Keluarga

Hoax, Facebook Kenakan Tarif Bagi Penggunanya

Tuesday, 23 September 2014 | View : 1060

MENLO PARK-SBN.

Kabar kurang menggembirakan datang dari manajemen Facebook. Terhitung 1 November mendatang, pengguna Facebook akan dikenakan biaya keanggotaan sebesar US$ 2,99 per bulannya atau setara Rp 32.890 dengan asumsi kurs Rp 11.000/US$.

Tentu saja dengan pengguna di seluruh dunia sebanyak 1,3 miliar saat ini, biaya langganan per bulan itu menjadi pemasukan yang fantastis bagi facebook.

Sebuah artikel di situs satir (berita-berita sindiran) National Report, yang menyatakan bahwa situs jejaring sosial akan dikenakan biaya penggunanya US$ 2,99 per bulan mulai 1 November 2014 adalah fiksi tidak benar, demikian kata laporan media. Biaya US$ 2,99 per bulan itu setara dengan Rp 32.890. "Pada konferensi pers, Facebook meluncurkan paket layanan bulanan baru mereka yang dimulai 1 November tahun ini. Raksasa media sosial mengatakan mereka akan mulai menarik iuran anggota US$ 2,99 per bulan untuk menggunakan layanan yang ditawarkan situs," tulis artiket tersebut, seperti dikutip dari The Economic Times, Selasa (23/9/2014).

Kabar perihal Facebook yang akan mengenakan biaya keanggotaan sebesar US$ 2,99 per bulannya atau setara Rp 32.890 dengan kurs Rp 11.000/US$ langsung menuai reaksi. Dan ternyata rumor itu adalah palsu.

Rumor itu muncul dari situs berita satir Nationalreport.net. "Nationalreport adalah situs berita satir yang memuat berita palsu," tulis The Economic Time, Selasa (23/9/2014)

Nationalreport.net menulis bahwa raksasa jejaring sosial itu akan mengenakan biaya keanggotaan terhitung per 1 November mendatang.

Untuk lebih menyakinkan, dalam artikel berita juga memuat kutipan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Artikel tersebut juga menggunakan kutipan dari CEO Facebook Mark Zuckerberg, Epoch Times melaporkan.

Kemudian, penggalan artikel palsu itu membuat orang berduyun-duyun mengekspresikan kemarahan terhadap artikel tersebut soal platform media sosial Facebook yang akan mengenakan biaya kepada pengguna.

Sebelumnya diberitakan dari situs itu bahwa terhitung 1 November mendatang para pengguna Facebook tidak bisa menikmati layanan sosial media tersebut secara cuma-cuma. Pasalnya, Facebook bakal mengenakan biaya keanggotaan sebesar US$ 2,99 per bulannya atau setara Rp 32.890 dengan kurs Rp 11.000/US$

Terhitung 1 November mendatang para pengguna Facebook tidak bisa menikmati layanan sosial media tersebut secara cuma-cuma. Pasalnya, Facebook bakal mengenakan biaya keanggotaan sebesar US$ 2,99 per bulannya atau setara Rp 32.890 dengan kurs Rp 11.000/US$

Pendiri & CEO Facebook Mark Zuckerberg mengaku cukup sulit untuk memutuskan hal ini. "Setelah berfikir panjang dan keras atas hal ini. Kami memutuskan untuk mengenakan biaya bulanan," katanya dikutip dalam nationalreport.net, Selasa (23/9/2014).

"Setelah berpikir panjang dan keras tentang keputusan ini, pada akhirnya kami terpaksa menambah biaya bulanan ini. Jika kita tidak melakukan sesuatu tentang biaya kami naik sekarang, Facebook bisa tidak ada lagi dalam waktu dekat," tulis situs itu yang menuliskan seolah-olah itu kutipan langsung dari Mark Zuckerberg.

Pendiri & CEO Facebook Mark Zuckerberg mengaku dirinya sebenarnya tidak berkenan dengan pengenaan layanan berbayar tersebut. Namun mengingat facebbok sudah menjadi perusahaan publik dan penggunanya yang sudah sebanyak 1,3 miliar itu telah menjadi beban besar, ketentuan baru sulit untuk dielakkan. Tapi dengan pertimbangan kini facebook telah menjadi perusahaan publik dan penggunanya mencapai 1,3 miliar per Agustus tahun ini. Ini menjadi beban tersendiri.

