Politik

Partai Gerindra Tak Persoalkan Partai Demokrat Pilih Pilkada Langsung

JAKARTA-SBN.

Partai Demokrat (PD) akhirnya memutuskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengaku tidak terkejut dengan sikap Partai Demokrat yang kini memilih Pilkada langsung. Padahal, Partai Demokrat sebelumnya memilih Pilkada dikembalikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Partai Demokrat sebelumnya setuju Pilkada melalui DPRD.

Hal itu menimbulkan reaksi dari Partai Gerindra. Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat mengaku tidak mempersoalkan keputusan Partai Demokrat.

"Yah ini kan hak setiap orang untuk setiap partai mengenai tatanan kita hidup bernegara enggak ada masalah," cetus Martin Hutabarat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Martin Hutabarat mengingat pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di YouTube sebagai sikap pribadi.

Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra, Martin Hutabarat mengatakan ada pengaruh besar dari Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bagi penentuan RUU Pilkada.

Namun, Martin Hutabarat melihat Pemerintah tetap ingin ada perubahan. "Malah yang menginginkan langsung jadi tidak langsung itu Kemendagri, Demokrat bersama KMP sudah mendukung," paparnya.

Martin Hutabarat menyebutkan pihaknya tetap pada sikap Pilkada dikembalikan melalui DPRD. Meskipun, Partai Demokrat berubah halauan. “Kalau Demokrat berubah tidak masalah, ini demokrasi yang kita putuskan harus diterima bersama tapi kita harus jelaskan kepada masyarakat apa untung ruginya gunakan pilkada langsung atau pilkada tidak langsung," imbuhnya.

Namun, Martin Hutabarat menegaskan Koalisi Merah Putih (KMP) sejauh ini masih solid karena tak terlalu menggantungkan diri pada satu partai, tetapi pada kebersamaan.

Sementara itu, sikap Partai Demokrat (PD) itu pun mendapat tanggapan dari Ketua DPP Gerindra, Desmond J. Mahesa. Demikian tanggapan dari Ketua DPP Gerindra, Desmond J. Mahesa.

Menurut Desmond J. Mahesa, sikap Partai Demokrat (PD) itu tidak perlu ditanggapi dengan berlebihan dan merupakan sikap yang wajar dalam berpolitik. "Nggak ada masalah, mau Demokrat dukung atau tidak ya silakan saja," ungkap Desmond J. Mahesa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

"SBY plintat-plintut, ini bukan sesuatu yang baru. SBY tidak kuat dengan tekanan publik. Dulu UU KPK dicabut, karena tekanan publik,” tukas Ketua DPP Gerindra Desmond J. Mahesa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Desmond J. Mahesa mengakui Partai Demokrat (PD) tidak pernah tegas dalam bersikap. Sehingga tidak mengagetkan bila saat ini berbalik arah mendukung pilkada langsung. “Ini biasa saja, kita lihat paripurna ke depan apa nanti keputusan di paripurna. Kalau dia (SBY) tidak berubah ya baru kaget," pungkas anggota Komisi III DPR RI tersebut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Anggota Komisi III DPR RI itu menuturkan, jikalau paripurna menyetujui Pilkada dilakukan secara langsung maka tak akan berdampak signifikan bagi partainya dan juga Koalisi Merah Putih. Menurut dia, partainya dan Koalisi Merah Putih akan tetap berhubungan baik.

"Kalau kalah atau tidak disahkan RUU Pilkada, ya nggak ada masalah kita nggak rugi. Hubungan kita sama kawan-kawan di luar KMP aja cair di sini," tandasnya.

Juru Bicara Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul berkomentar atas ucapan Ketua DPP Gerindra Desmond J. Mahesa yang mengatakan Presiden SBY plintat-plintut. Dirinya pun mengaku tak level mengomentari Desmond J. Mahesa. “Desmond kan sebelumnya menyindir Ibu Mega, sekarang dia berkomentar penggagas pendiri saya. Nggak perlu ditanggapi nanti besar kepala,” tandas Ruhut Sitompul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Ruhut Sitompul pun menyindir sikap Desmond J. Mahesa yang dulu mengkritisi Prabowo Subianto dan sekarang ikut dalam partai yang dipimpin mantan Danjen Kopassus itu. Tak lupa Ruhut Sitompul memberikan sebuah kata kiasan untuk Desmond J. Mahesa. "Kalau Desmond ngomong anjing menggonggong kafilah tetap berlalu lah," tuturnya. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.664.956 Since: 05.03.13 | 0.2032 sec