Politik

Jokowi Tegaskan Keputusan Final Kabinet Ada Di Saya

Tuesday, 09 September 2014 | View : 1141

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan pasangan Presiden/Wakil Presiden terpilih yakni Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK sebagai pemenang pemilu presiden (pilpres) 2014.

Menyusul penetapan oleh KPU tersebut, dalam jejaring sosial milik komunitas Jokowi Center, tim pemenangan Jokowi/JK meminta partisipasi masyarakat dalam poling Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR). Dalam akun resmi kubu Jokowi-JK di Facebook dengan nama Jokowi Center, publik diminta berpartisipasi dalam memberi pandangan mengenai siapa yang cocok menjadi pembantu Presiden dan wakil Presiden pada periode mendatang. Dalam akun Facebook Jokowi center tersebut, diunggah lembaran yang diberi nama Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR).

Tim relawan Jokowi-JK melalui laman Facebook tersebut juga mencoba menjaring sejumlah kandidat yang dinilai cocok untuk membantu Jokowi-JK. Ada sejumlah nama yang digadang-gadang akan jadi personel kabinet 2014-2019. Banyak nama kondang tercantum dalam poling tersebut, antara lain Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Alwi Shihab, Abraham Samad dan lain-lain.

Tertulis, para relawan merasa perlu terus mengawal perjalanan politik Jokowi-JK dengan berbagai cara setelah dinyatakan sebagai pemenang pilpres.

Jokowi Center dan Radio Jokowi akhirnya memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon Menteri yang dianggap layak oleh rakyat.

Dalam lembaran KAUR, tertulis bahwa Jokowi Center dan Radio Jokowi memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon Menteri yang dianggap layak oleh rakyat.

Caranya, menyusun 34 pos kementerian, lalu mencantumkan nama tiga kandidat Menteri pada masing-masing kementerian. Ada 34 daftar Menteri yang dimintai pendapat. Masing-masing pos ada tiga calon. Ada pula opsi untuk mengisi sendiri nama tokoh di luar tiga calon yang ada. Jadi, terdapat 34 daftar Menteri yang masing-masing terdiri dari tiga nama pilihan dan satu opsi yang bisa diisi sendiri di luar nama-nama tersebut.

Nama-nama ini diumumkan melalui sosial media untuk dipilih para netizen dalam format poling digital. Selain nama yang sudah tercantum, warga dibolehkan pula mengusulkan nama kandidat Menteri disukainya. "Pemilihan Menteri memang hak prerogatif Presiden. Namun, bukan berarti rakyat tidak bisa berpartisipasi," demikian isi pesan tersebut.

Dalam memilih daftar nama calon-calon Menteri itu, mereka melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan, seperti aktivis, intelektual, wartawan, dan juga para politikus. “Di dalam memilih daftar nama calon-calon Menteri ini, kami melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan: aktivis, intelektual, wartawan dan juga para politikus. Nama-nama ini kami hadirkan, dan Anda kami persilakan untuk memilihnya sebagai bagian dari laku politik,” demikian tertulis dalam lembaran tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesaat setelah penetapan, Gubernur DKI Jakarta ini sempat mengatakan, kabinetnya akan berisi kalangan profesional. Tetapi, publik masih penasaran tokoh profesional yang mana yang akan dipilih menjadi Menteri.

Tanggap atas rasa penasaran publik, Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan tidak akan ada dikotomi apakah kalangan profesional tersebut berasal dari partai atau nonpartai. Menurut dia, yang terpenting adalah Menteri yang dipilih menguasai bidangnya. "Punya leadership yang kuat, manajemen yang kuat, kompetensi yang kuat, dan yang paling penting, bersih,” ungkapnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan, banyak orang partai yang juga profesional. "Sebelum masuk partai, mereka adalah kalangan profesional dan mereka sama saja. Tadi saya sampaikan, kita tak bicara partai dan nonpartai,” sambungnya.

Mengenai presentase perbandingan profesional dari partai dan nonpartai, Gubernur DKI Jakarta ini belum bisa memutuskan. "Hal itu baru akan diputuskan setelah melakukan identifikasi masalah dan pemetaan. Nanti dilihat kebutuhannya, baru kita cari siapa yang duduk di pos-pos itu. Bukan asal comat-comot saja," urainya.

Saat ini, kubunya tengah membentuk tim "head hunter" yang bertujuan mencari orang-orang yang cocok menjabat sebagai Menteri di pemerintahannya bersama Jusuf Kalla. Tim itu bertugas memverifikasi rekam jejak serta latar belakang sosok yang direkomendasikan.

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku mendapatkan masukan dari banyak pihak baik dari masyarakat, kelompok relawan, maupun partai pendukung soal siapa saja sosok yang bakal mengisi jabatan Menteri di kabinet.

Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo alias Jokowi mulai memikirkan penyusunan kabinet pemerintahannya bersama wakil presiden terpilih Jusuf Kalla.

Presiden RI terpilih Joko Widodo mulai menjaring calon Menteri dengan melibatkan khalayak ramai. Rupanya, Jokowi terlebih dulu meminta pandangan publik sebelum menyusun kabinetnya. Inisiatif Jokowi mengundang publik untuk memberikan usulan susunan kabinet patut diapresiasi.

Saat dikonfirmasi, Jokowi membenarkan jika laman itu dibuat oleh timnya. Joko Widodo membenarkan meminta masukan dari masyarakat mengenai siapa yang pantas kabinetnya. Masyarakat dapat memberi masukan lewat FB.

