   Perunggu

1. China                                   105      63        48

2. Korea Selatan (Korsel)         41        48        47

3. Jepang                                  34        46        45

4. Kazhakstan                          9          11        20 

5. Korea Utara (Korut)            8          8          9

6. Iran                                      7          8          6

7. Chinese Taipei (Taiwan)       7          4          11

8. Qatar                                   5          0          1

9. India                                     4          5          26

10. Hongkong                          4          5          20

11. Mongolia                           4          4          10

12. Thailand                             4          2          13

13. Malaysia                             3          8          8

14. Indonesia                            2          3          7

15. Bahrain                               2          2          1

16. Myanmar                            2          1          0

17. Vietnam                              1          7          20

18. Uzbekistan                         1          4          9

19. Singapore                           1          4          7

20. Kuwait                               1          3          2

21. Saudi Arabia                      1          1          0

21. Tajikistan                            1          1          0

22. Pakistan                             1          0          1

22. United Arab Emirates         1          0          1

23. Macau                                0          3          0

24. Philippines                          0          2          2

24. Kyrgyzstan                         0          2          2

25. Turkmenistan                      0          1          2

26. Laos                                   0          1          1

27. Bangladesh                         0          1          0

27. Lebanon                             0          1          0

28. Iraq                                    0          0          1

28. Sri Lanka                           0          0          1 (jos)

See Also

Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.798.869 Since: 05.03.13 | 0.155 sec