Hukum

MenkumHAM Terkejut Buronan Skandal Century Calon Pemilik Klub Sepakbola Skotlandia

Thursday, 18 September 2014 | View : 1166

JAKARTA-SBN.

Dua buronan kasus Bank Century Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al Warraq sampai kini belum berhasil ditangkap dan dibawa untuk diadili di Indonesia. Namun, tiba-tiba datang kabar mengejutkan bahwa Rafat Ali Rivzi akan membeli sebagian saham klub sepakbola asal Skotlandia, Glasgow Rangers FC.

Bank Century yang sebelumnya dikenal dengan Bank CIC didirikan pada Mei 1989. Pada 6 Desember 2004 Bank Pikko dan Bank Danpac menggabungkan diri ke Bank CIC. Pada 28 Desember 2004, Bank CIC berganti nama menjadi Bank Century. Hasil merger tiga bank yaitu Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC menjadi Bank Century yang sebelum merger ketiga bank tersebut didahului dengan adanya akuisisi Chinkara Capital Ltd. yang berdomisili hukum di Kepulauan Bahama dengan pemegang saham mayoritas adalah Rafat Ali Rizvi.

Persetujuan prinsip atas akuisisi diputuskan dalam rapat dewan gubenur Bank Indonesia pada 27 November 2001 dengan memberikan persetujuan akuisisi meski Chinkara Capital Ltd. tidak memenuhi persyaratan administratif berupa publikasi atas akuisisi oleh Chinkara Capital Ltd., laporan keuangan Chinkara Capital Ltd. untuk tiga tahun terakhir, dan rekomendasi pihak berwenang di negara asal Chinkara Capital Ltd. dan rapat dewan gubenur Bank Indonesia hanya mensyaratkan agar ketiga bank tersebut melakukan merger, memperbaiki kondisi bank, mencegah terulangnya tindakan melawan hukum, serta mencapai dan mempertahankan rasio kecukupan modal Capital Adequacy Ratio (CAR) 8%.

Izin akuisisi pada akhirnya diberikan pada 5 Juli 2002 meski dari hasil pemeriksaan BI terdapat indikasi adanya perbuatan melawan hukum yang melibatkan Chinkara Capital Ltd., pada Bank CIC akan tetapi Bank Indonesia tetap melanjutkan proses merger atas ketiga bank tersebut meski berdasarkan hasil pemeriksaan BI periode tahun 2001 hingga 2003 ditemukan adanya pelanggaran signifikan oleh ketiga bank tersebut antara lain, pada Bank CIC, terdapat transaksi Surat-surat berhaga (SSB) fiktif senilai US$ 25 juta yang melibatkan Chinkara Capital Ltd. dan terdapat beberapa Surat-surat berhaga (SSB) yang berisiko tinggi sehingga bank wajib membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang berakibat rasio kecukupan modal Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi negatif, serta pembayaran kewajiban general sales management 102 (GSM 102) dan penarikan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam jumlah besar yang mengakibatkan bank mengalami kesulitan likuiditas, serta pelanggaran Posisi Devisa Neto (PDN). pada Bank Pikko terdapat kredit macet Texmaco yang ditukarkan dengan medium term note (MTN) Dresdner Bank yang tidak punya notes rating dan berkualitas rendah dibawa masuk dalam merger Bank Century, sehingga bank wajib membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang berakibat rasio kecukupan modal Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi negatif. Proses akuisisi seharusnya dapat dibatalkan jika mengacu pada persyaratan yang ditentukan oleh Bank Indonesia dalam persetujuan akuisisi tanggal 5 Juli 2002, persyaratan tersebut antara lain menyebutkan apabila berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Bank CIC terbukti bahwa bilamana Chinkara Capital Ltd. sebagai pemegang saham bank melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan akan tetapi pada 6 Desember 2004, Bank Indonesia malah memberikan persetujuan merger atas ketiga bank tersebut.

Pemberian persetujuan merger tersebut dipermudah berdasarkan catatan Direktur Direktorat Pengawasan Bank kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Deputi Gubernur Senior Bani Indonesia pada 22 Juli 2004. Bentuk kemudahan tersebut adalah berupa Surat-surat berhaga (SSB) pada Bank CIC yang semula dinilai macet oleh Bank Indonesia menjadi dinilai lancar sehingga kewajiban pemenuhan setoran kekurangan modal oleh pemegang saham pengendali (PSP) menjadi lebih kecil dan akhirnya rasio kecukupan modal Capital Adequacy Ratio (CAR) seolah-olah memenuhi persyaratan merger, termasuk hasil fit and propper test ”sementara” atas pemegang saham dalam hal ini Rafat Ali Rizvi yang dinyatakan tidak lulus lalu ditunda penilaiannya dan tidak diproses lebih lanjut. pemberian kelonggaran tersebut tidak pernah dibahas dalam forum dewan gubenur Bank Indonesia namun hanya dilaporkan dalam catatan Direktur Direktorat Pengawasan Bank tanggal 22 Juli 2004. Dalam proses pemberian izin merger terjadi manipulasi oleh Direktur Bank Indonesia yang menyatakan seolah-olah Gubernur Bank Indonesia memberikan disposisi bahwa merger ketiga bank tersebut mutlak diperlukan, kembali Bank Indonesia tidak menerapkan aturan dan persyaratan dalam pelaksanaan akuisisi dan merger sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan (SK) Direksi BI No.32/51/KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999 tentang Persyaratan dan Tata Cara Merger, Konsolidasi, dan Akuisisi Bank Umum, SK Direksi BI No.31/147/KEP/DIR tanggal 12 November 1998 tentang Kualitas Aktiva Produktif demikian pula dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.2/l/PBI/2000 tanggal 14 Januari 2000 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and propper test) sebagaimana terakhir diubah dengan PBI No.5/25/PBI/2003 tanggal 10 November 2003.

