Agama & Masyarakat

Menteri Agama Tak Setuju Perubahan Nama

Sunday, 21 September 2014 | View : 966

JAKARTA-SBN.

Isu pergantian nama Kementerian Agama (Kemenag) juga mendapat tanggapan dari beberapa pihak.

Menteri Agama (Menag) RI ke-21 menjabat sejak 9 Juni 2014 yang resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin menanggapi adanya isu perubahan Kementerian Agama menjadi Kementerian Haji, Zakat, dan Wakaf.

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin menentang pengubahan nomenklatur Kementerian Agama menjadi Kementerian Haji, Zakat, dan Wakaf.

Menurutnya, perubahan tersebut, akan dapat membatasi tugas dan kewajiban Kementerian Agama itu.

"Kementerian Agama, jangan direduksi hanya untuk mengurusi haji, zakat, dan wakaf. Menurut saya, itu yang penting untuk digarisbawahi," terang Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan, saat menghadiri peringatan Hari Perdamaian Dunia, di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/9/2014).

Mantan anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili Jawa Tengah ini, Lukman Hakim Saifuddin juga berterus terang bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui isu penggantian Kementerian Agama menjadi Kementerian Haji, Zakat, dan Wakaf. "Saya meyakini betul tidak ada perubahan itu,” jelasnya saat peringatan Hari Perdamaian Internasional di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2014).

Lanjut mantan Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988, Lukman Hakim Saifuddin, perubahan Kementerian Agama sangat tidak tepat. Mantan Ketua PH DPP PPP periode 2007-2012 ini, Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan pengubahan nomenklatur Kementerian Agama akan sangat tidak tepat. Sebab, Kementerian Agama merupakan institusi yang bertugas melindungi dan melayani semua umat beragama di Indonesia. “Bagaimanapun juga, Kementerian Agama jangan sampai dipersempit tugas dan kewajibannya hanya soal urusan haji, wakaf, dan zakat," tegasnya lagi.

Mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 ini, Lukman Hakim Saifuddin mengaku kalau sebenarnya tidak mengetahui isu akan adanya penggantian Kementerian Agama. "Namun, Saya sangat meyakini bahwa itu tentu tidak akan terjadi," tandasnya.

Dikabarkan bahwa dari 34 Kementerian, 19 di antaranya merupakan nomenklatur lama, enam Kementerian lama dengan nomeklatur baru, enam Kementerian gabungan dari sebelumnya, dan tiga Kementerian baru.

Kementerian gabungan tersebut antara lain Kementerian Kedaulatan Pangan, yang merupakan gabungan dari Kementerian Pertanian serta Kementerian Perikanan dan Kelautan; serta Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset, yang merupakan gabungan dari Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset dan Teknologi. Sedangkan tiga Kementerian baru yaitu Kementerian Agraria, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kependudukan.

Dari 34 Kementerian tersebut, dikatakan tidak terdapat nama Kementerian Agama melainkan Kementerian Wakaf, Haji dan Zakat.

Rumor tentang penghapusan Kementerian Agama mencuat setelah pasangan presiden wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mengumumkan postur kabinet di pemerintahannya, Senin (15/9/2014) malam. Setelah pengumuman arsitektur kabinet pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), muncul isu perubahan nama Kementerian Agama menjadi Kementerian Haji, Zakat, dan Wakaf dalam 34 Kementerian.

Berdasarkan Undang-undang, ada Kementerian yang tidak bisa diubah seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama.

Kabinet pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) terdiri dari 34 Kementerian yang akan dijabat oleh 18 kalangan profesional non-partai dan 16 profesional yang berasal dari partai politik (parpol).

Awalnya gagasan merubah nama itu ramai di media sosial, nama Kementerian Agama (Kemenag) disebut akan diubah menjadi Kementerian Haji, Zakat, dan Wakaf. Perubahan nama Kementerian Agama (Kemenag) menjadi Kementerian Haji, Zakat, dan Wakaf ramai dibicarakan. Seperti diberitakan sebelumnya, tersiar kabar melalui media sosial terkait adanya isu penggantian nama Kementerian Agama (Kemenag) menjadi Kementerian Haji, Zakat, dan Wakaf. (jos)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.798.890 Since: 05.03.13 | 0.1305 sec