Olah Raga

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari Persembahkan Emas Pertama Untuk Indonesia

Saturday, 27 September 2014 | View : 1430

INCHEON-SBN.

Indonesia yang sebelumnya masih harus menunggu kalungan medali emas pertamanya Asian Games XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan (Korsel) akhirnya terpecahkan.

Tim Indonesia sukses bisa memecah kebuntuan medali emas di Asian Games ke-17 di Kota Incheon yang arti sesungguhnya ‘kind river’. Lokasi Kota Incheon di barat laut Korea Selatan perbatasan Kota Seoul dan sebelah Timur Gyeonggi, Korea Selatan (Korsel).

Lagu Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Asian Games 2015, Incheon, kota yang secara resmi bernama Incheon Metropolitan City sebelumnya dikenal dengan nama Inchon.

Cabang bulutangkis masih menjadi ujung tombak Indonesia untuk berbicara di olahraga internasional. Hal ini kembali terbukti lagi di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Setelah cabang lain sangat sulit memeroleh medali, cabang olahraga bulutangkis menjadi pemuas dahaga dengan menyumbang emas.

Adalah pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang berhasil merebut emas setelah mengkandaskan impian pasangan Jepang Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo.

Aksi heroik diperagakan pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di Asian Games XVII/2014.

Ganda putri terbaik Indonesia itu merebut emas setelah menekuk pasangan Jepang Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo dengan dua set langsung skor akhir 21-15, 21-9.

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia setelah memenangi laga final melawan pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan skor 21-15, 21-9 di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korea Selatan (Korsel), Sabtu (27/9/2014).

Setelah 36 tahun Indonesia puasa gelar di nomor ini, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akhirnya mempersembahkan emas yang juga sekaligus medali emas pertama buat Merah Putih. Ini adalah emas pertama Indonesia di Asian Games dari ganda putri bulu tangkis sejak Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna mendapatkannya pada Asian Games 1978. Setelah 36 tahun era Verawaty Fajrin dan Imelda Wiguna baru sekarang mendapatkan medali emas lagi. Sejarah emas ganda putri Indonesia di Asian Games dimulai oleh pasangan Minarni/Retno Kustijah pada tahun 1962 di kandang sendiri, Jakarta, Indonesia. Pasangan ganda putri Minarni/Retno Kustijah mempertahankan gelar juara tersebut dengan meraihnya kembali pada tahun 1966 di Bangkok, Thailand.

Sejauh ini, Indonesia baru sukses menyebut satu emas lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Bertanding di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2014), kedua pasangan bermain seru di set pertama.

Game pertama berlangsung ketat. Pasangan Jepang bahkan sempat unggul lebih dulu 11-10.

Setiap kali pasangan Jepang memimpin, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari selalu berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan.

Namun Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15.

Sebelum akhirnya merebut enam poin berturut-turut dan menutup set pertama dengan kemenangan 21-15.

Dalam posisi tertinggal 14-15, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mencatat tujuh angka beruntun yang mengantar pasangan terkuat Indonesia tersebut memenangi game ini dengan 21-15, dalam 26 menit.

Pasangan Indonesia sempat tertinggal 0-3 di awal set kedua. Pasangan ganda putri Jepang unggul 3-0 pada awal game kedua. Namun, pasangan ganda putri kebanggaan bangsa Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil mengejar dan akhirnya berbalik unggul. Perlahan pasangan Indonesia berhasil memangkas selisih poin dan berbalik unggul 11-5. Pasangan ganda terbaik Indonesia ini terus melaju hingga 11-6.

Setelah itu pasangan terus menuai poin, sebaliknya pasangan Jepang banyak melakukan kesalahan. Pasangan ganda putri Indonesia akhirnya mengakhiri set kedua dengan kemenangan 21-9, melalui smash keras menyentuh net dari Greysia Poli.

Bermain semakin percaya diri, ganda nomor 10 dunia ini akhirnya menutup game kedua dengan 21-9 yang memastikan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari memenangi pertandingan dan meraih medali emas untuk Indonesia.

Sebelumnya dikabarkan, peluang medali emas di Asian Games 2014 terbuka diraih Indonesia dari cabang bulu tangkis. Ini setelah pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melaju ke final ganda putri setelah menaklukkan pasangan ganda putri asal Negeri Panda, China yakni Zhao Yuniei/Tian Qing di Asian Games 2014, Incheon, Korsel, Jumat (26/9/2014).