Sejak 21 November 2008 diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan berubah nama menjadi PT. Bank Mutiara Tbk.

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II menggantikan DR. H. Patrialis Akbar, S.H., M.H. yang mulai menjabat sejak 19 Oktober 2011, Amir Syamsuddin, S.H., M.H. cukup kaget mengetahui kabar bahwa buronan kasus Skandal Bank Century, Rafat Ali Rizvi kini menjadi calon pemilik Klub Glasgow Rangers FC Skotlandia.

Pria berkewarganegaraan Inggris yang telah divonis 15 tahun penjara oleh pemerintah Indonesia dalam kasus korupsi Bank Century itu memang sudah lama menjadi buronan. "Kok saya cuma tahu dari Anda (media massa). Saya baru dengar ini," tukas pria asal Makassar ini kemudian pindah ke Jakarta pada 1965, Amir Syamsuddin di Jakarta, Kamis, (18/9/2014).

Amir Syamsuddin yang bersama Albert Hasibuan dipercaya menjadi pengacara Majalah Tempo tahun 1987, kala itu, Majalah Tempo menghadapi gugatan dari keluarga Presiden Soeharto, yang tidak puas dengan pemberitaan Tempo mengenai salah satu perusahaan keluarga tersebut menegaskan pemerintah akan segera berkoordinasi untuk melakukan pengejaran terhadap buronan kasus skandal Bank Century Rafat Ali Rizvi.

Terpidana oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) itu kini diketahui akan menjadi bos klub Glasgow Rangers FC di Skotlandia. "Saya kira itu dari Kejaksaan Agung coba untuk menjalankan, tetapi kalau kami ingin menggunakan jalur G to G, itu biasanya MLA yang kami lakukan ya jadi mutual legal assistance," tukas alumnus S2 Hukum Universitas Indonesia (UI), Amir Syamsuddin di Jakarta, Kamis, (18/9/2014).

Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia ke-28 ini, Amir Syamsuddin sendiri baru mengetahui informasi tersebut. Namun, ia memastikan pemerintah akan mengejar pria keturunan Inggris tersebut. "Saya akan tindaklanjuti itu, kita kejar itu. Yang uang saja dikejar, apalagi ini informasi baru klub sepakbola. Akan kita kejar," tegas Menkumham Amir Syamsuddin.

Tak hanya kaget, lelaki kelahiran 27 Mei 1946 itu juga mengucapkan terima kasih atas informasi dari media massa tersebut. "Kalau soal klub bola ini satu informasi baru, terimakasih untuk informasi itu," tandas Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD), Amir Syamsuddin.

Seperti dilansir dailyrecord.co.uk, Rabu (17/9/2014), Rafat Ali Rizvi berencana mengambilalih klub sepak bola Glasgow Rangers FC di Skotlandia. Rifat terlihat berjalan-jalan bersama para broker penjualan klub Rangers dan sejumlah pengusaha Malaysia di kota Glasgow, Skotlandia.

Seperti diketahui, Rafat Ali Rizvi sendiri saat ini masuk daftar buronan Kejagung bersama 7 buronan lainnya sejak tahun 2009 silam dan namanya terdaftar di situs Interpol Indonesia dengan tuduhan pencucian uang, korupsi dan penipuan dalam kasus Bank Century.

Sejak 16 Desember 2010 Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al Warraq divonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam persidangan in absentia (tanpa kehadiran terdakwa). Rafat Ali Rizvi dihukum 15 tahun penjara, denda Rp 15 miliar subsider 6 bulan penjara dan membayar kerugian negara Rp 3,1 triliun secara tanggung renteng.

Rafat Ali Rizvi bersama Hesham Al Warraq terbukti secara sah dan meyakinkan menandatangani letter commitment untuk menjamin transaksi melalui surat berharga yang memilik kualitas rendah.

Akibatnya Bank Century mengalami kesulitan likuiditas dan memaksa pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan mengucurkan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun.

Seperti diketahui pada 5 April 2011 Rafat Ali Rizvi  mengajukan gugatan arbitrase pada pemerintah RI melalui ICSID dalam kasus Century. Rafat Ali Rizvi menuntut Pemerintah RI membayar ganti rugi US$ 75 juta. Namun pada 16 Juli 2013. Pengadilan menyatakan Rafat Ali Rizvi tidak dapat mengugat pemerintah RI di forum arbitrase ICSID terkait penyelamatan Bank Century.

Namun ia mengakali pengadilan dengan cara berlindung di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jakarta. Inggris adalah salah satunya.

Bahkan Pemerintah Indonesia melalui Menkumham Amir Syamsuddin pada 28 Juli-4 Agustus 2013 telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pejabat Inggris sebagai upaya ekstradisi Rafat Ali Rizvi. Namun sampai pergantian pemerintahan baru ini belum juga berhasil. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.999.216 Since: 05.03.13 | 1.6602 sec