Nasional

Ridwan Kamil Tolak Pilkada Oleh DPRD

Thursday, 11 September 2014 | View : 1438

JAKARTA-SBN.

Kedua partai politik pengusung Wali Kota Bandung ke-24 periode 2013-2018, Muhammad Ridwan Kamil, S.T. MUD. atau panggilannya Emil dan wakilnya Oded Muhammad Danial (MD), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) termasuk partai tergabung dalam Koalisi Merah Putih yang mengusulkan pengesahan RUU Pilkada tentang kepala daerah dipilih DPRD.

Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara sehingga Pasangan Ridwan Kamil/Oded Muhammad Danial (RIDO) ditetapkan menjadi pemenang dalam Pemilihan Umum Wali Kota Bandung 2013.

Pembahasan RUU Pilkada mengalami perdebatan panjang, terutama mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah. Berdasarkan hasil rapat Panja RUU Pilkada, Selasa (9/9/2014), fraksi partai dalam Koalisi Merah Putih tetap ingin agar kepala daerah dipilih oleh DPRD seperti zaman Orde Baru dengan berbagai alasan. Hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meminta kepala daerah tetap dipilih secara langsung.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menolak langkah Koalisi Merah Putih yang mendorong pemilihan kepala daerah oleh DPRD dalam pembahasan RUU Pilkada. Bahkan Ridwan Kamil mengajak Bupati dan Wali Kota yang memiliki pendapat sama untuk berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

"Bubar dari sini, kita jalan dan suarakan aspirasi kita agar pilkada tetap dilakukan secara langsung," kata Ridwan Kamil saat berbicara di depan Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Sekadar informasi, ratusan Bupati dan Wali Kota tersebut sedianya bakal berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia. Namun aksi itu batal. Sebab, izin dari Kapolda Metro Jaya tidak keluar lantaran bundaran tersebut telah digunakan pihak lain.

Alumnus S2 dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat (AS) ini, Ridwan Kamil menegaskan secara pribadi tidak setuju jika pilkada kembali ke masa sebelum reformasi, yakni dipilih anggota DPRD, bukan rakyat secara langsung.

Ridwan Kamil mengatakan, pilkada oleh DPRD memperkecil kesempatan bagi calon kepala daerah berkualitas untuk dapat mencalonkan diri. Apalagi jika calon tersebut berasal dari independen. Pasalnya, parpol tentu akan lebih mendahulukan kadernya. "Kalau pilkada dikembalikan ke tidak langsung, orang di luar mainstream tidak akan muncul," tutur dia.

Ia menambahkan, pilkada langsung memang memiliki konsekuensi lebih melelahkan daripada pilkada oleh DPRD. Namun, konsekuensi itu harus diterima karena bekerja untuk rakyat itu tidak mudah.

Lebih jauh, Ridwan kamil menganggap salah apabila ada penilaian pilkada langsung berbiaya mahal. Mahal atau tidaknya pilkada tergantung dari teknis yang ditentukan oleh penyelenggara pemilu. “Kalau alasan biaya mahal, itu bukan persoalan karena teknis proses pilkada bisa disempurnakan. Misalnya tidak ada rapat akbar atau pembatasan baliho kandidat,” tukasnya. “Batasi saja baliho, pamflet. Kalau mau bikin murah jangan ada rapat akbar, cari cara lain yang lebih efektif,” sambungnya.

Putra dari pasangan Dr. Atje Misbach, S.H. (alm.) dan Dra. Tjutju Sukaesih ini menegaskan kembali, esensi terpenting dari pelaksanaan pilkada langsung adalah partisipasi rakyat dalam menyalurkan hak politiknya. "Tiga menit di dalam bilik suara untuk mencoblos adalah hak politik rakyat,” tandas kepala daerah yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu. (jos)

See Also

Pesantren Al Mawaddah Kudus Ciptakan Rekor Prestasi Dunia
Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.495.174 Since: 05.03.13 | 0.2722 sec