Gebrakan pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, berlanjut. Unggulan ketujuh ini menembus final Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, setelah menumbangkan unggulan kedua asal China, Tian Qing/Zhao Yunlei.

Sebuah perjuangan yang luar biasa ditunjukkan oleh pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di babak semifinal bulutangkis perorangan Asian Games 2014. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil melaju ke partai puncak setelah membungkam unggulan dua sekaligus juara bertahan dari Negeri Tirai Bambu, China, Tian Qing/Zhao Yunlei dengan skor 21-17, 19-21, 21-17 lewat pertandingan berdurasi 70 menit.

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang selalu kalah dalam dua pertemuan mereka sebelumnya kali ini bermain baik sejak awal. Dalam 22 menit, mereka memenangi persaingan ketat game pertama.

Pada game kedua, pasangan China memimpin dalam pengumpulan poin. Juara Dunia 2014 tersebut bahkan sempat memimpin 18-13. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tak menyerah. Perlahan, mereka mendekat hingga 18-20, sebelum Tian Qing/Zhao Yunlei menutup game ini dengan 21-19.

Game ketiga berlangsung ketat di awal. Dengan semangat juang luar biasa, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akhirnya menyudahi pertandingan yang berlangsung 70 menit ini dengan 21-17.

"Ini sudah luar biasa, dan sekaligus membuka harapan meraih medali emas bagi Indonesia," ungkap manajer cabang bulutangkis Lius Pongoh seusai pertandingan.

Dikatakannya, prestasi yang ditorehkan pasangan ganda putri Indonesia itu sudah melampaui target. "Mereka sebelumnya kami targetkan hanya masuk semifinal, tapi kenyataan mereka mampu lebih baik," paparnya lagi.

“Kami bersyukur bisa melaju ke babak final, ini semua adalah hasil kerja keras. Lewat kemenangan ini, kami menunjukkan bahwa dalam setiap pertandingan kami sangat ingin menang, sama seperti harapan para pendukung kami. Ini juga membuktikan bahwa kalau kita mau dan berusaha, tidak ada yang tidak mungkin,” tutur Greysia Polii yang tak dapat menahan air mata haru.

“Dari mulai babak kedua, kami bertemu lawan yang sebelumnya selalu mengalahkan kami. Saat itu kami berpikir tidak mau kalah lagi dari mereka, kami hanya ingin menang. Jadi kami fokus satu demi satu pertandingan,” tambahnya sambil mengusap air mata.

Kemenangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari ke babak final juga mencatat sejarah baru bagi sektor ganda putri Indonesia.

Setelah 16 tahun lamanya sektor ini belum berhasil mengirim wakil ke final Asian Games, kini keduanya menjadi simbol kebangkitan sektor yang ditangani Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI ini.

“Kunci kemenangan kami adalah bermain tanpa beban, kami tidak mau memikirkan target atau babak final, pokoknya kami bermain yang bagus dulu. Selain itu, komunikasi dan saling percaya dengan partner juga sangat berpengaruh,” ungkap Nitya Krishinda Maheswari dalam rilis yang diterima wartawan.

Kemenangan ini mengantar Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari ke final untuk memperebutkan medali emas. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akan bersaing dengan unggulan pertama asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Pada final Sabtu (27/9/2014), pasangan ganda putri Indonesia itu akan menghadapi pasangan Jepang Takahashi Ayaka/Matsutomo Misaki yang dalam semifinal lainnya menenggelamkan pasangan Malaysia Woon Khe Wei/Hoo Vivian Kah Mun dengan skor 21-16, 21-17.

Sebelumnya seperti diberitakan, hasil bulu tangkis Asian Games 2014 memastikan Indonesia meraih medali. Hal ini terjadi setelah pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sukses melangkah ke semifinal dengan menumbangkan pasangan Jepang Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda dua set langsung.

Smes keras Nitya Krishinda Maheswari yang gagal dijangkau Miyuki Maeda memastikan poin kemenangan buat pasangan Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, pada babak perempat final Asian Games 2014 di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korea Selatan, Kamis (25/9/2014).

