Hukum

Eddies Adelia Akhirnya Masuk Penjara

Thursday, 18 September 2014 | View : 1254

JAKARTA-SBN.

Kasus Eddies Adelia  akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pun menetapkan Eddies Adelia ditahan per tanggal 18 September 2014 sampai 20 hari ke depan.

Keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menahan Eddies Adelia membuat dirinya syok.

Perempuan kelahiran 26 Februari 1979 itu, Eddies Adelia tak menyangka, niat baiknya menjalani pemeriksaan justru memasukkan dirinya ke dalam sel. "Sedih ya, diperlakukan seperti ini, ya, berdoa," ungkap Eddies Adelia saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2014).

Eddies Adelia yang mengenakan baju pink ini direncanakan akan menjadi tahanan titipan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta.

Eddies Adelia diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari suaminya, Ferry Setiawan alias Ferry Ludwankara, 35 tahun.

Suami pembawa acara Eddies Adelia, Ferry Setiawan  kini sudah diputus menjalani tahan selama 5 tahun atas kasus penipuan.  Eddies Adelia disangkakan pasal TPPU dengan hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

Ferry Setiawan tersandung dua kasus penipuan. "Setelah ditelusuri, kasus penipuan yang dilakukannya memiliki modus yang sama," beber Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rikwanto, Jumat (1/11/2013).

Ferry Setiawan bersama rekannya, Rizky Rachmad, dilaporkan oleh Doddy Supriady Setiawan pada 10 Oktober 2013 karena diduga melakukan penipuan dengan jumlah kerugian sebesar Rp 24 miliar. Kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, pada 24 September 2013, Ferry Setiawan alias Ferry Ludwankara bersama Rizky, 32 tahun, juga dilaporkan oleh seorang pengusaha bernama Apriyadi Malik ke Polda Metro Jaya.

Ferry Setiawan dilaporkan karena telah melakukan penipuan sehingga mengakibatkan kerugian mencapai Rp 21 miliar.

Ferry Setiawan ditangkap penyidik Satuan Sumber Daya Lingkungan Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 18 Oktober 2013 silam di Bandara Soekarno-Hatta, sesaat setelah tiba dari Singapura. Ferry Setiawan ditangkap setelah dirinya diadukan oleh rekan bisnisnya, Apriyadi Malik. "FL ditangkap di Jakarta setibanya dari Singapura pada 18 Oktober 2013," ungkap mantan Kapolres Klaten Kombes Pol. Rikwanto.

Yaya, sapaan Apriyadi Malik, menuding Ferry Setiawan menipunya karena Bendahara Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini menggunakan dokumen palsu untuk mengiming-iminginya berinvestasi batu bara.

Yaya sapaan Apriyadi Malik, mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 23,6 miliar kepada Ferry Setiawan yang tak jelas ujungnya.

"Kedua kasus ini sama-sama sedang berjalan penyidikannya," tambah Kombes Pol. Rikwanto

Meski menggunakan modus yang sama, mantan Wakapolwil Banyumas ini, Kombes Pol. Rikwanto menjelaskan kedua korban penipuan itu tidak dapat dihubungkan karena kasusnya berbeda.

Sejauh ini, penyidik Sub-Direktorat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa 9 saksi kasus penipuan yang dilakukan Ferry Setiawan bersama rekannya Rizky Rachmad. Para saksi itu di antaranya dari PT. PLN, Bank Mandiri dan teman Ferry Setiawan serta Rizky Rachmad.

Ferry Setiawan dikenal sebagai pengusaha pemasok batu bara ke PT. PLN.

Dia diduga mencari modal dengan menggunakan final draft loading fiktif. Sedangkan Rizky Rachmad ditangkap karena disangka membuat final draft fiktif yang digunakan Ferry Setiawan.

Ferry Setiawan dan Rizky Rachmad dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan, Penggelapan, dan Pencucian uang, serta Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang.

Seperti diketahui, artis Eddies Adelia menerima aliran dana kasus penipuan investasi batu bara yang dilakukan oleh suaminya, Ferry Setiawan. Eddies Adelia diduga menerima uang dari Ferry Setiawan senilai total Rp 1 miliar yang diberikan melalui tujuh kali transfer.

Sejumlah uang Yaya, sapaan Apriyadi Malik, tersebut terlacak ditransfer ke rekening atas nama Eddies Adelia. Menurut sumber itu, sejumlah uang ini di antaranya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan juga cicilan mobil Toyota Alphard milik Eddies Adelia berpelat nomor B-333-DIS. “Nilainya sampai ratusan juta,” paparnya.

Sebanyak 31 pertanyaan dilayangkan penyidik Polda Metro Jaya pada Edies Adelia terkait kasus penipuan yang dilakukan suaminya, Ferry Setiawan.

Dalam pemeriksaan, Edies Adelia mengaku kalau uang 1 miliar yang diterimanya untuk kebutuhannya sehari-hari. "Buat bayar gaji supir, pembantu, buat beli bedak, makan, dan kebutuhan sehari-hari, buat bensin juga," ujarnya usai diperiksa, Selasa (11/3/2014).

Meski tidak dalam kondisi yang sehat, Eddies Adelia tetap kooperatif dan datang memenuhi panggilan polisi. "Alhamdulillah pemeriksaan berjalan dengan lancar, baik. Kemarin kondisi ngedrop, sakit semalem, makanya dihentikan. Sekarang alhamdulillah pemeriksaannya lancar," ungkap Edies Adelia.

Meski statusnya kini sudah menjadi tersangka, Edies Adelia hanya bisa pasrah dan berharap agar masalahnya bisa dengan cepat bisa terselesaikan. "Kita lihat kelanjutan kasus ini dengan baik. Saya terus minta doanya, mudah-mudahan masalah ini selesai," pungkasnya.

Polisi menduga uang tersebut hasil kejahatan Ferry Setiawan.

Eddies Adelia pun disangkakan Pasal 5 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Selain itu, uang ini digunakan Ferry Setiawan untuk membeli Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atas nama CV. Cantung Mitra Karya Mandiri.

Ferry Setiawan juga diketahui menggunakan uang itu untuk membayar sewa rumah untuk Direktur CV. Cantung, Erwin Hendrawin S., di kawasan Pondok Indah. “Untuk rumah itu sewanya Rp 200 juta per tahun,” urainya.

Aliran dana ini juga mengalir kepada Sekretaris Jenderal ISNU M. Kholid Syeirazi. Soal ini, M. Kholid Syeirazi mengakuinya.

Kepada wartawan, Staf Ahli Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Masykur Musa, ini mengungkapkan bahwa uang itu memang digunakan untuk kepentingan ISNU. “Tapi kami tidak tahu soal kasus atau bisnis Ferry,” jelasnya. (tem/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.814 Since: 05.03.13 | 0.1434 sec