Politik

RUU Pilkada, Hasil Voting DPR RI Putuskan Pilkada Lewat DPRD

JAKARTA-SBN.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) melalui mekanisme voting. Hasilnya, pemilihan kepala daerah (pilkada) dikembalikan lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sebelumnya, kecenderungan dukungan terhadap pilkada langsung oleh rakyat itu terlihat menguat setelah ada kesamaan pandangan di antara empat fraksi, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat (PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Keempat fraksi ini menguasai mayoritas anggota DPR RI.

Jika merujuk pada peta terakhir, dengan kehadiran 500 anggota DPR RI, apabila dilakukan voting, keempat fraksi ini berpotensi menang meski selisihnya sangat tipis.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 90 suara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 21 suara, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan 10 suara dengan tambahan Partai Demokrat (PD) dengan 130 suara.

Sementara itu, pendukung pilkada melalui DPRD terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar) dengan 96 suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 55 suara, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 43 suara, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 33 suara, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 22 suara. Dengan demikian, hanya ada selisih dua suara.

Namun, realitanya berbicara lain. Hasil voting menunjukkan sebanyak 226 anggota dewan memilih pilkada lewat pilihan DPRD. Sedangkan, anggota DPR RI yang memilih Pilkada langsung ada sebanyak 135 orang. Total, seluruh anggota DPR RI yang mengikuti voting sebanyak 361 orang.

Pada pukul 24.00 WIB, rapat bahkan kembali diskors Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso selaku pemimpin rapat.

"Untuk pilkada langsung ada 135 orang, yang memilih pilkada dipilih DPRD ada 226 orang. Dari total 361 orang yang hadir," beber Pimpinan Rapat Paripurna, Priyo Budi Santoso di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Pilkada melalui DPRD antara lain terdiri dari 55 orang anggota dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 44 orang dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), 32 orang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan 22 orang dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), serta Partai Golongan Karya (Golkar) ada 73 orang.

Anggota Fraksi Golongan Karya (Golkar) ternyata tidak bulat satu suara. Ada 11 anggota Fraksi Golongan Karya (Golkar) yang mendukung pilkada langsung. Sementara pendukung pilkada langsung lainnya yakni dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ada 88 orang.

Lalu, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada 20 orang, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 10 orang, serta ada enam orang anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) yang memberi suara untuk Pilkada langsung, yaitu Harry Witjaksono, Ignatius Mulyono, Gede Pasek Suardika, Edy Sadeli, Hayono Isman, dan Lim Sui Khiang.

"Dengan demikian rapat paripurna, untuk subtansi ini lewat DPRD. Setuju?" tanya pimpinan rapat paripurna, Priyo Budi Santoso. "Setuju," jawab peserta rapat.

Priyo Budi Santoso kemudian menskors rapat dan dilanjutkan pada pukul 13.30 WIB. Pasalnya, masih ada dua agenda RUU yang belum digarap Paripurna kali ini, yaitu RUU Pemda dan RUU Administrasi Pemerintahan.

Berikut hasil pemungutan suara yang dilakukan secara terbuka:

Fraksi

Langsung

DPRD

Partai Golkar

11

73

PDIP

88

0

PKS

0

55

PAN

0

44

PPP

0

32

PKB

20

0

Partai Gerindra

0

22

Partai Hanura

10

0

Partai Demokrat

6

0

TOTAL

135

226

(jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.996.602 Since: 05.03.13 | 0.1947 sec