"Kalau layanan berbayar ini tidak kami kenakan, manajemen menanggung beban besar yang terus membengkak di masa-masa mendatang," jelasnya sebagaimana ditulis situs nationalreport.net. "Jika kami tidak mengenakan biaya ini, Facebook menanggung beban untuk tahun mendatang," tambah dia.

Juru Bicara CNN Paul Horner dalam wawancaranya dengan CNN kembali menegaskan bertambahnya ratusan ribu pengguna tiap harinya kian membebani Facebook. Juru Bicara Facebook Paul Horner menambahkan dari waktu ke waktu beban biaya yang ditanggung Facebook terus meningkat seiring dengan melonjaknya pengguna dimana dalam setiap harinya ratusan ribu orang mendaftar menjadi anggota. Sementara itu, pemasukan dari iklan tak sebanding. "Ini tidak sebanding dengan pemasukan iklan yang selama ini menjadi penopang kami,” terangnya.

Meski demikian, Facebook pun memberikan pilihan layanan tak berbayar. "Kami tidak ingin pengguna kemudian menghapus keanggotaannya karena tidak sanggup atau enggan membayar biaya bulanan," ujar Paul Horner.

Namun Facebook juga menyadari akan ada konsekuensi yang ditanggung setelah ketentuan layanan berbayar itu diterapkan. Untuk itu Facebook pun sudah siap mengantisipasinya. Ada layanan bebas biaya, namun penggunaannya akan dibatasi.

Untuk pengguna yang tidak sanggup atau tidak bersedia membayar biaya langganan bulanan, dipersilahkan untuk mengirim permintaan ke Facebook. Caranya mudah, cukup dengan menuliskan kalimat permintaan dengan meng-update status di akun Facebook "I am Poor Facebook Please Waive My Monthly Free" pada wall anda dengan disertai hastag #FacebookMonthlyFree".

Selanjutnya, postingan itu akan diteruskan ke admin Facebook dan membebaskan dari segala biaya. Sebagai timbal baliknya, pengguna tidak bisa lagi mengakses layanan games yang tersedia di Facebook. "Hanya saja anda tidak bisa lagi mengakses layanan games," lanjutnya.

Selain itu, pengguna yang ingin terbebas dari ketentuan bayar itu juga diberikan punya pilihan hak mengakses Facebook tanpa biaya. Namun pengguna hanya dibatasi akses tanpa biaya selama satu jam dalam seminggu. Jika melewati batas kuota itu, pengguna harus menanggung dan akan dikenai biaya US$ 0,49 per menit atau setara Rp 5.390 per menitnya.

Pihak Facebook kini tengah berusaha memerangi berita palsu semacam ini. Facebook pun akan menandai situs-situs berita satir.

Baru-baru ini, situs jejaring sosial mengumumkan bahwa mereka akan menambahkan tag 'sindiran' dengan news feed mereka untuk artikel dari berita parodi seperti The Onion.

"Ini karena kami menerima umpan balik bahwa orang-orang ingin cara yang lebih jelas untuk membedakan artikel satir dari orang lain," kata seorang Juru Bicara Facebook di situs Ars Technica.

Untuk diketahui, Facebook, Inc. adalah sebuah perusahaan Internet multinasional asal Amerika Serikat yang mengoperasikan situs web jejaring sosial Facebook. Perusahaan ini berkantor pusat di Menlo Park, California (CA), Amerika Serikat (AS). CEO Facebook, Inc. adalah Mark Zuckerberg dengan harga sahamnya FB (NASDAQ) US$ 78,29 +1,49 (+1,94%). Facebook, Inc. didirikan pada tanggal 4 Februari 2004 di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) dengan pendiri yakni Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Chris Hughes. (jos)

See Also

UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
Diam-diam 7 Penyakit Ini Tanpa Disadari Mengakibatkan Kematian
Makanan Sehat Bunuh Sel Kanker
KPI Sebut Lima Acara TV Yang Berbahaya Bagi Anak-anak
Wanita Yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear
Lima Penyebab Utama Kanker
Kenaikan Harga Rokok Di Australia Mahal Di Dunia
Perempuan Memburu 12 Hal Terhadap Diri Lelaki
Finalis American Idol Michael Johns Meninggal Di Usia Ke-35
Lima Kebiasaan Penyebab Kanker
Tiga Gaya Hidup Cegah Kanker
jQuery Slider
Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.821.220 Since: 05.03.13 | 0.2286 sec