Keluarga

Jaga Kebugaran Tubuh Dengan Senam Pilates

Monday, 18 Nopember 2013 | View : 1902

JAKARTA-SBN.

Pilates (pilateiz) adalah suatu metode olahraga yang dikembangkan oleh Joseph Hubert Pilates yang berasal dari Jerman pada awal abad ke-20. Pilates awalnya merupakan paket latihan yang diciptakan oleh Joseph Hubert Pilates pada awal abad kedua puluh dan dianggap cocok untuk para penari karena dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh.

Jadi, pilates ditemukan oleh seorang berkebangsaan Jerman dari Mönchengladbach bernama Joseph Hubert Pilates (Joe Pilates) dengan metode "contrology" yang kemudian aktifitas ini diabadikan dengan mengambil nama beliau. Metode ini difokuskan untuk kelenturan serta fleksibilitas seluruh bagian tubuh. Kelenturan dan fleksibilitas gerakan dirancang untuk mendapatkan keseimbangan tubuh yang sempurna (balanced development), fokus pada otot perut serta dapat memperbaiki gangguan pada tulang belakang.

Pilates lebih dari sekedar latihan fisik, melainkan juga baik untuk meningkatkan kekuatan pikiran, serta mental. Pilates dilakukan perlahan-lahan secara terkendali, menggunakan gerakan-gerakan peregangan untuk membangun kekuatan tubuh secara keseluruhan. Pilates juga meggabungkan latihan pernapasan sehingga bagus untuk menenangkan pikiran.

Pilates (pilateiz) untuk mengencangkan dan memperbaiki bentuk tubuh memiliki enam pilar, yakni centering, control, alur yang teratur (flow), pengaturan pernafasan (breath) yang tepat, precision, dan concentration pemusatan perhatian disaat melakukan gerakan. Olahraga yang berasal dari Jerman ini menekankan pada peningkatan keseimbangan tubuh melalui kekuatan inti, fleksibilitas, dan kesadaran untuk mendukung efisiensi gerakan. Tujuan utama pilates adalah untuk memperbaiki tulang belakang dan mengatasi masalah-masalah yang mungkin ditimbulkannya. Oleh karena itu, olahraga pilates ini dapat memperbaiki postur tubuh yang kurang sempurna dan juga dapat memperbaiki masalah-masalah yang berhubungan dengan kelainan tulang belakang.

Dengan semakin berkembangnya pilates, orang melakukan latihan ini bukan hanya untuk memperbaiki masalah tulang belakang tetapi juga banyak yang bertujuan sebagai gaya hidup bahkan di beberapa negara, sistem latihan ini cukup populer.

Pilates cukup populer karena mempunyai efektivitas yang baik bagi banyak orang termasuk atlet penari, manula, wanita dalam pemulihan setelah melahirkan dan orang-orang dalam rehabilitasi fisik.

Manfaat lain yang didapat dari pilates adalah peserta menjadi lebih kuat, ramping, memiliki stamina yang lebih baik dan lebih mudah melakukan aktivitas fisik karena meningkatnya kekuatan otot-otot inti dalam tubuh. Fokus utama Pilates adalah melatih otot inti (otot yang terdapat di panggul, punggung bawah, dan perut). Otot inti yang kuat akan membuat postur tubuh menjadi lebih baik, menghindarkan nyeri pada punggung, serta meningkatkan fleksibilitas.

Yang membuat orang menyukai pilates adalah karena latihannya sangat fleksibel dan dapat disesuaikan sesuai kondisi seseorang. Modifikasi latihan ini membuatnya lebih menantang bagi setiap orang di tingkat mana pun tetapi tetap aman.

Yang menjadi dasar dari pilates adalah meningkatkan kekuatan inti. Yang dimaksud kekuatan inti adalah penguatan otot-otot internal dalam tubuh seperti otot-otot pungung dan tubuh. Saat kekuatan inti meningkat maka otot-otot ini akan bekerja dengan otot-otot lain yang lebih dangkal untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh menjadi lebih baik dan ringan.

Kekuatan inti juga meningkatkan stabilitas dan keseimbangan dalam tubuh. Ini adalah salah satu cara pilates meringankan dan mengatasi masalah nyeri punggung. Jika tulang belakang dalam posisi benar dan stabil maka dapat menahan beban dengan baik sehingga tubuh bisa bergerak dengan efisien dan bebas.

Enam Prinsip Pilates adalah Centering, Kontrol, Arus, Nafas, Precision, dan Konsentrasi. Metode Pilates selalu menekankan kualitas daripada kuantitas. Keenam prinsip Pilates diatas adalah faktor utama dalam menentukan kualitas latihan Pilates. dan anda akan menemukan bahwa, tidak seperti kebanyakan sistem latihan, Pilates tidak memberikan banyak pengulangan untuk setiap gerakan. Saat melakukan latihan secara penuh, dengan presisi mungkin akan memberikan hasil yang signifikan dalam waktu singkat dibandingkan repetisi seperti banyak ditemukan pada olahraga lain. (jos)

See Also

UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
Diam-diam 7 Penyakit Ini Tanpa Disadari Mengakibatkan Kematian
Makanan Sehat Bunuh Sel Kanker
Hoax, Facebook Kenakan Tarif Bagi Penggunanya
KPI Sebut Lima Acara TV Yang Berbahaya Bagi Anak-anak
Wanita Yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear
Lima Penyebab Utama Kanker
Kenaikan Harga Rokok Di Australia Mahal Di Dunia
Perempuan Memburu 12 Hal Terhadap Diri Lelaki
Finalis American Idol Michael Johns Meninggal Di Usia Ke-35
Lima Kebiasaan Penyebab Kanker
jQuery Slider
Arsip :202020182016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.487.959 Since: 05.03.13 | 0.2789 sec