Nasional

Penanggung Jawab Demo Diminta Perbaiki Taman Sekitar Jalan Medan Merdeka Yang Dirusak

Friday, 22 Agustus 2014 | View : 1088

JAKARTA-SBN.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, berencana meminta kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk membiayai perbaikan taman di sekitar bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Pasalnya, taman di daerah itu rusak akibat diinjak-injak massa pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat berlangsungnya sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (21/8/2014) siang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’ merasa geram dengan aksi para pendemo dari kubu pasangan Prabowo-Hatta yang telah merusak taman-taman di sekitar Jalan Medan Merdeka, Jakarta saat aksi massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta kemarin.

Karena itu, Pemprov DKI akan mengajukan tuntutan ganti rugi kepada penanggung jawab demo yang melakukan aksi unjuk rasa pada kemarin, Kamis (21/8/2014). Penanggung jawab aksi unjuk rasa dalam hal ini adalah tim sukses pasangan Prabowo-Hatta.

“Saya sudah minta Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI untuk mengirimkan surat kepada penanggung jawab demo kemarin. Kami akan perbaiki dulu, baru kirim surat ke mereka untuk menagih penggantian biaya perbaikan,” beber Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (22/8/2014).

Menurutnya, tindakan perusakan taman tidak bisa didiamkan begitu saja. Harus ada tindakan tegas, sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi. “Ini sudah kedua kalinya. Dulu di KPU, sekarang di Jalan Medan Merdeka, makanya kami suruh Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman kirim surat lengkap dengan fotonya kepada mereka. Pendemonya ada penanggung jawabnya,” ujar pria yang akrab disapa Ahok ini.

Mantan Bupati Belitung Timur ini merasa yakin yang melakukan perusakan taman saat berdemo bukan warga Jakarta. Karena warga Jakarta sadar betul untuk memelihara taman yang dibangun dan dirawat melalui uang pajak mereka. “Kerusakan taman menjadi bukti, yang demo bukan orang Jakarta. Kalau orang Jakarta enggak mungkin mau merusak taman Jakarta, nih,” ungkapnya.

Untuk dapat menangkap pendemo yang merusakkan taman, Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki rencana memasang 3.000 CCTV di seluruh wilayah DKI Jakarta. Ribuan CCTV tersebut juga akan dipasang di lokas-lokasi ring 1. Sehingga ketika terjadi demo, dari rekaman CCTV dapat tertangkap raut wajah pendemo yang melakukan pengrusakan taman.

“Nah, kami lagi pasang CCTV yang lebih tajam. Jadi bisa tahu orang demo yang merusak taman. Sehingga bisa memidanakan dia. Kalau sekarang enggak bisa, orang yang corat coret di depan saja enggak bisa dapat mukanya siapa, kok. Makanya kami akan pasang CCTV yang lebih canggih sehingga dapat mendeteksi raut wajah,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) DKI Jakarta, Nandar Sunandar membenarkan hal itu.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar mengatakan, aksi unjuk rasa pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Kamis (21/8/2014) kemarin mengakibatkan sejumlah taman rusak terinjak-injak. Untuk sementara ini, pihaknya akan memperbaiki beberapa taman yang ada di sekitar kawasan Jalan Medan Merdeka.

Instansinya memerlukan anggaran ratusan juta rupiah untuk memperbaiki dan mengganti tanaman-tanaman yang sudah mati itu. Pihaknya telah melakukan inventarisasi kerusakan taman-taman tersebut kemarin. Hasilnya dibutuhkan dana perbaikan taman maksimal Rp 200 juta.

“Taman yang rusak itu ada di taman Bundaran Bank Indonesia, taman Patung Kuda, dan taman di depan gedung MK. Kami sudah inventarisasi, untuk perbaikan kami butuh anggaran maksimal Rp 200 juta,” kata Nandar Sunandar. "Setelah diinventarisir, dibutuhkan Rp 100-200 juta untuk memperbaiki taman-taman di sana," sambung Nandar Sunandar, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (22/8/2014).

Beberapa taman yang rusak akibat terinjak-injak massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta adalah taman yang berada di Bundaran Bank Indonesia (BI), Patung Kuda Arjuna Wiwaha, dan taman sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi.

