Politik

MK Akhirnya Sahkan Alat Bukti Pasangan Jokowi-JK Tanpa Catatan

Monday, 18 Agustus 2014 | View : 683

JAKARTA-SBN.

Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya mengesahkan alat bukti tanpa catatan yang disampaikan pihak terkait, pasangan capres cawapres nomor urut 2 yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), dalam sidang terakhir Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014.

Sebelumnya, Mahkamah mengatakan kubu pasangan Jokowi-JK masih kurang alat bukti di bukti P11 dari alat bukti yang mereka sampaikan di daftar alat bukti yakni P1-P12.

"Pihak terkait hanya satu yang kurang yaitu P11 tidak ada bukti fisik. Karena bukti terkait ini tidak terlalu banyak jadi lebih sederhana dari verifikasi," tutur Ketua MK DR. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. saat sidang kedelapan PHPU presiden dan wakil presiden di ruang sidang utama MK, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Tim hukum pasangan Jokowi-JK, Sirra Prayuna, kemudian mengatakan alat bukti mereka sudah lengkap karena ternyata P11 yang dimaksud Hamdan Zoelva tertinggal di panitera MK.

"Terkait bukti P11 di kepaniteraan sudah masuk waktu verifikasi, ternyata tertinggal di panitera dan baru saja ditemukan kembali di kepaniteraan. Sudah kita berikan juga bukti P11," jawab Sirra Prayuna.

Ketua MK Hamdan Zoelva kemudian meminta agar memperlihatkan kepadanya bukti P11.

Sesaat kemudian Hamdan Zoelva mengatakan bukti tersebut baru saja diserahkan. Hamdan Zoelva pun mengingatkan agar tim hukum pasangan Jokowi-JK tidak ‘mengakali’ Majelis Hakim. “Baru saja diserahkan ini. Jangan begitulah. Tidak mungkin salah ini panitera bekerja di bawah sumpah insyaallah. (bukti) ya sama. Baru tadi diterima. Dengan demikian lengkap bukti pihak terkait lengkap disahkan," tukas Hamdan Zoelva. (tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.663.390 Since: 05.03.13 | 0.1881 sec