Hukum

Kejagung Menilai Kekayaan Udar Pristono Tak Wajar

JAKARTA-SBN.

Banyaknya harta yang dimiliki tersangka dugaan korupsi pengadaan Busway TransJakarta, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta, Ir. Udar Pristono, M.T. membuat Kejaksaan Agung (Kejagung) curiga.

Lembaga Adhyaksa itu meminta Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyelidiki rekening gendut milik mantan kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI yang kini menjabat anggota tim Gubernur untuk percepatan pembangunan Jakarta itu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T. Spontana menuturkan sudah mendapat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari PPATK. Namun, dia belum bisa membocorkan berapa jumlah uang dan aset yang dimiliki Udar Pristono. “Ada yang akan kami dalami lagi,” jelasnya.

Menurut Tony T. Spontana, Minggu ini Kejagung akan menghadirkan saksi ahli dari PPATK. Saksi itu akan menjelaskan kepada penyidik mengenai aliran dana yang mencurigakan ke rekening Udar Pristono. “Sebab, mereka yang lebih paham,” ungkapnya.

Udar Pristono, tersangka kasus dugaan mark up proyek pengadaan Bus TransJakarta diduga memiliki kekayaan sekitar Rp 50 miliar.

Namun, sikap yang berbeda ditunjukkan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kejaksaan Agung akhirnya menyatakan kekayaan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono yang menjadi tersangka dugaan "mark up" pengadaan Busway TransJakarta 2013, melimpah hingga mencapai Rp 50 miliar.

"Dari keterangan PPATK dan LHKPN, kekayaannya melimpah,” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony T. Spontana di Jakarta, Senin (22/9/2014).

Dikatakan, penyidik mengetahui kekayaan itu dari hasil penelusuran kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Ia menambahkan sampai sekarang penyidik masih melakukan proses penelusuran selain dari harta tidak bergerak sampai ke rekening Udar Pristono sembari dibantu oleh PPATK.

Instansi hukum itu curiga dengan kekayaan Udar Pristono yang melimpah. Menurut Kejagung, tidak mungkin seorang mantan Kepala Dinas mempunyai kekayaan Rp 50 miliar.

Disebutkan, sangatlah tidak wajar jika Udar Pristono memiliki harta kekayaan hingga sekitar Rp 50 miliar.

Melihat jumlahnya Jaksa menilai sangatlah tidak wajar sebab Udar Pristono adalah PNS mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI.

“Ya nggak wajar. Masa Kadishub sampai segitu. Kecuali dia dapat warisan besar dari pengusaha besar," sindir Kapuspenkum Kejagung Tony T. Spontana di kantornya, Jakarta, Senin (22/9/2014).

Karena itu, Jaksa melakukan pemeriksaan apakah ada aliran dana yang diduga dilakukan Udar Pristono dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Bahkan, ujar Tony T. Spontana, dalam waktu dekat atau sekitar pekan ini, hasil penelusuran harta kekayaan Udar Pristono akan rampung. Pekan ini, dipastikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T. Spontana penelusuran harta kekayaan Udar akan rampung.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) akan mengenakan pula ancaman Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selain pasal korupsi.

“Pekan ini selesai. Pak JAM Pidsus bilang batasnya hingga akhir pekan ini. Mungkin Jumat sudah bisa diumumkan,” tutur dia.

Sementara itu, terkait surat penangguhan penahanan dari tim pengacara Udar Pristono, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T. Spontana menegaskan Jaksa penyidik belum mendapatkannya. "Sampai sekarang belum dapat. Sudah saya cek," tandas dia.

Udar Pristono sejak berstatus tersangka pada 9 Mei 2014 lalu atas dugaan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Bus TransJakarta (BKTB) senilai Rp 1,5 triliun.

Udar Pristono juga dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan sudah dijebloskan ke Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung pada Rabu (17/9/2014).

Berdasarkan LHKPN per tanggal 26 Juli 2012, harta Udar Pristono sebanyak Rp 26.078.549.790 dan US$ 5.000 dollar.

Berdasar data yang dihimpun, jumlah kekayaan Udar Pristono cukup mencengangkan. Totalnya mencapai Rp 50 miliar. Harta itu terbagi dalam sejumlah uang dan beberapa aset yang tidak bergerak. Di antaranya, rumah dan kondotel di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, provinsi DKI Jakarta, Denpasar, provinsi Bali, dan Bogor, provinsi Jawa Barat. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.504.437 Since: 05.03.13 | 0.2811 sec