“Kita hubungi yang berkepentingan siapa pimpinannya. Nanti kita persuasif menyadarkan agar politik itu jangan sampai merusak taman. Jadi, mohon kesadarannya perbaiki,” tegas Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (21/8/2014) sore.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pada malam seusai Hakim MK membacakan putusan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), instansinya langsung turun ke lapangan memperbaiki sejumlah taman yang rusak.

Namun, karena aroma gas air mata masih tercium, jajarannya menunda perbaikan taman. "Terpaksa tidak kami lanjutkan dan mulai bergerak lagi pukul 06.00 WIB pagi tadi," papar Nandar Sunandar.

Dinas Pertamanan DKI menargetkan perbaikan taman rampung dalam jangka waktu dua pekan. Ia juga mengimbau kepada para pengunjuk rasa untuk tidak merusak fasilitas publik di Ibu Kota.

"Pembangunan infrastruktur itu kan pakai uang rakyat juga. Sayang kalau uangnya dipakai untuk hal-hal seperti ini," tukas Nandar Sunandar.

"Berpolitik itu berjuang untuk negara. Marilah ke depan apabila ada sesuatu kita berlandaskan musyawarah. Politik yang beretika adalah yang tidak merusak taman. Kita akan minta agar sesegera mungkin perbaiki karena ini kan jalur protokol. Kalau dibiarkan, nanti Jakarta terlalu lama jeleknya," tambah Nandar Sunandar.

Menurut Nandar Sunandar, pihak pasangan Prabowo-Hatta memberikan ganti rugi atas kerusakan tanaman saat sejumlah taman di Jalan Imam Bonjol, tepatnya di depan kantor KPU, saat proses pendaftaran capres-cawapres, 20 Mei yang lalu.

Namun, lanjut Nandar Sunandar, saat itu pergantian tanaman tidak dilakukan di area yang mengalami kerusakan karena saat itu proses perbaikan sudah terlebih dahulu dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman.

"Akhirnya mereka menanam pohonnya di KBT (Kanal Banjir Timur). Yang kemarin penanggung jawabnya Pak Taufik (Muhammad Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI)," terang Nandar Sunandar.

Ribuan massa pendukung Prabowo-Hatta bentrok dengan polisi jelang keputusan Mahkamah Konstitusi atas sengketa Pilpres 2014.

Kericuhan massa di Bundaran BI berawal dari upaya massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta yang berniat merangsek masuk ke depan Gedung MK. Massa demonstran memaksa menuju Mahkamah Konstitusi dengan menerobos barikade pagar berduri polisi.

Polisi pun bertindak tegas dan sigap mengantisipasi ulah massa aksi. Tak mau kecolongan, petugas memukul mundur massa yang mulai memancing kericuhan.

Mobil water canon diterjunkan menyemburkan air ke arah demonstran. Untuk menghalau massa, pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata dan meriam air (water cannon). Tembakan gas air mata pun dilepaskan guna menghalau dan membubarkan massa aksi.

Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah massa pendukung pasangan  Prabowo-Hatta yang mendesak mendekati Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014). Massa pendukung Prabowo-Hatta memaksa mendekati Gedung MK melalui Jalan Medan Merdeka Barat yang disterilkan polisi karena adanya sidang putusan gugatan pemilu presiden (Pilpres) 2014.

Sejumlah demonstran pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kocar-kacir berlarian menyelamatkan diri setelah polisi menembakkan peluru-peluru gas air mata, di Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Salah satu titik pusat konsentrasi massa demonstran itu adalah Patung Arjuna Wijaya alias Patung Kuda, di perempatan Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat dimana Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) berada dan Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Budi Kemuliaan.

Para demonstran yang kocar-kacir itu sebagian di antara massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta berlarian ke ke arah Jalan Budi Kemuliaan. Banyak di antara massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta tersebut yang tidak tahan efek langsung menghirup hawa gas air mata yang membuat mata sangat perih dan sesak nafas.

Kondisi yang kacau tadi membuat taman di depan Patung Kuda dan di dekat Bundaran Jalan Medan Merdeka Barat tempat konsentrasi massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta dan polisi mengalami kerusakan parah. Tanaman bunga dan rumput rusak terinjak-injak massa pendukung Prabowo-Hatta. Tak cuma rusak, taman itu juga dipenuhi sampah. Padahal sebelumnya, taman ini begitu indah tertata. (jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.648.157 Since: 05.03.13 | 0.5068 sec