Kemenangan dua game langsung, 22-20, 21-17, atas Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda asal Negeri Sakura, Jepang memastikan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melaju ke semifinal dan mengamankan satu medali untuk Indonesia dari cabang bulu tangkis.

Tampil di perempat final pada Kamis (25/9/2014), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tidak memberikan kesempatan kepada Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda. Setelah game pertama dimenangi dengan 22-20, maka pada game kedua smes kencang Nitya Krishinda Maheswari yang tak bisa dihalau Miyuki Maeda membuat ganda putri Indonesia menang 21-17.

Dengan menembus semifinal, pasangan ganda putri Indonesia sudah dipastikan meraih medali. Pasalnya peraturan Asian Games berbeda dengan Olimpiade. Berbeda dengan Olimpiade, pada Asian Games tidak dimainkan partai perebutan medali perunggu. Siapa pun yang lolos ke semifinal otomatis memastikan satu medali, apakah itu emas, perak, ataupun perunggu. Siapa pun minimal akan mendapat perunggu jika terhenti di empat besar.

“Tidak ada beban memikirkan target, yang penting kami main dengan memberikan yang terbaik dan fokus satu demi satu langkah. Bisa memenuhi target buat kami adalah bonus dari hasil kerja keras. Kami maunya sih melebihi target medali perunggu," tukas Nitya Krishinda Maheswari, pemain kelahiran Blitar, 16 Desember 1988.

"Greysia/Nitya bermain sabar dan jarang membuat kesalahan sendiri. Inilah kuncinya, karena pemain Jepang juga sama-sama sulit dimatikan, jadi jangan buat kesalahan. Kemenangan ini bisa memotivasi pemain sektor lain. Semoga ini jalan dari Tuhan untuk Indonesia," kata Manajer Tim, Lius Pongoh.

Keberhasilan memukul ganda putri Jepang ibarat balas dendam bagi Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Sudah dua kali mereka tumbang oleh duo Jepang ini. Kemenangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari ini membayar kekalahan mereka di Kejuaraan Dunia 2014. Ketika itu, pada Kejuaraan Dunia 2014 di Denmark lalu, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari terpaksa gigit jari oleh Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda kalah dalam dua game langsung 19-21, 13-21 dan gagal memenuhi target meraih medali perunggu. Pada pertemuan sebelumnya di Malaysia Terbuka 2014, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga takluk oleh pasangan yang sama 19-21, 11-21.

“Kami terus berusaha menggali apa kekurangan kami. Bertemu Kakiiwa/Maeda, kami posisikan skornya 0-0 lagi, jadi kami mulai dari nol lagi. Mereka juga tidak suka bola-bola kami, mereka juga sulit mengalahkan kami. Rasa percaya diri seperti inilah yang kami terapkan di lapangan," terang Greysia Polii.

Kini tantangan pun dialamatkan pada ganda putri Indonesia. Di babak semifinal, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sudah ditunggu oleh pasangan peraih emas Olimpiade London 2012 asal China, Tian Qing/Zhao Yunlei. Rekor pertemuan tidak meyakinkan karena Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kalah 2-0. Tian Qing/Zhao Yunlei unggul 2-0 dalam rekor pertemuan dengan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

“Kekalahan di pertemuan sebelumnya membuat kami harus lebih siap lagi. Zhao adalah pemain ganda campuran, jadi dia punya permainan depan yang lebih matang. Tapi sekali lagi, tak ada yang tak mungkin, jadi dicoba saja dulu semaksimal mungkin,” ungkap Nitya Krishinda Maheswari kepada awak media.

Pasangan ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari memastikan tiket ke babak perempatfinal cabang olahraga bulutangkis Asian Games XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan.

Pasangan Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang turun di ganda putri nomor perorangan melaju ke babak perempatfinal cabang bulu tangkis di Asian Games 2014 Incheon, Korsel, Rabu (24/9/2014).

Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil mengamankan tiket ke perempat final Asian Games 2014. Tiket diraih setelah menang dalam pertarungan super ketat atas pasangan Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Cheng.

Pasangan putri Indonesia itu memastikan tiket di perempatfinal setelah menekuk pasangan Taiwan Cheng Wen Hsing dan Hsieh Pei Cheng melalui rubber set dengan skor akhir 21-17, 16-21, 24-22 di Gyeyang Gymnasium, Rabu (24/9/2014).

