Internasional

Kapolri Meluruskan Pengakuannya Soal Misteri Pesawat MH370 Gemparkan Dunia

Tuesday, 16 September 2014 | View : 1770

JAKARTA-SBN.

Pesawat jenis Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan (flight number) MH 370 beserta 239 orang di dalamnya termasuk penumpang dan kru pesawat itu hilang dari pantauan radar pada 8 Maret 2014 silam. Hingga kini, keberadaan pesawat milik MAS dengan nomor penerbangan MH370 belum ditemukan.

Terdapat berbagai prediksi dan spekulasi mengenai hilangnya maskapai milik negeri jiran tersebut. Berbagai skenario mengemuka mulai pesawat tersebut dibajak, meledak di udara, kehabisan oksigen, human error, atau pilot bunuh diri.

Sejak Senin (15/9/2014) kemarin, laman berita di sejumlah negara ramai memberitakan pengakuan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-22 yang mulai menjabat sejak 25 Oktober 2013, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Sutarman, terkait misteri pesawat Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan MH370 yang hilang sejak Maret lalu.

Media-media luar negeri, yang mengutip media nasional di Indonesia, memberitakan bahwa mantan Kapolda Jabar tersebut Jenderal Polisi Drs. Sutarman mengaku tahu penyebab kecelakaan pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing itu.

Media Inggris, Mirror pada Senin (15/9/2014) kemarin menulis judul: Flight MH370: Police chief says 'I know what happened to missing Malaysian Airlines plane'.

"Inspektur Jenderal Polisi di Malaysia, Khalid Abu Bakar, mengatakan terkejut atas komentar itu dan mengatakan ia akan berbicara dengan kepala polisi Indonesia," demikian tulis Mirror sebagaimana dikutip Dream, Selasa (16/9/2014).

Media Inggris lainnya, Daily Mail, menurunkan judul: 'I know what happened to MH370': Police chief claims to know what became of the missing jet. "Sebuah misteri baru seputar hilangnya MH370 muncul hari ini setelah kepala polisi mengaku ia tahu apa yang terjadi dengan jet Malaysia Airlines," demikian paragraf pembuka Daily Mail.

Namun dalam berita Daily Mail itu, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Mabes Polri yang menggantikan Komjen Pol. Ito Sumardi Ds masa jabatan 6 Juli 2011-24 Oktober 2012, Jenderal Polisi Drs. Sutarman mengaku telah berbicara dengan Kepala Polisi Malaysia Tun Mohammed Hanif Omar. Padahal, tulis Daily Mail, Mohammed Hanif Omar sudah pensiun dari dinas Kepolisian Malaysia pada 1994.

Sementara itu, laman berita Amerika Serikat, Huffington Post, menuliskan bahwa pernyataan mantan Kaselapa Lemdiklat Polri Jenderal Polisi Drs. Sutarman itu sangat mengejutkan. "Jenderal Sutarman mengeluarkan berita mengejutkan dalam pertemuan hari Jumat di Jakarta antara pejabat senior dari maskapai penerbangan Lion Air dan polisi," demikian tulis Huffington Post.

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 raib pada 8 Maret silam saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat Boeing 777-200 yang mengangkut 239 orang itu hingga kini masih misterius.

Bantahan telah disampaikan oleh Atase Kepolisian KBRI Malaysia, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Aby Nursetyanto di Kuala Lumpur. Menurut Kombes Pol. Aby Nursetyanto, pemberitaan yang dipublikasikan media Tanah Air itu merupakan kesimpulan wartawan. "Si reporter akan dipanggil oleh Kapolri untuk mengklarifikasi berita itu. Akan diambil tindakan jika ia gagal menunjukkan bukti," tukas Kombes Pol. Aby Nursetyanto dikutip Bernama.

Namun, Jenderal Polisi Drs. Sutarman yang resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Pol Drs. Timur Pradopo itu juga telah membantah telah mengeluarkan pernyataan tersebut.

Tapi, Kapolri telah membantah telah mengeluarkan pernyataan itu. Wartawan salah mengutip pertanyaannya.

Ajudan Presiden RI pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid pada tahun 2000 ini menegaskan bahwa wartawan salah mengutip pertanyaannya. "Itu salah itu, Anda kan kadang-kadang suka ngutip sembarangan itu," pungkas Jenderal Polisi Drs. Sutarman dimana jabatan nomor satu di Korps Bhayangkara ini diembannya usai menjalani pelantikan yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jumat (25/10/2013).

