Hukum

Status JW Masih Dibahas Tim Penyidik KPK

JAKARTA-SBN.

Ketua lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. Abraham Samad, S.H., M.H menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), J.W. (Jero Wacik) sebagai orang yang bergaya hidup mewah.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menyebut perbuatan korupsi yang diduga dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir. Jero Wacik, S.E. sebagai perilaku serakah. "Orang ini punya hasrat ingin hidup bermewah-mewah, serakah. Itu bawaan manusia. Tidak terkontrol," beber Abraham Samad di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Selasa (2/9/2014).

Saat ini KPK sedang mengusut indikasi penyelewengan dalam pengadaan barang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Tahun Anggaran (TA) 2011 hingga 2013. KPK tengah mendalami dugaan keterlibatan Jero Wacik dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM yang tengah diselidiki KPK.

KPK menemukan indikasi pemerasan terkait dengan proyek tersebut. Indikasi penyelewengan itu muncul setelah KPK menemukan ada perintah Jero Wacik kepada Waryono Karno yang saat itu masih menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Waryono Karno berperan untuk memainkan anggaran di Kementerian itu.

KPK sudah menetapkan Waryono Karno sebagai tersangka.

Sedangkan untuk Jero Wacik, statusnya masih dibahas oleh tim penyidik. Namun, Ketua KPK tersebut, Abraham Samad belum menyatakan apakah Jero Wacik akan ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan pengadaan di Kementerian ESDM Tahun Anggaran (TA) 2011-2013 ini atau tidak. "Dalam waktu dekat akan diumumkan," tegas Abraham Samad.

Mengenai dugaan keterlibatan Jero Wacik dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM yang diselidiki KPK, Abraham Samad mengatakan pihaknya perlu mematangkan indikasi tersebut dalam satu kali ekspose atau gelar perkara lanjutan. “Nanti akan kita naikan (ke tahap penyidikan) mungkin berupa penerimaan yang dikategorikan pemerasan," sambung Abraham Samad.

Jika benar Jero Wacik nantinya ditetapkan sebagai tersangka, Abraham Samad menilai pakta integritas yang pernah ditandatangani para menteri hanya seremonial belaka. Pakta integritas, menurut dia, sedianya menjadi komitmen yang harus bisa diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. “Fakta komitmen sebagai seremonial belaka. Oleh karena itu, sebenarnya fakta integritas komitmen itu harus bisa diwujudkan dalam perilaku sebenarnya. Itu orang bisa menilai dong apa yang sudah menjadi komitmen,” tandas Abraham Samad.

Saat ditanya apakah proyek ini ada kaitannya dengan Partai Demokrat (PD) yang mengusung Jero Wacik, Abraham Samad meyakini indikasi tindak pidana yang ditemukan KPK ini merupakan perbuatan individu.

"Kalau menurut saya sendiri, rata-rata orang ini kan punya hasrat ya, punya hasrat ingin hidup bermewah-mewah, serakah. Itu bawaan manusia sebenarnya, tidak terkontrol," ungkap Abraham Samad di Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Menurut Wakil Ketua KPK, Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H., KPK segera mengumumkan status hukum Jero Wacik. KPK telah melakukan ekspose atau gelar perkara terkait dugaan keterlibatan Jero Wacik dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM tersebut.

Wakil Ketua KPK, Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H. tersenyum saat ditanya status hukum Menteri ESDM Jero Wacik itu.  “Nanti pada waktunya akan disampaikan, Minggu ini atau Minggu depan,” tutur Bambang Widjojanto.

Sebelumnya, alumnus Sarjana Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan alumnus Strata 2 Magister Hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM Jakarta yang juha mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Zulkarnain membeberkan modus yang dilakukan Menteri ESDM Jero Wacik, salah satunya adalah melakukan aktivitas keperdataan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal, di balik itu ada penyalahgunaan wewenang. "Modusnya seolah-olah kegiatan perdata, tapi dibungkus dengan keperdataan administrasi. Di belakangnya sebenarnya ada perbuatan-perbuatan melawan hukum," pungkas mantan Koordinator Staf Ahli Jaksa Agung, Zulkarnain. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.499.690 Since: 05.03.13 | 0.278 sec