Hukum

Kuasai Tanah Napi Narkoba, Polisi Tangkap Istri AKBP IEP

JAKARTA-SBN.

Penyidikan Polda Kalimantan Barat (Kalbar) telah menemukan unsur pelanggaran hukum yang melibatkan Titi Yustinawati, istri AKBP Idha Endri Prastyono yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia karena diduga terlibat jaringan nakoba internasional.

Istri dari AKBP Idha Endri Prastyono, Titi Yustinawati akhirnya ditangkap Polda Kalimantan Barat di rumahnya, Minggu (21/9/2014) sekitar pukul 23.30 waktu setempat.

Berbincang dengan wartawan melalui sambungan telepon, Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Pol. Arief Sulistyanto menjelaskan bila istri AKBP Idha Endri Prastyono ditangkap terkait pencucian uang yang dilakukan AKBP Idha Endri Prastyono. “Kita tangkap Titi Senin (22/9/2014) dini hari tadi untuk kemudian kita akan kenakan penahanan,” beber Kapolda Kalbar Brigjen Pol. Arief Sulistyanto saat dihubungi awak media, Senin (22/9/2014) siang.

Menurut mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Arief Sulistyanto, dugaan pidana yang menjerat Titi Yustinawati adalah menguasai dan menggelapkan asal-usul tanah milik Abdul Haris bin Joharno, napi narkoba yang sempat kabur dari rumah tahanan (Rutan) Klas II Pontianak, yang berhasil ditangkap di Jakarta Barat, provinsi DKI Jakarta pada Kamis (18/9/2014) pekan lalu. “Soal tanah milik Haris yang berusaha pelaku kuasai. Nanti lengkapnya saya kirim datanya," kata Brigjen Pol. Arief Sulistyanto yang menambahkan Titi Yustinawati ditangkap di kediamannya di Kompleks Jeruju Permai.

Seperti diberitakan, Abdul Haris bin Joharno adalah napi narkoba yang kasusnya pernah disidik AKBP Idha Endri Prastyono.

Abdul Haris bin Joharno ditangkap bersama dengan Chiew Yem Khuan alias Aciu dan Lau Ting Hee alias Alau pada 19 Agustus 2013.

Dalam proses penyidikan terhadap tiga bandar narkoba, Chiew Yem Khuan alias Aciu, Lau Ting Hee alias Alau, dan Abdul Haris bin Joharno beberapa kali AKBP Idha Endri Prastyono melakukan bon tahanan terhadap Abdul Haris bin Joharno untuk melakukan interogasi.

Pada saat itulah terjadi transaksi untuk meringankan hukuman terhadap Abdul Haris bin Joharno dengan memasukkan Pasal 127 tentang pengguna narkoba.

Namun, tetap dalam berkas penyidikan diterapkan juga Pasal 112 dan Pasal 114 tentang pengedar narkoba.

"Istri Idha juga ada pada saat interogasi tersebut," tutur mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Arief Sulistyanto, Senin (22/9/2014).

Imbalan dengan memasukan Pasal 127 tersebut supaya Abdul Haris bin Joharno bisa direhabilitasi, AKBP Idha Endri Prastyono mendapatkan empat kapling tanah dari Abdul Haris bin Joharno yang berada di Kabupaten Kuburaya.

"Empat kapling tanah dari Haris tersebut kemudian diambil alih Idha dengan diatasnamakan Istri Idha," ungkapnya.

Meskipun sudah memasukkan Pasal 127, tetapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap menjerat Abdul Haris bin Joharno dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-undang tentang Narkotika.

Akhirnya Abdul Haris bin Joharno pun dijatuhi hukuman 10 tahun 7 bulan penjara karena terbukti menjadi pengedar Narkoba.

Dari data yang diperoleh awak media, Abdul Haris bin Joharno telah dipidana 10 tahun 7 bulan penjara. Namun, Abdul Haris bin Joharno sempat melarikan diri saat menjalani penahanan dan kabur dari Lapas Pontianak pada 28 Juli 2014.

Vonis itu karena dia kedapatan menguasai 250 gram sabu dan 1.770 butir ekstasi. Namun, akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkapnya kembali.

Abdul Haris bin Joharno berhasil kabur karena izin berobatnya disetujui oleh Karutan Kelas II A Pontianak bernama Johan Edwar.

Johan Edwar setuju karena ada rujukan dokter poliklinik rutan bernama dokter Teguh.

AKBP Idha Endri Prastyono dan Titi Yustinawati adalah pasangan bermasalah.

AKBP Idha Ednri Prastyono sebelumnya ditangkap Polisi Diraja Malaysia pada 30 Agustus 2014 silam karena diduga terlibat jaringan pengedar narkotik internasional meski akhirnya dilepas.

Setelah dilepas Malaysia, AKBP Idha Endri Prastyono pun disidik oleh Polri dimana kemudian diketahui dia menguasai Mercy New Eyes berwarna perak dengan nopol B 8000 SD milik bandar narkoba, Chiew Yem Khuan alias Aciu.

AKBP Idha Endri Prastyono kini telah berstatus tersangka dan ditahan. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.402.463 Since: 05.03.13 | 0.2552 sec