Kapolri mengatakan bahwa “Saya luruskan, saya tidak tahu soal pesawat MH370 yang hilang”. “Ya memang betul siapa yang tahu kalau tahu sudah ketemu dan semuanya juga enggak ada yang tahu, dan kalau disebut Kapolri tahu, luar biasa," tambah dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2014) kemarin.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-22 yang mulai menjabat sejak 25 Oktober 2013, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Sutarman meluruskan berita beberapa media massa yang mengutip jika dirinya mengetahui penyebab hilangnya pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan (flight number) MH370. "Itu salah kutip. Maksud saya, Kapolri membantu kasus ini. Jadi pembantu pilot pesawat yang hilang itu asalnya dari Sumut. Saya membantu dengan cara mengirim orang tua pembantu itu didampingi kepala desa dan anggota Polri ke Malaysia atas pemintaan Kepala Polis DRM," papar Kapolri Jenderal Sutarman saat dihubungi awak media, di Jakarta, Senin (15/9/2014). Pembantu itu diharapkan membuka mulut dan menceritakan dengan jujur kepada PDRM tentang apa yang dia ketahui tentang kegiatan sehari-hari pilot. "Nah yang tahu masalah ini hanya Kapolri dan Kepala Polis DRM. Tapi teman-teman menulis seolah Kapolri tahu tentang pesawat itu. Darimana saya tahunya?," tukas mantan Kapolda Kepri tersebut, Jenderal Pol. Sutarman balik bertanya.

Dikabarkan, sebuah misteri hilangnya pesawat milik MAS dengan nomor penerbangan MH370 mulai terkuak. Itu setelah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman mengklaim mengetahui apa yang terjadi dengan jet Malaysia Airlines yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya. Tentu saja, pengakuan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman itu diharapkan akan menjadi titik baru pencarian pesawat milik MAS dengan nomor penerbangan MH370.

Saat memberi sambutan dalam acara penandatanganan kerja sama dengan Lion Air di Discovery Hotel, Ancol, Jumat (12/9/2014) lalu, mantan Kapolda Metro Jaya ini, Jenderal Polisi Sutarman dikutip jika dia tahu perihal pesawat yang hilang itu.

Lulusan Akademi Kepolisian 1981 tersebut, Jenderal Polisi Drs. Sutarman beserta polisi senior yang bertemu pejabat maskapai Lion Air menyatakan mengetahui kejadian yang menimpa pesawat jenis Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH370 itu. "Saya sudah memberi satu informasi yang cukup berharga untuk Malaysia. Hanya saya dan Kepala Kepolisian Malaysia yang tahu persis," beber mantan Kapolwiltabes Surabaya ini, Jenderal Polisi Sutarman kala itu.

Kendati begitu, mantan Kepala Polsek Dayeuhkolot, Resor Bandung tahun 1982 ini, Jenderal Polisi Drs. Sutarman memilih tidak mengungkapkan informasi tersebut kepada publik. "Saya sudah berbicara dengan Kepala Polisi Malaysia Tun Mohammed Hanif Omar. Saya benar-benar tahu apa yang sebenarnya telah terjadi dengan MH370," beber mantan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang, Jawa Barat pada tahun 1983 ini, Jenderal Polisi Drs. Sutarman, dilansir Daily Mail.

Mohammed Hanif Omar yang disebut Jenderal Polisi Drs. Sutarman sudah pensiun dari Kepala Polisi Diraja Malaysia sejak 1994, dan posisi itu sekarang diemban Khalid Abu Bakar. Hal itu memungkinkan bahwa Jenderal Pol. Drs. Sutarman tidak menyadari bahwa nama yang disebutnya kurang tepat.

Tapi, di Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar malah mengaku terkejut dengan komentar koleganya dari Indonesia tersebut.

Irjen Pol. Khalid Abu Bakar membantah pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman.

Kepala Polisi Diraja Malaysia tersebut mengaku berencana untuk berbicara dengan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman mengenai masalah pesawat milik MAS dengan nomor penerbangan MH370 tersebut. (jos)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.648.046 Since: 05.03.13 | 0.1692 sec