Agama & Masyarakat

Sultan Yogyakarta Minta Masyarakat Maafkan Florence Sihombing

Thursday, 04 September 2014 | View : 1152

YOGYAKARTA-SBN.

Gubernur provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat memaafkan gadis 26 tahun yang adalah mahasiswi S2 program pascasarjana Studi Kenotariatan Fakultas Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Florence Saulina Sihombing, tersangka kasus penghinaan warga Yogyakarta melalui media sosial.

Sultan Yogyakarta tersebut juga berharap Florence Sihombing memperbaiki diri dan bisa menyelesaikan studinya di Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sultan Yogyakarta mengatakan hal itu seusai bertemu Florence Sihombing di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/9/2014).

Florence Sihombing didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM, Prof. DR. Ir. Budi Santoso Wignyosukarto, Dip. H.E. D.E.A.,  Dekan FH UGM, Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., L.L.M., serta Kepala bagian Humas UGM, Wiwit Wijayanti.

“Florence tadi menyampaikan permohonan maaf kepada saya dengan tulus. Karena itu, kewajiban saya adalah memberi maaf,” tutur Sultan Hamengku Buwono X.

Sultan Yogyakarta tersebut juga berharap Florence Sihombing tidak hanya belajar secara akademis di Yogyakarta, tetapi juga bisa bergaul secara baik dengan warga Yogyakarta.

Florence Sihombing berterima kasih kepada Sultan yang bersedia menemui dirinya. “Saya merasa terharu dan tidak bisa berkata-kata karena Sultan mau menemui saya,” ucap Florence Sihombing. Kasus ini, sambungnya, memberi pelajaran sangat penting bahwa dirinya harus menghargai orang lain.

Gadis 26 tahun ini membuat heboh SPBU di wilayah Lempuyangan Yogyakarta pada Rabu (27/8/2014). Ia marah-marah karena dianggap tak mau antre saat mengisi bahan bakar. Saat itu, ia masuk ke jalur mobil untuk mengisi dengan Pertamax 95.

Kekesalan Florence Sihombing pun diungkapkan melalui akun Path miliknya dengan kalimat memaki-maki kota pelajar tersebut. Florence Sihombing mengeluarkan kata-kata yang menjelek-jelekkan warga Yogyakarta di akun media sosial Path pada Rabu (27/8/2014). Ucapan itu menyebar di media sosial dan direspons secara negatif oleh para pengguna internet.

Sejumlah lembaga di Yogyakarta pun melaporkan Florence Sihombing ke Polda DIY dengan tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik.

UGM berharap pelapor Florence Sihombing, yaitu LSM Jatisura (Jangan Khianati Suara Rakyat), untuk mencabut laporan ke Polda DIY.

Dekan Fakultas Hukum UGM, Dr. Paripurna P. Sugarda, mengatakan kasus yang dialami Florence Sihombing memang cukup membuat UGM bekerja keras. Salah satunya menjadi jaminan Florence Sihombing untuk penangguhan penahanan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (29/8/2014) dan ditahan pada Sabtu (30/8/2014), hari Senin (1/9/2014), Polda DIY menangguhkan penahanan Florence Sihombing.

Selain itu pihak UGM juga berencana menemui pelapor agar dapat mencabut laporannya. "Ya, kasus ini kan delik aduan. Jadi jika pihak yang melaporkan mencabut laporan, maka akan selesai. Tapi itu tidak semudah yang kita bayangkan. Kita masih perlu kerja sama semua pihak. Masyarakat Yogya kan masyarakat yang berbudaya," jelas Dr. Paripurna P. Sugarda, Senin (1/9/2014).

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrim Sus) Polda DIY, Kombes Pol. Drs. Kokot Indarto mengatakan saat ini Florence Sihombing menjadi wewenang Polda DIY.

Dir Reskrim Sus, Kombes Pol. Drs. Kokot Indarto menyebut akan menganalisis kasus ini jika suatu saat pelapor mencabut laporannya. "Kita proses dulu, kita analisa dulu. Semoga entry point seperti itu (kasus selesai)," terangnya.

Dir Reskrim Sus, Kombes Pol. Drs. Kokot Indarto menyebut saat ini Florence Sihombing sudah mulai kooperatif dengan kepolisian. Salah satunya, mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Saat ini proses hukum Florence Sihombing berada di pihak UGM dan tidak lagi dipegang Wibowo Malik. “Hari ini sudah mau. Sudah tanda tangan. Setelah pihak Rektor ambil alih. Tidak lagi dia (Wibowo)," ungkapnya.

Florence Sihombing ditahan Polda DI Yogyakarta sejak Minggu (30/8/2014) siang. Saat itu, Kombes Pol. Drs. Kokot Indarto menjelaskan, penahanan dilakukan karena tersangka dinilai tidak kooperatif, punya kecenderungan melarikan diri, dan menghilangkan barang bukti. (jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
Tradisi Grebeg Besar
Dandim 0716/Demak Hadiri Ziarah Ke Makam Sultan Demak & Sunan Kalijaga
Selamat Jalan Mike Mohede
Rais Syuriah PB NU KH Mas Subadar Wafat
22 Acara Puncak Satu Abad Qudsiyyah
Kasdim 0716/Demak Hadiri Silaturahmi Bupati, Wakil Bupati Dengan Ulama & Tokoh Masyarakat
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.504.582 Since: 05.03.13 | 0.2238 sec