Terkait hal ini, Jokowi mengatakan bahwa nama-nama yang tercantum dalam poling tersebut merupakan usulan dari timnya. "Minta masukan kan enggak apa-apa, udah gak perlu tau (nama-nama tersebut usulan dari mana). Kita ini baru minta masukan," ucap Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Adapun Jokowi mengakui hal tersebut sekadar untuk masukan yang akan ditampung. Namun, Jokowi menolak jika disebut telah serius mencari sosok yang tepat untuk mengisi kabinet. "Ini baru minta masukan saja. Ndak apa-apa kan?" ujar Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (24/7/2014) siang.

"Sampai detik ini, belum bicara siapa-siapanya, apalagi siapa dan duduk di mana. Sekali lagi ini hanya minta masukan rakyat. Boleh dong," sambung dia.

Mantan Wali Kota Solo, Jokowi menegaskan bahwa penentuan siapa sosok yang akan mengisi jabatan Menteri harus sesuai dengan kriteria.

Kriteria disusun oleh tim dari partai-partai pengusung. Jokowi memastikan finalisasi ada di tangannya.

"Nama timnya, ya jangan disebut. Nanti banyak yang intervensi ke tim. Biar berjalan apa adanya saja," lanjut Jokowi.

Mantan Wali Kota Surakarta ini, Jokowi memastikan, yang mengisi kabinetnya memiliki latar belakang profesional, baik dari partai politik maupun dari unsur lain.

Gubernur DKI Jakarta itu, Jokowi juga memastikan akan memilih sosok Menteri sesuai kriteria yang akan sama-sama disusun bersama partai koalisinya namun Jokowi yang akan memegang keputusan akhir.

Poling atau usulan digital diunggah menggunakan aplikasi Google forms. Bagi anda yang berminat memilih atau mengusulkan nama calon Menteri, silakan isi aplikasi berikut: https://docs.google.com/forms/d/14sBGBHq82F2ST6b0I8MzQ0db6gXYxygEkO2 Xh1iG8G0/viewform?fbzx=1593309497338372738.

Berikut nama-nama yang masuk dalam polling Kabinet Alterntif Usulan Rakyat:

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Jenderal TNI Budiman, Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso.

2. Menteri Koordinator Perekonomian: Chairul Tanjung, Dahlan Iskan, Gita Irawan Wirjawan.

3. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: Muhaimin Iskandar, Kuntoro Mangkusubroto, Alwi Shihab.

4. Menteri Dalam Negeri: Abraham Samad, Agustin Teras Narang, Pratikno.

5. Menteri Luar Negeri: Marut, Makmur Keliat, Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa.

6. Menteri Pertahanan: Andi Widjajanto, Mayor Jenderal (Purn) TB Hasanuddin, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu.

7. Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM): Artidjo Alkostar, Saldi Isra, Zainal Arifin Mochtar.

8. Menteri Keuangan: Hendrawan Supratikno, Raden Pardede, Agus Martowardojo.

9. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Arif Budimanta, Luluk Sumiarso, Tumiran.

10. Menteri Perindustrian: Anton Joenoes Supit, Poempida Hidayatulloh, Tri Yogi Yuwono.

11. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu, Soetrisno Bachir, Sri Adiningsih.

12. Menteri Pertanian: Arif Wibowo, Bustanul Arifin, Iman Sugema.

13. Menteri Kehutanan: Frans Wanggai, Mohamad Prakosa, Satyawan Pudyatmoko.

14. Menteri Perhubungan: Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Danang Parikesit, Ignasius Jonan.

15. Menteri Kelautan dan Perikanan: Jamaluddin Jompa, Kadarusman, Rokhmin Dahuri.

16. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Rieke Dyah Pitaloka, Rizal Sukma, Wahyu Susilo.

17. Menteri Pekerjaan Umum: Krisnamurthi, Ilham Akbar Habibie, Tri Mumpuni Wiyatno.

18. Menteri Kesehatan: Fasli Jalal, Ribka Tjiptaning, Ali Ghufron Mukti.

19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Abdul Munir Mulkhan, Hilmar Farid, Yudi Latif.

20. Menteri Sosial: Dadang Juliantara, Eva Kusuma Sundari, Hasto Kristiyanto.

21. Menteri Agama: Azyumardi Azra, Lukman Hakim Saifudin, Siti Maulida.

22. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Garin Nugroho, Jeffrie Geovanie, Mira Lesmana.

23. Menteri Komunikasi dan Informatika: Ferry Mursyidan Baldan, Nezar Patria, Onno W Purbo.

24. Menteri Sekretaris Negara: Maruarar Sirait, Pramono Anung Wibowo, Yuddy Chrisnandi.

25. Menteri Riset dan Teknologi: I Gede Wenten, Romi Satria Wahono, Yohannes Surya.

26. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM): Abdul Kadir Karding, Khofifah Indar Parawansa, Nusron Wahid.

27. Menteri Pemberdayaan dan Perempuan-Anak: Lies Marcoes Natsir, Nani Zulminarni, Puan Maharani.

28. Menteri Lingkungan Hidup: Chalid Muhammad, Charlie Heatubun, Dodo Sambodo.

29. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasojo, Tri Rismaharini, Agung Adi Prasetyo.

30. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Akbar Faizal, Andrinof Achir Chaniago, Indra Jaya Piliang.

31. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional: Aviliani, Faisal Basri, Revrisond Baswir.

32. Menteri Perumahan Rakyat: Rhenald Khasali, Suprihanto Notodarmojo, Mochamad Ridwan Kamil.

33. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Hendri Saparini, Kurtubi, Emirsyah Satar.

34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Adhie MS, Anies Rasyid Baswedan, Herry Zudianto. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.652.392 Since: 05.03.13 | 0.1594 sec