Hukum

KPK Tetapkan Jero Wacik Sebagai Tersangka

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik (JW) sebagai tersangka, Rabu (3/9/2014).

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir. Jero Wacik, S.E. sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan barang di Kementerian ESDM. Jero Wacik diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait dengan pengadaan proyek di Kementerian ESDM pada Tahun Anggaran (TA) 2011-2013.

"Hari ini kami sampaikan bahwa memang sudah dikeluarkan surat perintah penyidikan per tanggal 2 September 2014 peningkatan status menjadi ke penyidikan atas nama tersangka JW. Dari kementerian ESDM," ungkap Wakil Ketua KPK Zulkarnain yang adalah seorang mantan Jaksa karir, terpilih menjadi anggota Komisi Pemberantasan Korupsi dalam konferensi pers di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2014).

Kasus yang melibatkan Jero Wacik ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 13 Agustus 2013 silam.

KPK mencokok mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R.) yang saat itu menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Rudi Rubiandini diamankan KPK karena menerima uang melalui pelatih golfnya Deviardi alias Ardi, dari perwakilan Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) di Indonesia Simon Gunawan Tanjaya.

Uang sebesar SG$ 200.000 dan US$ 900.000 diberikan terkait dengan pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat yang diikuti perusahaan milik Komisaris Utama Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Singapura Widodo Ratanachaitong.

Segera setelah menangkap Rudi Rubiandini, KPK menggeledah sejumlah lokasi. Salah satunya adalah kantor Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno.

Dokumen hasil penggeledahan ini menyibak sejumlah praktek korup yang terjadi di Kementerian yang dipimpin oleh Jero Wacik.

Mantan Sekretaris Jenderal di Kementerian ESDM, Waryono Karno kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Pria berkacamata ini dijadikan tersangka atas dua sangkaan, yaitu suap pengurusan proyek di SKK Migas dan korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat, dan pemeliharaan Gedung kantor Sekretariat Jenderal ESDM.

Ternyata KPK tak berhenti mengulik korupsi di Kementerian ESDM. Satu lagi dugaan korupsi di Kementerian ESDM mulai diselidiki oleh KPK.

Lembaga antikorupsi Indonesia ini mengusut dugaan penyimpangan pengadaan di Kementerian ESDM tahun 2011-2013.

Dalam menyelidiki dugaan penyimpangan ini, KPK berkali-kali memanggil Waryono Karno untuk dimintai keterangan.

Jero Wacik pun sudah dikulik informasi soal penyimpangan pengadaan tersebut.

Seusai dimintai keterangan KPK beberapa waktu lalu, Jero Wacik mengaku diajukan pertanyaan seputar Dana Operasional Menteri (DOM). Masalah DOM di Kementerian ESDM ini menjadi salah satu fokus penyelidikan KPK. Diduga, ada penyalahgunaan DOM di Kementerian ESDM.

Jero Wacik saat itu menjelaskan penyelidik KPK menggali informasi soal Dana Operasional Menteri (DOM). "Ada juga pertanyaan khusus mengenai Dana Operasi Menteri (DOM)," beber Ir. Jero Wacik, S.E. di kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2014).

Indikasi penyelewengan itu muncul setelah KPK menemukan adanya perintah Jero Wacik kepada Waryono Karno saat Waryono Karno masih menjabat Sekretaris Jenderal untuk "memainkan" anggaran di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jero Wacik menjelaskan Dana Operasional Menteri (DOM) adalah dana yang setiap bulannya diterima oleh Menteri.

Jero Wacik menerangkan bahwa Dana Operasional Menteri (DOM) tersebut anggarannya sudah ditetapkan dalam APBN melalui surat keputusan Menteri Keuangan.  Dana Operasional Menteri, tambah Jero Wacik, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan diatur dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan.

Semua Menteri menerima Dana Operasional Menteri (DOM). Namun, Jero Wacik tidak mau menyebutkan berapa jumlah DOM yang diterima di tiap-tiap Kementerian.

Selain itu, Jero Wacik mengaku diajukan pertanyaan seputar dugaan penyimpangan dana di Kementerian ESDM dari tahun 2010 hingga 2013. Pada 16 Juli 2014, Menteri Jero Wacik datang memenuhi pemanggilan KPK. Usai pemeriksaan, Jero Wacik mengatakan mendapat pertanyaan tentang dugaan penyimpangan anggaran dana di Kementeriannya pada 2010. Namun, dia mengaku baru menjabat Menteri ESDM pada Oktober 2011 sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam Kementerian ESDM pada medio 2010 hingga Oktober 2011. “Tentu saya tak tahu apa-apa karena saya baru menjadi Menteri Energi Oktober 2011,” aku Jero Wacik.

Tak hanya Jero Wacik, KPK juga telah meminta keterangan istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Triesnawati Wacik terkait penyelidikan yang sama yakni dugaan penyelewengan pengadaan di Kementerian ESDM.

Triesnawati Wacik memenuhi panggilan KPK. Akan tetapi, Triesnawati Wacik mengunci rapat mulutnya ketika ditanya materi permintaan keterangan.

Anak Jero Wacik juga tak luput dari panggilan KPK. Ayu Vibrasita, putri Jero Wacik, juga pernah dihadapkan dengan penyelidik KPK. Namun, kehadiran Ayu Vibrasita luput dari perhatian wartawan.

Selain itu, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga juga sudah dimintai keterangan oleh lembaga antikorupsi itu.

Penyelidikan lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyimpangan pengadaan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran (TA) 2011-2013 menemui titik terang. Gelar perkara yang digelar pimpinan dan penyelidik KPK telah menghasilkan suatu keputusan.

Ketua KPK, Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. sebelumnya menyebutkan, KPK menemukan indikasi pemerasan terkait dengan proyek tersebut. KPK telah melakukan ekspose atau gelar perkara terkait dugaan keterlibatan Jero Wacik dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM tersebut.

Penyelidikan terkait proyek pengadaan di Kementerian ESDM ini merupakan hasil pengembangan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno. Tim penyelidik KPK telah meminta keterangan Waryono Karno terkait penyelidikan baru ini. (jos/kom)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.298.099 Since: 05.03.13 | 0.1872 sec