Pasangan ganda putri terkuat Indonesia ini, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari memang bekerja keras menghadapi Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Cheng.

Pada pertandingan sebelumnya, pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari bereaksi setelah meraih poin atas pemain Taiwan, Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Chen, saat bertemu pada babak kedua Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Rabu (24/9/2014). Pada pertandingan babak kedua Asian Games 2014 yang berlangsung di Gyeyang Gymnasium, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari memang mesti kerja keras menghadapi Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Cheng.

Menang di game pertama, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mulai kewalahan di game kedua hingga akhirnya terpaksa dimainkan game penentuan.

Kemenangan ini direbut dengan susah payah karena pasangan ini nyaris kalah di game ketiga alias game penentuan.

Di game ketiga pun pertahanan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kembali digempur oleh Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Cheng yang kini menduduki peringkat 20 dunia.

Pasangan ganda putri kebanggaan Indonesia itu, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari lantas bermain di bawah tekanan dan tertinggal 17-20. Tertinggal 17-20 di game penentuan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mampu menahan laju perolehan angka Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Cheng dan balik memenangkan pertandingan.

Dengan semangat yang gigih dan pantang menyerah, satu demi satu poin dikumpulkan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 20-20.

Pasangan Indonesia kemudian balik menekan Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Cheng dengan serangan bertubi-tubi. Pertahanan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari pun semakin kokoh dan sulit ditembus Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Cheng. Setelah kembali adu setting pada kedudukan 22-22, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akhirnya menutup permainan dengan kemenangan.

“Intinya pada saat tertinggal kami tidak mau menyerah begitu saja. Kami punya rasa tidak mau kalah saat ketinggalan 17-20, kami tak mau perjuangan kami berakhir di babak kedua,” jelas Greysia Polii yang ditemui usai pertandingan.

"Kami sempat tertinggal 17-20 di game ketiga, namun kami tidak mau menyerah karena kami pikir kami masih bisa mengejar," sambung Greysia Polii seusai bertanding.

"Perjuangan kami jangan sampai di babak 16 besar ini saja," tambahnya.

Sementara itu, Nitya Krishinda Maheswari menimpali bahwa dirinya menyatakan tidak mau menyerah, meskipun suasa sangat menegangkan.

"Memang tegang, tapi kami pikir poin 20 itu bukan berati pertandingan sudah selesai," cetus Nitya Krishinda Maheswari.

Dalam pertandingan ganda putri nomor perorangan yang berjalan selama 62 menit itu.

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi satu-satunya ganda putri Indonesia yang lolos ke babak perempat final.

Namun pada pertandingan lainnya di hari yang sama, pasangan Indonesia lainnya yang juga turun di ganda putri perseorangan rekan kompatriotnya, Suci Rizki Andini dan Tiara Rosalia Nuraidah harus kalah dihadang unggulan pertama, pasangan ganda putri dari Negeri Sakura, Jepang Ayaka Takahashi dan Misaki Matsutomo juga melalui rubber set dengan skor 22-20, 16-21, 6-21.

Kemenangan ini tak hanya membuat Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari meraih tiket perempat final, namun keduanya juga membalas kekalahan di Japan Open Super Series 2013.

Kemenangan ini membuat pasangan peringkat ke-10 dunia itu membalas kekalahan di Japan Open Super Series 2013. Rekor pertemuan pun kini imbang 1-1.

“Pasangan Taiwan ini mungkin sudah percaya diri saat di pertemuan pertama bisa mengalahkan kami. Mereka terlihat sekali bermain dengan penuh keyakinan,” ungkap Greysia Polii seperti rilis yang dikirim humas PP PBSI di situs badmintonindonesia. (jos)

See Also

Menpora Kunjungi Unesa Yang Mempunyai Fasilitas Olahraga Lengkap
Menpora Sebut Unesa Jadi Pusat Sports Science Nasional
Taekwondoin Kakak Beradik Tambah Koleksi Medali
Tim Jiti C Rajawali Sakti Tambah Pundi Medali
Bernard Gregory Susilo Rebut Medali Perak Jian Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Bernard Gregory Susilo Raih Perak Qiang Shu C Di Kejuaraan Wushu Antar Perguruan
Berawal Dari Hobi, Bernard Gregory Susilo Toreh Prestasi Cabor Wushu
The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.233 Since: 05.03.13 | 0.166 sec