Ekonomi

Data Kenaikan TTL Per 1 September 2014

Sunday, 31 Agustus 2014 | View : 935
Tags : Pln, Ttl

JAKARTA-SBN.

Mulai Senin (1/9/2014) besok dini hari nanti pukul 00.00 WIB, Tarif Tenaga Listrik (TTL) untuk enam golongan pelanggan akan kembali naik sesuai jadwal dua bulanan. Oleh karena itu, PT. Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) mengimbau agar masyarakat semakin bijak dalam menggunakan listrik.

"Ini kenaikan tarif listrik yang sudah dimulai sejak 1 Juli, jadi sesuai jadwal ini sudah masuk dalam tahap kedua yaitu naik lagi per 1 September. Hitung-hitungannya sudah ada tabelnya jadi tinggal mengikuti saja, tidak ada yang berubah. Masyarakat seharusnya tidak perlu kaget karena ini rutin," ungkap Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, Sabtu (30/8/2014).

Adapun Tabel Kenaikan Tarif Listrik per 1 September 2014, sebagai berikut:

            Pelanggan                                             Sebelum                       Per 1 September

1. Golongan industri I-3                                    Rp964/kwh                  Rp 1.075/kWh

2. Golongan P2 >200 kVa                                Rp1.081/kWh              Rp 1.139/kWh

3. Golongan R-1 daya 2.200 Va                       Rp1.109/kWh              Rp 1.224/kWh

4. Golongan R-2 daya 3.500-5.500 Va            Rp1.210/kWh              Rp 1.279/kWh

5. Golongan R-1 daya 1.300 Va                       Rp1.090/kWh              Rp 1.214/kWh

6. Golongan P-3 (penerangan jalan umum)        Rp1.104/kWh              Rp 1.221/kWh

PLN mengimbau agar pelanggan mengikuti saja jadwal dan besaran yang akan diberlakukan. Sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.19/2014, kenaikan tarif listrik dilakukan secara bertahap selama tiga kali.

"Sesuai dengan yang sudah diumumkan sebelumnya, tahun ini ada enam kategori golongan yang tarif listriknya naik, termasuk untuk rumah tangga," tegasnya.

Keenam pelanggan listrik yang mengalami penyesuaian tarif tahun ini antara lain, golongan industri menengah non-go publik (I-3), golongan rumah tangga (R-2) daya 3.500-5.500 VA, golongan Rumah Tangga (R-1) TR 2.200 VA, golongan rumah tangga (R-1) berdaya 1.300 VA, golongan pelanggan pemerintah (P2) dengan daya di atas 200 KVA, dan golongan penerangan jalan umum (P-3).

Perhitungan tarif tenaga listrik yang baru akan mulai dilakukan sesuai besaran yang telah ditetapkan mulai pukul 00:00 WIB. Dari enam golongan, persentase kenaikan tertinggi terjadi pada listrik rumah tangga 1.300 volt ampere (VA). Mulai 1 September besok, tarif listrik pelanggan 1.300 VA naik dari sebelumnya Rp 1.090 per KWh menjadi Rp 1.214 per KWh, atau meningkat 20 persen. "Golongan ini dipandang sudah cukup mampu," bilang Bambang Dwiyanto.

Namun, Bambang Dwiyanto mengingatkan tarif baru per 1 September tersebut hanya berlaku hingga 31 Oktober 2014.

Sebab sesuai dengan aturan, kenaikan tarif listrik dilakukan per dua bulan sekali pada tahun ini. Kenaikan pertama sudah pernah dilakukan pada 1 Juli 2014, lalu kenaikan kedua dilakukan 1 September dan kenaikan ketiga akan dilakukan pada 1 November 2014.

"Nanti per 1 November 2014 ada kenaikan lagi," tegasnya.

Terkait kenaikan tarif listrik ini, PLN meminta masyarakat agar lebih irit dan bijak dalam menggunakan listrik.

Bambang Dwiyanto mengakui setiap paska kenaikan tarif listrik, memang ada sedikit penurunan konsumsi listrik oleh masyarakat karena ada upaya penghematan.

"Berdasar pengalaman sih ada penurunan tapi tidak terlalu besar. Yang kami harapkan sih turun supaya pertumbuhan konsumsi tidak terlalu besar," tukasnya.

Setidaknya, lanjut Bambang Dwiyanto, kenaikan listrik bisa mengurangi beban subsidi yang terlalu besar. Pada tahun 2014 subsidi listrik ditetapkan Rp 94,26 triliun, namun dengan kenaikan tarif listrik untuk enam golongan mulai 1 Juli hingga 1 November 2014, subsidi listrik dapat dihemat Rp 8,51 triliun sehingga menjadi hanya Rp 85,75 triliun.

"Kebijakan ini tentu meringankan beban negara dan PLN dalam menyediakan listrik," pungkas Bambang Dwiyanto. (jpnn)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.443.552 Since: 05.03.13 | 0.2403 sec